Wali Kota Hasto Minta Suporter PSIM dan PSS Jaga Damai saat Derbi DIY
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta suporter PSIM dan PSS menjaga kondusivitas saat derbi DIY kembali hadir di Super League 2026/2027.
PSIM Jogja/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Rencana PSIM Jogja menjamu Persija Jakarta di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul batal terlaksana dan laga dipindah ke Bali. Pertandingan bahkan dipastikan digelar tanpa penonton.
Duel lanjutan BRI Super League 2025/2026 pada Rabu (22/4/2026) semula dijadwalkan berlangsung di SSA, Bantul. Namun, venue digeser ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, setelah mempertimbangkan berbagai faktor.
Keputusan ini tidak lepas dari keterbatasan fasilitas SSA untuk menampung lonjakan penonton. Antusiasme tinggi terhadap laga PSIM kontra Persija dinilai berisiko jika dipaksakan tetap digelar di SSA.
“Seluruh tahapan perizinan dan persiapan operasional di Stadion Sultan Agung sesungguhnya telah kami rampungkan dengan baik,” ujar Ketua Panpel PSIM Jogja, Wendy Umar Seno Aji, Minggu (19/4/2026).
Meski begitu, hasil koordinasi dengan kepolisian dan pihak terkait mengubah rencana tersebut. Faktor keamanan dan kenyamanan penonton menjadi alasan utama pemindahan lokasi.
“Kami menilai aspek keamanan dan kenyamanan harus menjadi prioritas. Kapasitas SSA saat ini belum ideal untuk menampung antusiasme besar pada laga ini,” katanya.
PSIM sempat mencari stadion alternatif yang lebih dekat dari Yogyakarta agar tetap ramah bagi suporter. Stadion Jatidiri di Semarang sempat masuk opsi, tetapi urung dipakai karena jadwal penggunaan yang berbenturan.
“Kami telah menjajaki berbagai opsi alternatif, termasuk Stadion Jatidiri. Namun karena adanya benturan jadwal, opsi tersebut belum bisa direalisasikan,” ungkapnya.
Pemindahan ke Bali dipilih sebagai jalan paling memungkinkan agar pertandingan tidak ditunda. Selain itu, keputusan laga tanpa penonton diambil untuk menghindari risiko sanksi bagi klub dari operator liga.
“Pertandingan dipindahkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta dan digelar tanpa penonton untuk menghindari sanksi administratif maupun pengurangan poin,” tegasnya.
Situasi ini membuat PSIM kehilangan dukungan langsung di tribun pada laga penting. Panitia pun meminta suporter PSIM JOgja tetap memberi dukungan dari jauh.
“Kami berharap dukungan tetap mengalir meski tidak hadir di stadion, dan ke depan laga kandang bisa kembali digelar di SSA dengan kehadiran suporter,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta suporter PSIM dan PSS menjaga kondusivitas saat derbi DIY kembali hadir di Super League 2026/2027.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.