BI-Rate Naik 5,25 Persen, Pengamat Prediksi Rupiah Bakal Menguat
BI-Rate naik 5,25%. Ekonom nilai langkah tepat, rupiah diprediksi menguat ke Rp16.800 per dolar AS.
Putra Tri Ramadani gagal merebut medali meski menorehkan catatan bersejarah dengan menembus final nomor lead putra dalam Piala Dunia atau IFSC Climbing World Cup Koper 2025, di Slovenia, Minggu dini hari. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Putra Tri Ramadani gagal merebut medali meski menorehkan catatan bersejarah dengan menembus final nomor lead putra dalam Piala Dunia atau IFSC Climbing World Cup Koper 2025, di Slovenia, Minggu dini hari.
Berdasarkan data IFSC pada Minggu, atlet Indonesia itu berada di peringkat keenam dari delapan peserta final dan mencatat skor 40+. Pencapaian itu menjadi debut final pertama Putra sepanjang kariernya.
Dia mampu bersaing melawan para pemanjat papan atas dunia, sejak babak kualifikasi hingga semifinal, sebelum tampil dalam final.
Medali emas diraih atlet Jepang, yakni Sorato Anraku, dengan skor 48+, disusul peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 dari Spanyol, Alberto Gines Lopez, pada posisi kedua dengan skor 47+. Medali perunggu menjadi milik Toby Roberts dari Inggris yang mencatatkan skor 46+.
BACA JUGA: Man City vs Napoli, De Bruyne: Akan Terasa Aneh
Posisi keempat ditempati Satone Yoshida (Jepang), kelima Jakob Schubert (Austria), lalu Putra keenam, Adam Ondra (Republik Ceko) di peringkat ketujuh, dan Neo Suzuki (Jepang) posisi kedelapan.
Meskipun gagal membawa pulang medali, performa Putra mendapat apresiasi tinggi dari Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Dia dinilai tampil konsisten sejak fase kualifikasi dengan menunjukkan perkembangan teknik dan mental yang matang.
"Tetap semangat dan percaya diri pada proses Putra Tri Ramadani," tulis pernyataan PP FPTI dalam akun Instagram (IG) @fpti_official.
Ajang di Koper ini menutup rangkaian IFSC World Cup 2025 khusus nomor lead. Federasi berharap Putra menjadikan pengalaman berharga itu sebagai batu loncatan untuk menatap turnamen internasional berikutnya, termasuk kualifikasi Olimpiade.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BI-Rate naik 5,25%. Ekonom nilai langkah tepat, rupiah diprediksi menguat ke Rp16.800 per dolar AS.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 20 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Lamine Yamal menargetkan rekor sebagai pemain Spanyol termuda yang mencetak hat-trick di Piala Dunia 2026 bersama La Roja.
Jadwal Bus KSPN Malioboro–Parangtritis Kamis (20/5/2026) menjadi solusi wisata hemat dengan tarif Rp12.000, memudahkan perjalanan dari pusat kota ke pantai.
Harga emas Pegadaian hari ini Kamis 21 Mei 2026 turun. Emas Antam jadi Rp2,862 juta, UBS Rp2,797 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.