KPK Dalami Aliran Uang ke Bupati Tulungagung Nonaktif
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Ilustrasi pelecehan./Pixabay-Ulrike Mai
Harianjogja.com, BANDUNG— S, korban pelecehan verbal dari oknum petugas keamanan (steward) saat laga kontra Port FC pada hari Kamis (19/9/2024) diminta melapor kasusnya kepada pihak kepolisian.
Vice President Operational PT Persib Bandung Bermartabat, Andang Ruhiat berharap korban S melaporkan tindak pelecehan verbal yang dialaminya kepada polisi. "Persib menyatakan siap mendukung dan memfasilitasi langkah hukum yang akan diambil saudara S dan perwakilannya," katanya, dikutip Sabtu (28/9/2024).
BACA JUGA: Hadapi Yaman di Laga Terakhir, Timnas Indonesia Kantongi Kunci Kemenangan
Andang mengungkapkan bahwa Persib telah melakukan pertemuan dengan kedua belah pihak, yakni korban yang diwakili oleh keluarga dan kuasa hukumnya serta steward yang bertugas saat kejadian.
"Tujuan pertemuan adalah untuk mendengarkan secara detail penjelasan dari saudara S terkait dengan pelecehan tersebut," kata Andang.
Dalam pertemuan tersebut, lanjut dia, steward menolak seluruh tuduhan pelecehan verbal yang dialami korban melalui pernyataan tertulis yang dibuat di atas meterai.
Keterangan yang disampaikan oleh keluarga korban S dan tim kuasa hukumnya juga bertolak belakang dengan pernyataan yang diberikan oleh steward.
Oleh karena itu, Andang menganjurkan kepada korban untuk menyelesaikan kasus ini melalui jalur hukum.
Apabila oknum steward yang dimaksud benar melakukan pelecehan, pihak Persib tidak segan untuk mengeluarkan dan mendampingi korban untuk mendapatkan kepastian hukum.
"Kami ingin menegaskan bahwa Persib selalu siap membuka pintu selebar-lebarnya untuk memfasilitasi, mencari tahu kebenaran, dan berharap setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan baik," kata dia.
Sebelumnya, terjadi kericuhan antara suporter dan steward usai laga kontra Persija Jakarta yang diakibatkan perselisihan yang berawal dari pertandingan melawan Port FC.
Pada pertandingan tersebut, ada dugaan tindakan kekerasan fisik dan verbal oleh beberapa oknum steward terhadap suporter.
Persib juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan keamanan yang terjadi akibat ulah oknum suporter kepada penonton yang tertib saat laga melawan Persija Jakarta pada tanggal 23 September 2024.
"Sekali lagi Persib meminta maaf atas adanya gangguan keamanan oleh oknum-oknum penonton kepada seluruh penonton yang tertib dan tidak melakukan tindakan kekerasan yang hadir pada pertandingan Persib lawan Persija," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.
Polda Jabar bongkar penipuan titik dapur MBG, 13 korban rugi Rp1,9 miliar. Pelaku jual akses palsu program pemerintah.