Sering Main HP Saat Hamil, Benarkah Bisa Pengaruhi Jantung Janin? Ini Kata Studi
Tinjauan 20 penelitian menemukan kemungkinan kaitan penggunaan HP saat hamil dengan fungsi jantung janin dan masa kehamilan. Bukti belum konklusif.
Pelatih Arsenal Mikel Arteta.
Harianjogja.com, JOGJA— Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menyoroti sejumlah kekurangan timnya setelah bermain imbang 1-1 melawan Bayer Leverkusen pada leg pertama babak 16 besar UEFA Champions League.
Meski berhasil mencuri satu poin dari laga tandang, Arteta menilai Arsenal masih memiliki sejumlah masalah, terutama terkait penyelesaian peluang dan hilangnya konsentrasi di awal babak kedua.
Ia juga menyinggung peluang emas Gabriel Martinelli yang membentur mistar gawang serta dampak positif yang diberikan Noni Madueke setelah masuk sebagai pemain pengganti.
“Pertandingan ini memiliki periode yang sangat berbeda. Kami memulai dengan cukup baik, memiliki peluang besar melalui Martinelli yang membentur mistar gawang. Pada momen-momen seperti itu, jika Anda mencetak gol, permainan akan berubah sepenuhnya dan kami memiliki dominasi tertentu, tetapi kami tidak menyelesaikan cukup banyak peluang dan itu memungkinkan serangan balik dan mereka cukup berbahaya dengan hal itu,” kata Arteta dikutip dari BBC Sport.
Arsenal Kehilangan Fokus di Awal Babak Kedua
Arsenal sebenarnya berencana langsung menekan sejak babak kedua dimulai. Namun rencana tersebut justru gagal dijalankan dengan baik.
Kelalaian lini belakang Arsenal dalam mengantisipasi situasi bola mati membuat tuan rumah mencetak gol pembuka melalui Robert Andrich pada menit ke-46.
Arteta mengaku kecewa karena situasi tersebut sebenarnya telah menjadi pembahasan tim sebelum pertandingan dimulai.
“Kami ingin memulai babak kedua dengan kuat dan yang terjadi justru sebaliknya, kami tidak memperhatikan saat kick-off, yang telah kami diskusikan sebelum pertandingan, lalu mereka mendapatkan sundulan yang jelas dan setelah itu mereka mencetak gol dan pertandingan pun berubah,” lanjutnya.
Madueke Ubah Ritme Serangan Arsenal
Saat tertinggal, Arteta melakukan beberapa penyesuaian taktis untuk mengembalikan momentum permainan. Ia meminta para pemain tetap tenang secara emosional agar tidak panik.
Perubahan strategi, terutama melalui serangan dari sektor sayap, akhirnya membantu Arsenal kembali menguasai permainan.
“Kami harus tetap tenang secara emosional dan kami mengalami peningkatan dalam beberapa perubahan, serta memiliki penguasaan bola dan ancaman yang lebih besar di sayap, dan kami menemukan cara untuk kembali ke pertandingan,” terang Arteta.
Ia juga mengakui lini pertahanan sempat kesulitan mengantisipasi pola serangan Leverkusen yang sebenarnya telah dipelajari sebelumnya.
“Kami tahu mereka punya rutinitas tertentu dan menampilkan gambar-gambar itu. Kami tidak melakukannya dan kami menanggung akibatnya,” tegas pelatih berusia 43 tahun tersebut.
Havertz Dipuji Usai Penalti Penyelamat
Momen penting yang mengubah jalannya laga terjadi pada menit-menit akhir ketika Arsenal mendapat penalti.
Kai Havertz yang maju sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan tenang dan menyamakan kedudukan.
Arteta memuji ketenangan Havertz serta kontribusi Madueke yang memberikan energi baru bagi tim.
“Sepak bola juga memiliki cerita-cerita yang sangat lucu dan menyenangkan, dan cara Kai Havertz mengeksekusi penalti sangat mengesankan. Jelas itu adalah gol penting bagi kami,” ungkap Arteta.
“Dia (Madueke) benar-benar bagus. Dia mengubah ritme, dinamika, dan ancaman serta memberikan dampak besar pada hasil pertandingan,” pungkasnya.
Leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Arsenal dan Leverkusen akan digelar di Emirates Stadium pada 18 Maret mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tinjauan 20 penelitian menemukan kemungkinan kaitan penggunaan HP saat hamil dengan fungsi jantung janin dan masa kehamilan. Bukti belum konklusif.
Bulog mengingatkan penerima tidak menjual beras bantuan pemerintah. Bantuan pangan Oktober-Desember 2026 juga direncanakan kembali disalurkan.
Mengenang konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 yang menjadi penampilan pertama dan terakhir Guruh Sukarnoputra bersama personel asli.
Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda selanjutnya menghadapi Malaysia dan Bangladesh di Grup A.
Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal pada usia 73 tahun di Jakarta.
Menaker Yassierli mendorong generasi muda memperkuat kompetensi, reskilling, upskilling, dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan dunia kerja.