Misteri Api di Sleman Belum Terungkap, Sudah Muncul 87 Kali
Fenomena api misterius di Seyegan Sleman sudah muncul 87 kali dalam 12 hari. Api membakar perabot hingga mulai merembet ke area lain.
Tidak ada foto
Harianjogja.com, SLEMAN—Ambisi PSS Sleman merebut posisi teratas klasemen harus tertahan setelah hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan PS Barito Putera di Stadion Maguwoharjo. Hasil ini membuat persaingan papan atas berakhir antiklimaks pada penutupan putaran kedua.
Tambahan satu poin dari laga tersebut tidak cukup bagi PSS Sleman maupun PS Barito Putera untuk menggeser Persipura, yang akhirnya resmi menempati puncak klasemen setelah pertandingan di Sleman berakhir tanpa pemenang.
Sejak menit awal babak pertama, kedua tim langsung tampil terbuka dengan berupaya membangun serangan. Super Elja beberapa kali memperoleh peluang melalui situasi sepak pojok pada menit-menit awal pertandingan.
Dengan target wajib menang demi merebut puncak klasemen, PSS Sleman melakukan penyesuaian strategi di tengah laga. Riko Simanjuntak yang semula bermain di sisi kiri ditukar posisinya dengan Terens Puhiri di sayap kanan untuk menambah variasi serangan.
Pertandingan berlangsung ketat dengan intensitas tinggi sehingga sejumlah pelanggaran tak terhindarkan. Baik PSS Sleman maupun PS Barito Putera mencoba memaksimalkan peluang melalui bola mati, namun belum membuahkan hasil. Super Elja terlihat menerapkan strategi perangkap offside guna mematahkan skema bola mati Barito.
Situasi bola mati menjadi alternatif utama kedua tim di tengah rapatnya barisan pertahanan. Pada menit ke-27, PSS Sleman mendapatkan sepak pojok yang sempat gagal ditangkap sempurna oleh kiper Barito Putera, Muhammad Ridho, dan nyaris berbuah gol. Namun, bola berhasil dibuang pemain Barito dan kembali menghasilkan sepak pojok bagi tuan rumah.
Di tengah tekanan PSS, Barito Putera justru sempat mencetak gol melalui sepakan yang melewati kaki Renan Alves. Namun, hakim garis mengangkat bendera tanda offside. Wasit kemudian melakukan pengecekan VAR dan memutuskan untuk menganulir gol tersebut.
Menjelang akhir babak pertama, PSS Sleman terus berupaya menekan. Terens Puhiri sempat menusuk ke kotak penalti Barito pada menit ke-36, tetapi aksinya berhasil digagalkan barisan pertahanan Laskar Antasari.
Pada masa tambahan waktu babak pertama, PSS Sleman memperoleh tendangan bebas di area berbahaya tak jauh dari kotak penalti Barito. Figo Dennis yang dipercaya sebagai eksekutor belum mampu mengonversi peluang tersebut menjadi gol.
Memasuki babak kedua, kedua tim kembali mencoba mengambil inisiatif serangan. Pada menit ke-53, Figo Dennis melepaskan tendangan spekulatif yang tidak ditangkap sempurna oleh kiper Barito. Bola muntah sempat dimanfaatkan Gustavo Tocantins, tetapi top skor PSS itu sudah lebih dahulu terperangkap offside.
Demi mengamankan kemenangan, baik PSS Sleman maupun PS Barito Putera melakukan sejumlah pergantian pemain. PSS memasukkan Jehan Pahlevi yang hampir menjadi penentu pada menit ke-82. Jehan sukses melewati beberapa pemain Barito di dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan, namun upayanya masih dapat ditepis kiper M. Ridho.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan tercipta dan laga berakhir dengan skor kacamata 0-0. Hasil ini membuat PS Barito Putera turun ke posisi kedua klasemen dengan koleksi 37 poin, sementara PSS Sleman harus rela berada di peringkat ketiga dengan 36 poin, sedangkan puncak klasemen putaran kedua resmi ditempati Persipura dengan 37 poin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena api misterius di Seyegan Sleman sudah muncul 87 kali dalam 12 hari. Api membakar perabot hingga mulai merembet ke area lain.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 10 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam, tarif murah Rp8.000 dan bebas macet.
Sekda DIY soroti alih fungsi lahan dan pentingnya data dalam kebijakan untuk menjaga ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
Instalasi Sunflower Angel di Candi Prambanan viral, hadirkan wisata estetik dan pengalaman seni unik yang diserbu ribuan pengunjung.
BI DIY dan TPID luncurkan MRANTASI PKK 2026 untuk tekan inflasi lewat budidaya cabai dan ketahanan pangan rumah tangga.
Menag dorong kurikulum ekoteologi di pesantren untuk bangun kesadaran cinta alam, manusia, dan Tuhan secara utuh.