Timnas Indonesia Menang 2-0, John Herdman Bicara Pemain Diaspora
John Herdman menegaskan tidak ada perbedaan pemain lokal, diaspora, dan naturalisasi di Timnas Indonesia usai menang 2-0 atas Singapura.
PSSI menguji coba VAR./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) Asep Saputra mengatakan Video Assistant Referee (VAR) yang digunakan di Liga 2 Indonesia musim depan akan berbeda dengan yang diterapkan di Liga 1 Indonesia musim ini.
Dalam acara jumpa pers di Kantor PT LIB, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (15/5/2025), Asep menyebut peralatan VAR yang akan digunakan di Liga 2 musim depan lebih sederhana dibanding peralatan yang digunakan di Liga 1.
BACA JUGA: Mengenal VAR di Liga 1
Kendati demikian, VAR yang digunakan sudah sesuai standar karena sama seperti yang digunakan di Piala Asia U-17 dan Piala Asia U-20 beberapa waktu lalu.
"Soal VAR Liga 2, sejauh mana kesiapannya, tadi sempat disebut ada sistem baru, jadi memang di Liga 1 kita ada sistem Hawk-Eye Innovations, lalu untuk Liga 2 besok agak berbeda, tapi ini memang sudah standar karena sistemnya sama kayak Piala Asia U-17 dan U-20 kemarin," kata Asep.
"Ini juga ada pertanyaan, apa mungkin VAR ada di Liga 2? Mereka mempertanyakan kaitannya dengan insfrastruktur, stadion dan lain-lain. Memang untuk di Liga 2 tidak seperti di Liga 1, tetapi secara teknisnya VAR itu minimal ada empat atau enam kamera. Besok tim-tim di Liga 2 menyesuaikan," tambah dia.
Untuk mempersiapkan VAR yang akan digunakan secara penuh selama kompetisi Liga 2 musim depan, PSSI bersama PT LIB telah menggelar pelatihan tahap ketiga pada 15 April hingga 18 Mei di ASIOP Training Ground, Sentul, Bogor, dengan total 73 peserta yang terdiri dari 37 wasit dan 36 asisten wasit.
Di pelatihan ini, juga mencakup pengembangan sumber daya manusia untuk peran Replay Operator (RO) dan Technical Ground (TG) sebagai bagian penting dari sistem VAR.
Terkait alat VAR yang digunakan, Asep yang juga menjadi VAR Project Leader mengatakan bahwa alat VAR untuk Liga 2 sudah dites pada laga antara Dewa United melawan Persita Tangerang di Stadion Pakansari, Bogor, pada pekan lalu.
"Sebetulnya pada saat laga Dewa lawan Persita di Pakansari, kita sudah melakukan tes. Waktu itu memang yang berjalan memang alat Liga 1, tapi yang buat Liga 2 kita buat testing juga. Alhamdulillah kalau soal teknis gak kalah, bahkan ada beberapa poin justru lebih simple," jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
John Herdman menegaskan tidak ada perbedaan pemain lokal, diaspora, dan naturalisasi di Timnas Indonesia usai menang 2-0 atas Singapura.
Microsoft mulai meninggalkan label Copilot+ PC pada perangkat Surface terbaru. Standar NPU dan fitur AI tetap dipertahankan.
Indonesia bisa mengunci tiket final FIFA ASEAN Cup 2026 jika menang atas Malaysia. Simak skenario dan hasil Singapura vs Bangladesh.
Google Vids kini bisa digunakan gratis untuk membuat video AI hingga 1080p. Ada voiceover dan avatar AI yang mendukung bahasa Indonesia.
Warga Karang dan Sungapan kembali menolak tambang pasir Sungai Progo. Puluhan warga mendatangi kantor CV BKS dan meminta aktivitas dihentikan.
Setir mobil terasa berat saat parkir bisa disebabkan power steering, rack steer, fluida, hingga kaki-kaki. Kenali penyebab dan tanda-tandanya.