Barantin Kerahkan Satgas 24 Jam Awasi Hewan Kurban
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Patrick Kluivert/ PSSI
Harianjogja.com, JOGJA—Pelatih timnas Indonesia Patrick Kluivert mengungkapkan kekuatan utama timnas Jepang yang meraih kemenangan telak 6-0 pada laga penutup putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup C di Stadion Suita, Prefektur Osaka, Selasa.
BACA JUGA: Statistik Pemain Timnas Indonesia saat Dijamu Jepang
"Saya pikir secara kolektif dan individu mereka memiliki pemain yang sangat terampil. Banyak pergerakan dalam tim. Saya pikir itulah kunci utama tim Jepang. Mereka memiliki banyak pergerakan, mereka tahu ke mana harus bergerak pada saat yang tepat. Mereka memiliki permainan menekan yang fantastis. Jadi saya pikir secara kolektif mereka tahu apa yang harus dilakukan," kata Kluivert pada jumpa pers pasca-pertandingan di Stadion Suita, dikutip dari rekaman audio yang diterima di Jakarta, Selasa.
Jepang tak menurunkan pemain-pemain terbaiknya seperti Takumi Minamino, Kaoru Mitoma, Hidemasa Morita, hingga Ritsu Doan, namun mereka tetap tak kehilangan kualitasnya di hadapan Indonesia.
Setelah tak pernah menang dari dua laga terakhirnya, Jepang menutup putaran ketiga babak kualifikasi dengan manis, dengan permainan cantik di hadapan pendukungnya sendiri.
Enam gol Jepang dicetak oleh dua gol Daichi Kamada (15', 45+5'), serta masing-masing satu gol Takefusa Kubo (19'), Ryoya Morishita (55'), Shuto Machino (58'), dan Mao Hosoya (80').
Tak sekedar menang, Jepang juga sangat dominan karena Sofascore mencatat mereka memiliki 71 persen penguasaan bola, melepaskan 22 total tembakan yang 10 di antaranya menjadi peluang besar.
Dominasi Jepang membuat Indonesia tak bisa melakukan apa-apa selama 90 menit pertandingan, setelah hanya menguasai bola sebanyak 29 persen dan tanpa melakukan tembakan satu pun.
Hasil pertandingan ini bahkan lebih buruk dari pertemuan pertama Indonesia dengan Jepang yang menurunkan skuad terbaiknya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, November tahun lalu.
Ketika itu, Indonesia kalah dengan lebih sedikit gol yaitu 0-4 dan secara permainan tampil lebih baik serta lebih menggigit karena mencatatkan delapan tembakan yang berakhir dengan dua peluang besar.
"Mereka menekan dengan sangat baik. Juga dalam penguasaan bola, mereka menggerakkan bola dengan sangat cepat. Jadi itu sangat sulit untuk dipertahankan," tambah Kluivert tentang kekuatan tim asuhan Hajime Moriyasu tersebut.
Dengan kekuatan ini, kata Kluivert, Jepang akan banyak menyulitkan lawan-lawannya di Piala Dunia 2026 nanti. "Dan saya pikir banyak negara akan mengalami banyak kesulitan untuk bermain seperti Jepang," tutur dia.
Jepang memastikan lolos ke Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Bahrain pada Maret lalu. Itu merupakan kelolosan kedelapan tim Samurai Biru di turnamen sepak bola terakbar tersebut sejak debut pada 1998.
Kapten mereka Wataru Endo menargetkan Jepang menjadi juara di turnamen yang dimainkan pada tahun depan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tersebut setelah sudah empat kali menembus babak 16 besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta mengungkapkan ada tujuh dosen yang diduga terlibat kasus kekerasan se
Turnamen padel internasional FIP Bronze di Jogja diserbu lebih dari 200 peserta dan dorong sport tourism DIY.
Jadwal bola malam ini 22–23 Mei 2026: Arema vs PSIM, final Jepang U-17 vs China, hingga laga Eropa.
Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan tren fesyen modern, kelestarian kain wastra Nusantara justru menemukan napas baru lewat tangan-tangan kreatif
Debut Janice Tjen di Roland Garros langsung berat, menghadapi Emma Navarro di babak awal Grand Slam Paris.