Strategi Jitu Antar Antonelli Perlebar Jarak di Klasemen F1
Kimi Antonelli finis podium ketiga pada F1 GP Hungaria 2026 meski start dari posisi ketujuh. Hasil ini memperlebar keunggulannya di puncak klasemen Formula 1.
Thomas Frank/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Tottenham Hotspur resmi memecat Thomas Frank pada Rabu (11/2/2026) seusai rentetan hasil buruk di Premier League 2025/2026. Keputusan ini diumumkan melalui pernyataan resmi klub dan langsung memicu sorotan terkait nilai pesangon yang mencapai sekitar Rp160 miliar.
Pemecatan Thomas Frank terjadi saat Spurs terpuruk di peringkat ke-12 klasemen sementara. Dewan Direksi menilai performa tim tidak menunjukkan progres signifikan meski dukungan finansial besar telah diberikan sejak awal musim. “Hasil dan performa tim memaksa Dewan Direksi ambil perubahan sekarang juga,” tegas pernyataan resmi klub.
Thomas Frank ditunjuk pada Juni 2025 sebagai bagian dari proyek transformasi Tottenham pasca-era Ange Postecoglou. Manajemen saat itu memberi mandat jangka panjang hingga 2028, lengkap dengan dukungan anggaran transfer dan kebebasan membangun identitas permainan. Namun, setengah musim berjalan, ekspektasi tersebut belum terpenuhi.
Statistik Tottenham di Bawah Thomas Frank
- Lima kekalahan dalam delapan laga terakhir
- Posisi klasemen: peringkat ke-12
- Konversi peluang gol hanya 12% (rata-rata liga 18%)
- Selisih 15 poin dari zona kompetisi Eropa
Data tersebut menunjukkan penurunan efektivitas lini depan dan inkonsistensi performa yang berdampak langsung pada ambisi finis di zona Eropa.
Sorotan terbesar tertuju pada nilai kompensasi pemutusan kontrak. Mengutip laporan City AM, Thomas Frank menerima sekitar £8 juta atau setara Rp160 miliar sebagai pesangon, setara satu tahun gaji penuh. Nilai ini disebut 60% lebih tinggi dibandingkan kompensasi yang diterima Postecoglou pada 2025.
Hingga kini, manajemen Spurs belum mengumumkan pelatih pengganti. Sejumlah nama seperti Graham Potter dan Andoni Iraola mulai dikaitkan sebagai kandidat kuat kursi pelatih Tottenham. Keputusan cepat dibutuhkan mengingat Spurs akan menghadapi laga krusial Derbi London Utara kontra Arsenal akhir pekan ini.
Meski berakhir prematur, klub tetap menyampaikan apresiasi atas dedikasi Frank selama memimpin tim. Namun, tekanan persaingan Premier League membuat manajemen memilih langkah tegas demi menjaga peluang musim ini tetap kompetitif. Kini, Tottenham berada di persimpangan penting: segera bangkit atau semakin tertinggal dalam perebutan tiket Eropa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kimi Antonelli finis podium ketiga pada F1 GP Hungaria 2026 meski start dari posisi ketujuh. Hasil ini memperlebar keunggulannya di puncak klasemen Formula 1.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.
Veddriq Leonardo optimistis meraih medali emas Asian Games 2026 di Jepang. Persiapan difokuskan pada teknik, fisik, dan mental.
Polisi mengekshumasi jasad korban pengeroyokan di Tabanan untuk memastikan penyebab kematian. Lima warga telah ditetapkan sebagai tersangka.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel antusias menyambut Derbi DIY melawan PSS Sleman di Super League 2026/2027 dan fokus membawa Laskar Mataram bertahan.