Inflasi September 2026 Diproyeksi Tembus 3,3%, MBG dan El Nino Jadi Pemicu
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Jay Idzes saat berbicara dengan awak media setelah rombongan Timnas Indonesia menemui Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta pada Jumat (6/6/2025). ANTARA/Genta Tenri Mawangi
Harianjogja.com, JAKARTA—Laga persahabatan FIFA antara Timnas Indonesia Vs Lebanon pada Senin (8/9/2025), akan menjadi tolok ukur kualitas tim nasional (Timnas) Merah Putih.
"Jadi tes sebenarnya memang lawan Lebanon, bukan Taiwan," ujar Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir, seusai Indonesia mengalahkan Taiwan 6-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya pada Jumat (5/9/2025) dikutip dari Antara.
Menurut Erick, laga melawan Lebanon penting karena mencerminkan tantangan yang akan dihadapi Indonesia pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pada fase tersebut, Indonesia dijadwalkan menghadapi Arab Saudi dan Irak pada Oktober 2025.
BACA JUGA: Media Vietnam Terkejut Indonesia Bantai Taiwan 6-0
Lebanon dinilai menjadi lawan seimbang untuk mengasah performa skuad Garuda. Tim asuhan Patrick Kluivert itu saat ini berada di peringkat ke-118 FIFA, sementara Lebanon lebih unggul dengan menempati posisi ke-112.
Meski menang telak atas Taiwan, Erick menekankan perlunya evaluasi terutama pada penyelesaian akhir. "Kalau kita lihat serangannya sudah tajam, tetapi finishing terkadang masih terburu-buru," kata Erick.
Terkait performa pemain baru seperti Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra, Erick enggan memberikan penilaian. Keduanya, yang turun sebagai pemain pengganti saat melawan Taiwan, dinilai masih beradaptasi dengan skema empat bek dan penguasaan bola yang diterapkan Kluivert.
Pelatih tim nasional Indonesia Patrick Kluivert memuji mental para pemainnya yang bermain maksimal hingga akhir saat melibas Taiwan dengan skor 6-0 pada laga FIFA Match Day di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
“Rencana permainan dijalankan dengan sangat baik. Hasil seperti ini baik untuk kepercayaan diri, tapi tentu perjalanan belum selesai,” ujar Kluivert setelah pertandingan.
Menurut juru taktik asal Belanda itu, anak-anak asuhnya menunjukkan sikap profesional meski menghadapi tim yang peringkat FIFA-nya berada di bawah Indonesia. Taiwan berada di posisi ke-172 FIFA, sementara Indonesia ada di peringkat 118.
Kluivert menilai kemenangan telak atas Taiwan penting untuk menambah kepercayaan diri menjelang laga FIFA Match Day berikutnya melawan Lebanon.
Sementara itu, keberhasilan menggilas Taiwan dengan skor telak juga disambut gembira seluruh pemain Indonesia, termasuk Marc Klok yang baru kembali memperkuat tim nasional setelah absen 1,5 tahun.
Klok, yang saat ini berseragam Persib Bandung, juga mengaku bangga bisa memberikan kontribusi dengan membuat satu gol. “Saya senang bisa kembali dan bangga dengan kerja keras pemain hingga mendapat hasil positif,” kata dia.
Dalam pertandingan tersebut, Indonesia tampil dominan meski tidak menurunkan beberapa pemain inti seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk dan Kevin Diks. Skuad yang dikapteni Rizky Ridho tersebut mampu menekan sejak menit awal hingga menghasilkan enam gol tanpa balas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Raphinha dicoret dari skuad Brasil jelang laga perdana melawan India setelah mengalami edema otot di paha kanan.
Paspor Indonesia berada di peringkat 56 dunia dengan skor mobilitas 89, sementara Singapura dan Malaysia masuk tiga besar Global Passport Power Rank 2026.
Peneliti OpenAI dan Google DeepMind memperingatkan risiko AI yang mampu mengembangkan diri sendiri dan berpotensi sulit dikendalikan manusia.
Daftar 9 beasiswa luar negeri tanpa batas usia untuk S1 hingga S3, lengkap dengan syarat, cakupan, dan jadwal pendaftarannya.
Fernando Alonso memastikan bertahan di Aston Martin. Simak alasan pembalap 45 tahun itu tetap melanjutkan karier di Formula 1.