MK Tolak Gugatan UU Kesehatan, Kemenkes Perkuat Penanganan KLB
Kemenkes menyebut putusan MK yang menolak uji materi UU Kesehatan memperkuat dasar hukum penanganan KLB dan wabah di Indonesia.
Presiden Joko Widodo (kiri) memberikan bonus kepada pemanjat tebing speed putra peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 Veddriq Leonardo, Kamis (15/8/2024)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Peraih medali emas di ajang Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo berharap Presiden Joko Widodo serta Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih 2024-2029 untuk terus memperhatikan olahraga panjat tebing agar terus berprestasi ke depannya.
Atlet panjat tebing nomor speed putra itu mengatakan hal ini ketika ia berada di Kantor Kemenpora, Kamis (15/8/2024), saat hendak memenuhi undangan Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada hari yang sama.
Perhatian Presiden, kata Veddriq, diharapkan setidaknya mampu mempertahankan emas yang diraihnya pada Olimpiade Los Angeles 2028 atau empat tahun mendatang. "Pertama kalau ketemu Presiden Jokowi yang pasti mau ngucapin terima kasih atas semua apresiasi dan juga semua agar supportnya," kata atlet 27 tahun itu di Kantor Kemenpora, Kamis.
"Kemudian ingin minta panjat tebing tetap didukung gitu lah, di-support agar prestasinya juga bisa makin meningkat agar minimal bisa mempertahankan prestasi," tambahnya.
BACA JUGA: Break Dance Dihapus di Olimpiade 2028, Kriket Masuk
Langkah Veddriq mendapatkan medali emas di Site d'escalade du Bourget, Paris, pekan lalu terbilang mulus karena sejak elimination seeding sampai final, atlet asal Pontianak, Kalimantan Barat itu belum pernah kalah.
Dia mengawali langkahnya dengan mengalahkan wakil tuan rumah Bassa Mawem dalam babak penyisihan sebelum kemudian mengalahka Rahmad Adi Mulyono pada babak eleminasi. Di perempat final, ia kembali mengalahkan Mawem yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri.
Atlet Iran Rezza Ali Pour menjadi lawan selanjutnya yang ia kalahkan pada semifinal sebelum pada laga final, catatan 4,75 detiknya mengalahkan atlet China Wu Peng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenkes menyebut putusan MK yang menolak uji materi UU Kesehatan memperkuat dasar hukum penanganan KLB dan wabah di Indonesia.
YPI RUS Kudus siapkan SMP Internasional berbasis Cambridge, bilingual, dan vokasi untuk cetak generasi unggul berdaya saing global.
Pemda DIY siapkan Raperda Perfilman untuk bangun ekosistem film berbasis budaya sekaligus dorong industri kreatif lokal.
Pemerintah resmi mewajibkan registrasi SIM dengan biometrik wajah mulai 2026 untuk meningkatkan keamanan dan mencegah kejahatan digital.
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Penggunaan BBM B50 aman untuk kendaraan diesel, namun pakar ITB mengingatkan beberapa komponen penting tetap harus rutin dicek.