Polri Andalkan Data Satelit untuk Deteksi Karhutla, Ribuan Personel Dikerahkan
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Putra Tri Ramadani gagal merebut medali meski menorehkan catatan bersejarah dengan menembus final nomor lead putra dalam Piala Dunia atau IFSC Climbing World Cup Koper 2025, di Slovenia, Minggu dini hari. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Putra Tri Ramadani gagal merebut medali meski menorehkan catatan bersejarah dengan menembus final nomor lead putra dalam Piala Dunia atau IFSC Climbing World Cup Koper 2025, di Slovenia, Minggu dini hari.
Berdasarkan data IFSC pada Minggu, atlet Indonesia itu berada di peringkat keenam dari delapan peserta final dan mencatat skor 40+. Pencapaian itu menjadi debut final pertama Putra sepanjang kariernya.
Dia mampu bersaing melawan para pemanjat papan atas dunia, sejak babak kualifikasi hingga semifinal, sebelum tampil dalam final.
Medali emas diraih atlet Jepang, yakni Sorato Anraku, dengan skor 48+, disusul peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 dari Spanyol, Alberto Gines Lopez, pada posisi kedua dengan skor 47+. Medali perunggu menjadi milik Toby Roberts dari Inggris yang mencatatkan skor 46+.
BACA JUGA: Man City vs Napoli, De Bruyne: Akan Terasa Aneh
Posisi keempat ditempati Satone Yoshida (Jepang), kelima Jakob Schubert (Austria), lalu Putra keenam, Adam Ondra (Republik Ceko) di peringkat ketujuh, dan Neo Suzuki (Jepang) posisi kedelapan.
Meskipun gagal membawa pulang medali, performa Putra mendapat apresiasi tinggi dari Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Dia dinilai tampil konsisten sejak fase kualifikasi dengan menunjukkan perkembangan teknik dan mental yang matang.
"Tetap semangat dan percaya diri pada proses Putra Tri Ramadani," tulis pernyataan PP FPTI dalam akun Instagram (IG) @fpti_official.
Ajang di Koper ini menutup rangkaian IFSC World Cup 2025 khusus nomor lead. Federasi berharap Putra menjadikan pengalaman berharga itu sebagai batu loncatan untuk menatap turnamen internasional berikutnya, termasuk kualifikasi Olimpiade.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Jelang pencoblosan Pilur Bantul 4 Oktober 2026, warga diminta cermat menyaring informasi media sosial dan tidak mudah percaya hoaks.
Strict Account Settings WhatsApp memperketat privasi dan keamanan akun. Simak fungsi serta cara mengaktifkannya di perangkat utama.
Thailand menjadi negara ASEAN keenam yang dihadapi Timnas Indonesia era John Herdman dan akan menjadi lawan di final FIFA ASEAN Cup 2026.
Veda Ega finis P8 di Practice Moto3 Jepang 2026 setelah sempat P15 pada menit akhir dan memastikan tiket langsung ke Q2.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan ekosistem industri halal di wilayahnya guna menggait investor dari berbagai daerah.