Hiphop, Diplomasi yang Datang dari Jalanan
Program Next Level di Bantul menunjukkan jejak diplomasi hiphop sebagai medium ekspresi generasi muda dan dialog budaya lintas negara.
Kapten Timnas U-20 Indonesia, Doni Tri Pamungkas./Antara
Harianjogja.com, JOGJA - Hasil drawing grup Piala Asia U-20 2025, Indonesia masuk di Grup C bersama tiga raksasa sepakbola Asia, yaknk Iran, Uzbekistan, dan Yaman.
AFC menggelar pengundian grup Piala Asia U-20, Kamis (7/11/2024), di Shenzhen, China. Hasilnya, Indonesia, yang ada di pot 3 masuk ke dalam Grup C.
Indonesia bersaing dengan Iran dan Uzbekistan, serta Yaman untuk meraih tiket ke babak perempatfinal Piala Asia U-10 2025. Dua tim teratas yang akan lolos ke babak perempat final.
Hasil drawing juga menempatkan China, Australia, Kyrgistan, dan Qatar di Grup A.
Sementara Grup D ada tim ASEAN lainnya, Thailand. Mereka segrup dengan Jepang, Korea Selatan, dan Suriah.
Adapun, di Grup B, Irak akan bersaing dengan Yordania, Arab Saudi, dan Korea Utara.
Sesuai jadwal, Piala Asia U-20 2025 akan berlangsung di China pada 6-23 Januari 2025.
Sebelumnya, Indonesia sempat memasang target tinggi bisa lolos ke semifinal agar bisa berlaga di Piala Dunia U-20 yang akan berlangsung di Chile juga pada tahun depan.
China
Australia
Kyrgistan
Qatar
Irak
Yordania
Arab Saudi
Korea Utara
Indonesia
Uzbekistan
Iran
Yaman
Jepang
Korea Selatan
Suriah
Thailand
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Oknum anggota Polres Tanjab Timur, Bripka SO, dipatsus usai video dirinya berada di arena judi sabung ayam viral. Kasus masih didalami Propam.
Menpar Widiyanti menilai desainer berperan penting memperkenalkan budaya Indonesia melalui wastra sekaligus mendorong shopping tourism.
Bumkal Sumberharjo Sleman sukses memanen melon premium di tanah kas kalurahan. Pemkab Sleman menilai inovasi ini berpotensi meningkatkan ekonomi desa.
Pemerintah mengungkap alasan Indonesia masih tertinggal dari Vietnam dalam pengembangan energi baru terbarukan meski memiliki potensi PLTS mencapai 7.700 GW.