Nelayan Bantul Kembali Melaut, Gelombang 4 Meter Mengintai
Nelayan Bantul kembali melaut setelah gelombang tinggi mereda. BMKG mengingatkan potensi gelombang 2,5-4 meter di perairan selatan DIY.
Catur - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sleman menggelar Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) 2026, Sabtu (7/2/2026), sebagai momentum evaluasi dan perumusan arah pengembangan olahraga prestasi di wilayah ini.
Ketua Umum KONI Sleman, Haris Sutarta, menuturkan Rakerkab menjadi ruang konsolidasi menghadapi tantangan pembinaan olahraga yang kian kompleks, termasuk persaingan antardaerah yang semakin ketat.
“Rakerkab ini menjadi forum evaluasi program kerja yang telah kami jalankan, sekaligus merumuskan langkah strategis untuk pengembangan olahraga prestasi di Kabupaten Sleman ke depan,” ujarnya.
Haris menekankan pentingnya soliditas, inovasi, dan profesionalisme seluruh pengurus KONI maupun cabang olahraga (cabor) dalam membangun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan. Menurutnya, prestasi Sleman dalam empat edisi PORDA sebelumnya harus menjadi pemicu kerja keras, bukan alasan untuk berpuas diri.
“Evaluasi mendalam pada setiap cabang olahraga mutlak dilakukan agar potensi dan hambatan bisa dipetakan secara akurat,” tambahnya.
Selain strategi pembinaan, Haris juga menyoroti tata kelola dan akuntabilitas anggaran, menekankan bahwa dana yang bersumber dari pemerintah daerah merupakan amanah publik yang harus dikelola secara transparan dan bertanggung jawab demi kemajuan olahraga dan kesejahteraan atlet.
Wakil Ketua Umum I KONI DIY, Nolik Maryono, mendorong Sleman memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini. Ia berharap Rakerkab mampu menghasilkan program kerja yang tidak hanya berorientasi pada target juara umum PORDA 2027, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi DIY pada PON 2028.
“Dengan pembinaan usia dini serta program yang efektif, dinamis, terukur, dan didukung tata kelola organisasi serta keuangan yang transparan, Sleman diyakini mampu meningkatkan prestasi dan menyumbang kekuatan bagi DIY di PON 2028,” kata Nolik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan Bantul kembali melaut setelah gelombang tinggi mereda. BMKG mengingatkan potensi gelombang 2,5-4 meter di perairan selatan DIY.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.