Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Keterangan Para atlet dan tim pelatih taekwondo Sleman saat berfoto bersama di ajang Porda DIY 2025. Ist
Harianjogja.com, SLEMAN— Tim cabang olahraga (cabor) taekwondo Kabupaten Sleman akhirnya merasakan manisnya gelar juara di ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVII DIY 2025. Bertanding di GOR Siyono Gunungkidul tim taekwondo Bumi Sembada ini berhasil menjadi yang terbaik dari daerah lainnya.
Pada ajang Porda DIY 2025 ini tim taekwondo Kabupaten Sleman berhasil menyabet gelar juara umum. Anak-anak Bumi Sembada ini menduduki peringkat pertama dengan meraup total empat medali emas, lima perak, dan lima perunggu.
BACA JUGA: PORDA DIY XVII 2025, Sleman Juara Umum Cabor Judo
Sleman unggul dari Kontingen Kota Jogja yang menempati peringkat kedua dengan perolehan empat medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Lalu di posisi ketiga ada Kabupaten Bantul yang mendapatkan satu emas, dua perak, dan lima perunggu.
Kemudian disusul Kabupaten Kulonprogo di posisi keempat dengan perolehan satu emas dan empat perak. Yang terakhir di posisi kelima ada Kabupaten Gunungkidul yang memperoleh tiga medali perunggu saja.
Manajer tim Porda Sleman Rubianto mengaku sangat senang dan bangga atas perolehan yang didapatkan oleh tim taekwondo Sleman tersebut. Mengingat hasil itu didapatkan usai penantian panjang tim taekwondo Sleman setelah lima periode Sleman hanya menjadi runner-up selama Porda DIY.
"Sekarang Porda DIY 2025 tim taekwondo Sleman menjadi juara umum," katanya, Jumat (5/9).
Tak lupa atas hasil tersebut, Rubianto juga berharap supaya tim taekwondo Sleman bisa terus menjadi yang terbaik. Sebab pihaknya ingin di Porda selanjutnya kontingen Kabupaten Sleman tetap tetap bisa mempertahankan gelar juara umum.
"Ini berkat kekompakan tim Kabupaten Sleman dan juga dukungan dari para sponsor," ujar pria yang juga menjadi seorang pelatih taekwondo Kabupaten Sleman itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.