Instagram Edits Punya Fitur Baru, Video Kini Bisa Pakai Dua Bahasa
Meta merilis fitur caption dwibahasa di Instagram Edits. Kreator kini bisa menjangkau audiens global dengan dua bahasa dalam satu video.
Francesco Bagnaia / Reuters- John Nazca
Harianjogja.com, JOGJA — Pebalap andalan Ducati, Francesco 'Pecco' Bagnaia, secara mengejutkan menyebut timnya kini tertinggal jauh dari rival terberat mereka, Aprilia. Pernyataan keras ini meluncur seusai ia melakoni balapan yang mengecewakan di Circuit of the Americas (COTA), Minggu (29/3/2026) dini hari WIB.
Dalam balapan tersebut, Skuad Aprilia tampil sangat dominan dengan menempatkan Marco Bezzecchi sebagai pemenang, disusul rekan setimnya Jorge Martin di podium kedua. Sebaliknya, Bagnaia justru terpuruk dan hanya mampu mengakhiri balapan di posisi ke-10. Juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 itu menegaskan bahwa motor RS-GP milik Aprilia kini menjadi standar baru yang harus dikalahkan.
“Aprilia lebih unggul, dan cukup jauh di depan. Mereka telah membuat langkah maju yang sangat besar tahun ini,” aku Bagnaia, dikutip dari laman GPOne, Selasa (31/3/2026).
Masalah Serius pada Ban dan Kelincahan
Suami dari Domizia Castagnini ini kemudian membedah secara mendalam titik lemah motor Desmosedici. Menurutnya, kunci perbedaan saat ini terletak pada kemampuan motor dalam menjaga ketahanan ban tanpa mengorbankan kecepatan puncak (top speed).
“Yang membuat perbedaan, motor Aprilia tidak membuat aus ban, bahkan saat mereka memiliki top speed tinggi. Sebelumnya, kami (pembalap Ducati) kuat dalam mengelola tingkat keausan ban. Tetapi sekarang kami dibatasi fakta bahwa motor sulit untuk melakukan cornering (menikung),” jelas pembalap yang dikabarkan bakal menyeberang ke Aprilia pada MotoGP 2027 tersebut.
Seusai mengalami kendala di tikungan, para pembalap Ducati terpaksa lebih banyak menggunakan ban belakang untuk membantu motor berbelok. Hal ini mengakibatkan degradasi ban yang sangat cepat, sehingga Bagnaia kehilangan kemampuan untuk mempertahankan kecepatan di paruh kedua balapan.
Tak hanya Aprilia, motor RC-16 milik KTM yang ditunggangi Pedro Acosta juga menunjukkan peningkatan kecepatan yang mampu menandingi Ducati. Karakter motor Ducati yang kini dinilai tidak lagi ramah terhadap ban, terutama di trek teknikal dengan banyak tikungan seperti COTA, menjadi sinyal bahaya bagi tim merah.
Seusai rangkaian hasil di Amerika ini, Ducati dituntut untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Jika tidak segera menemukan solusi atas masalah cornering dan efisiensi ban, posisi mereka sebagai penguasa klasemen konstruktor terancam digusur oleh tim asal Noale yang kian solid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meta merilis fitur caption dwibahasa di Instagram Edits. Kreator kini bisa menjangkau audiens global dengan dua bahasa dalam satu video.
KPK mengungkap keterangan awal asal uang dalam amplop yang dibawa Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby saat bertemu Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Kisah Xu Peng, aktor drama pendek China yang beralih menjadi penjual sayur setelah industri hiburan terdampak perkembangan AI, viral di media sosial.
OxygenOS dan Realme UI dikabarkan akan digantikan ColorOS. Perubahan besar ini disebut menjadi bagian strategi efisiensi Oppo Group.
Kolombia mengalahkan Ghana 1-0 di Kansas City dan memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 berkat gol tunggal Jhon Arias.
Dwayne Johnson mengungkap Disney mulai membahas Moana 3. Kesuksesan besar dua film sebelumnya membuka jalan bagi petualangan baru Moana dan Maui.