Cegah Kekerasan Seksual, Sekolah Jogja Diminta Lebih Proaktifs
Sekolah di Kota Jogja diminta memperkuat pencegahan kekerasan seksual dan perlindungan siswa melalui Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Suasana laga PSIM Jogja vs PSM Makassar di SSA Bantul pada Jumat (10/4/2026) lalu. Laga ini hanya dihadiri 1.886 penonton dari kuota 7.500 orang. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, memahami minimnya kehadiran penonton dalam laga kandang timnya. Ia menilai jadwal pertandingan yang digelar pada hari kerja, khususnya sore hari, menjadi faktor utama turunnya antusiasme suporter.
Pada laga terakhir melawan PSM Makassar di Stadion Sultan Agung, Jumat (10/4/2026), jumlah penonton tercatat hanya 1.886 orang dari kapasitas 7.500. Pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan PSIM 1-2.
“Itu hari kerja jam setengah 4 sore, saya maklum orang-orang pada kerja. Jamnya memang sulit buat fans,” ujar Van Gastel, Rabu (15/4/2026).
Ia menyayangkan kondisi tersebut karena menurutnya kehadiran suporter sangat penting bagi tim. Dukungan langsung dari tribun diyakini mampu meningkatkan motivasi pemain di lapangan.
“Biasanya stadion lebih ramai. Kita bermain juga untuk fans, jadi semoga ke depan bisa lebih banyak yang datang,” katanya.
Soroti Lini Depan
Selain soal penonton, Van Gastel juga menyoroti performa lini depan yang dinilai belum optimal. Ia menyebut para pemain masih sering kehilangan fokus saat berada di area krusial, terutama dalam pengambilan keputusan di sepertiga akhir lapangan.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya soal teknis, tetapi juga menyangkut sikap dan konsentrasi pemain saat menghadapi tekanan pertandingan.
“Sering salah ambil keputusan karena kurang fokus. Kami sudah berikan arahan dan latihan, tapi di lapangan pemain harus bisa membaca situasi dengan tepat,” jelasnya.
Jadwal Berat Menanti
PSIM kini dihadapkan pada tantangan berat dalam beberapa laga ke depan. Dalam lima pertandingan berikutnya, Laskar Mataram dijadwalkan menghadapi tim-tim kuat seperti Bhayangkara FC, Persija Jakarta, dan Persib Bandung. Selain itu, mereka juga akan menjamu Malut United pada 10 Mei mendatang.
Menghadapi rangkaian laga tersebut, Van Gastel menegaskan timnya tidak memasang target tinggi. Fokus utama saat ini adalah memastikan PSIM tetap bertahan di kompetisi dan terhindar dari zona degradasi.
Fokus Hindari Degradasi
Meski posisi tim relatif terbantu oleh raihan poin pada putaran pertama, Van Gastel mengingatkan bahwa situasi belum sepenuhnya aman. Dengan tujuh laga tersisa dan 21 poin yang masih bisa diperebutkan, segala kemungkinan masih terbuka.
“Kalau kita terus kalah dan tim bawah menang, kita tetap bisa degradasi. Jadi kita butuh tambahan poin untuk benar-benar aman,” tegasnya.
Ia juga mengakui belum puas dengan performa tim dalam beberapa laga terakhir yang cenderung menurun dibandingkan putaran pertama.
“Jujur saya tidak puas, karena kita terlalu sering kalah akhir-akhir ini,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekolah di Kota Jogja diminta memperkuat pencegahan kekerasan seksual dan perlindungan siswa melalui Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
KPK mengecek aset glamping 1,5 hektare di Ciater, Subang, yang diduga milik polisi Yayat Sudrajat dan terkait kasus suap Pemkab Bekasi.
Komisi C DPRD DIY mengecek talud bronjong 74 meter di Kali Kuning Sleman sebagai antisipasi erosi dan longsor saat musim hujan.
Krisna Septiana lolos final kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski finis peringkat 15 pada semifinal.
Polisi memperluas pemeriksaan kasus dugaan pungli food truck di Alkid Jogja. Hingga 30 September 2026, 14 orang telah dimintai keterangan.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.