Abrasi Putus Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul, Warga Terpaksa Memutar
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Suasana workshop Bidang Kerjasama dan Hukum yang digelar Sabtu (13/11/2025). Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY menegaskan pengelolaan dana cabor KONI DIY yang profesional dan transparan sebagai kunci memperkuat kerja sama pihak ketiga dalam Workshop Bidang Kerja Sama dan Hukum, Sabtu (13/11/2025).
Workshop tersebut digelar sebagai respons atas persoalan klasik yang kerap dihadapi cabang olahraga (cabor), mulai dari keterbatasan anggaran, ketergantungan pada dana hibah, hingga lemahnya kapasitas organisasi dalam menjalin kerja sama berkelanjutan dengan sponsor maupun mitra strategis lainnya.
Sekretaris Umum KONI DIY, KMTA Tirtodiprojo, mengatakan profesionalitas pengurus cabor menjadi kunci dalam mengelola keuangan organisasi dan membangun kepercayaan pihak ketiga dalam pengelolaan dana cabor KONI DIY.
“Keuangan terbatas dan proposal belum tentu tembus itu realitas. Karena itu, pengurus cabor harus memahami tata kelola dana yang akuntabel sekaligus cakap menjalin kerja sama yang saling menguntungkan,” katanya.
Menurut KMTA Tirtodiprojo, organisasi olahraga yang sehat bukan organisasi tanpa perbedaan, melainkan organisasi yang memiliki sistem keuangan dan kerja sama yang jelas serta dijalankan secara konsisten. Sistem yang kuat memudahkan cabor mencari sumber pendanaan alternatif di luar anggaran pemerintah, tanpa menabrak aturan hukum dalam pengelolaan dana cabor KONI DIY.
Dalam workshop tersebut, KONI DIY menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Bendahara KONI DIY Bambang Wisnu Handoyo yang memaparkan prinsip pengelolaan keuangan organisasi olahraga, serta Wakil Ketua III KONI DIY M Anggraini Andriani yang menyoroti strategi kerja sama dengan pihak ketiga. Aspek hukum dalam kontrak kerja sama dan perlindungan atlet juga dibahas oleh Achiel Suyanto.
KONI DIY berharap melalui workshop ini, pengurus cabor mampu menyusun proposal yang lebih kredibel, mengelola dana secara transparan, serta menjalin kemitraan profesional dengan sponsor dan institusi lain sebagai bagian dari pengelolaan dana cabor KONI DIY.
“Organisasi yang mandiri dan tertib keuangan akan lebih mudah melahirkan atlet berprestasi, sekaligus melindungi hak-hak mereka,” kata KMTA Tirtodiprojo sembari menegaskan pentingnya pengelolaan dana cabor KONI DIY yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Harga emas Pegadaian 29 September 2026 untuk Antam, Galeri24, dan UBS lengkap dengan harga jual serta buyback berbagai ukuran.
FIFA membahas kemungkinan dana tambahan untuk 211 asosiasi anggota. UEFA dan Concacaf mengusulkan minimal US$10 juta per anggota.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan Rephaim, entitas kuno yang memperluas teror hingga satu wilayah. Tayang 8 Oktober 2026.
Polisi mengamankan remaja di Maguwoharjo, Sleman, setelah kecelakaan. Polisi menemukan celurit 50 cm yang diduga akan digunakan untuk tawuran.
Indonesia ditahan Malaysia 0-0 di FIFA ASEAN Cup 2026. Media Vietnam menyoroti permainan Garuda setelah Thom Haye dikartu merah.