Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Jogja Tuntut Evaluasi MBG hingga Militerisme
Mahasiswa dari HMI, UGM, dan UII menggelar aksi di DPRD DIY, menuntut evaluasi MBG, KDMP, penanganan karhutla, hingga pelanggaran HAM.
Laga PSIM Jogja vs Persib Bandung/Instagram: PSIM Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Pelatih Persib, Bojan Hodak mengungkapkan kekecewaannya terkait skuatnya yang gagal mengeksekusi dua penalti ke gawang PSIM Jogja. Atas hasil itu, Persib Bandung harus meraih hasil imbang 1-1 dari tuan rumah PSIM Jogja pada pekan ketiga Super League 2025 di Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (24/8/2025).
BACA JUGA: PSIM Jogja Ditahan Persib Bandung 1-1
Meski demikian, Bojan tetap memuji lini belakang Persib yang dinilainya dianggap solid saat berhadapan dengan Laskar Mataram.
“Dari permainan secara bertahan kita cukup bagus, kecuali memberikan peluang kepada mereka bisa mencetak gol melalui titik penalti. Saya tidak yakin PSIM punya peluang terbuka kemudian bisa shooting ke gawang kita,” kata Bojan Hodak, usai laga.
Dengan hasil ini, PSIM menempati peringkat keenam sementara klasemen Super League dengan torehan lima poin. Persib menyusul di peringkat ketujuh dengan torehan empat poin.
Meskipun banyak menguasai bola di awal laga, tak banyak peluang berbahaya yang diciptakan Laskar Mataram. Ze Valente dan kawan-kawan kesulitan menembus pertahanan Maung Bandung.
PSIM Jogja baru mencatatkan peluang melalui tendangan spekulasi Ezequiel Vidal di menit ke-17. Namun, sepakannya mampu diamankan kiper Teja Paku Alam.
Persib sempat mendapatkan peluang emas melalui tendangan bebas di area sekitar kotak penalti pada menit ke-25. Tendangan bebas yang dieksekusi Guayochea melambung di atas mistar PSIM.
Laga kemudian banyak dikuasai tim tamu yang beberapa kali menciptakan peluang. Namun, skor 0-0 bertahan hingga turun minum. Kedua tim bermain lebih terbuka memasuki babak kedua. Baik PSIM maupun Persib silih berganti mengambil alih permainan.
PSIM Jogja mendapatkan peluang emas saat Nermin Haljeta dijatuhkan di kotak penalti menit ke-58. Wasit sempat memeriksa VAR selama beberapa menit, hingga akhirnya memutuskan memberi hadiah penalti untuk tuan rumah.
Ze Valente yang ditunjuk menjadi eksekutor mampu melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Tendangannya yang mengarah ke sisi kanan gawang tak mampu dihalau Teja. 1-0 untuk keunggulan PSIM Jogja.
Hanya berselang kurang dari lima menit setelah gol PSIM, giliran Persib mendapatkan hadiah penalti. Namun, eksekusi penalti yang dieksekusi Uilliam Barros melambung di atas mistar
Memasuki injury time, Persib berhasil menyamakan kedudukan lewat tandukan Patricio Matricardi di menit ke-96. Tim tamu semakin di atas angin setelah kembali mendapat hadiah penalti kedua di ujung laga. Namun, eksekusi penalti Marc Klok berhasil ditepis Cahya Supriadi. Skor 1-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mahasiswa dari HMI, UGM, dan UII menggelar aksi di DPRD DIY, menuntut evaluasi MBG, KDMP, penanganan karhutla, hingga pelanggaran HAM.
Wabah Ebola telah menyebar ke delapan provinsi RD Kongo. WFP menyebut hampir 3,5 juta orang menghadapi krisis pangan akut.
Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD mulai 24 Oktober 2026. Pasokan dialihkan untuk kebutuhan listrik di Batam, Bintan, dan Sumatra.
Polda Jateng mengamankan pemuda di Kudus yang diduga menyiarkan judi tebak skor bola virtual di TikTok dengan komisi taruhan 5 persen.
Pameran JMMK #18 di Pendhapa Art Space, Bantul, menampilkan 161 karya seni dari 12 negara dan mengangkat perkembangan AI dalam dunia seni.
Mario Aji akan start dari posisi ke-12 di Moto2 Australia 2026 setelah terjatuh di Tikungan 4. Manuel Gonzalez merebut pole position.