31 Dispensasi Nikah di Jogja Jadi Dasar Lahirnya Program MALIKA
Pemkot Jogja menyiapkan program MALIKA setelah 31 dispensasi nikah diajukan pada 2024 untuk mendampingi keluarga muda dan menekan berbagai risiko.
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel. - Harian Jogja/Ariq Fajar
Harianjogja.com, JOGJA— PSIM Jogja harus tampil “di rumah orang lain” saat menghadapi Persija Jakarta dalam lanjutan Super League 2025/2026. Laga yang semula dijadwalkan di Stadion Sultan Agung, Bantul, dialihkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (22/4/2026) pukul 15.30 WIB, karena kendala perizinan dan aspek keamanan di Yogyakarta.
Pemindahan venue ini memicu kekecewaan tim pelatih dan pemain, karena laga melawan tim besar seperti Persija seharusnya menjadi daya tarik sekaligus momentum penting bagi klub dan pendukung lokal. Pelatih PSIM, Jean‑Paul Van Gastel, secara terbuka menyayangkan keputusan tersebut karena timnya gagal tampil di hadapan suporter sendiri.
“Sangat mengecewakan pertandingan ini tidak bisa digelar di Jogja. Ini momen yang sudah lama ditunggu untuk melawan tim besar seperti Persija,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (21/4/2026).
Van Gastel menilai atmosfer kandang dengan dukungan suporter dari kedua kubu seharusnya menjadi nilai tambah tersendiri. Namun, dengan laga digelar di Bali, PSIM terpaksa beradaptasi pada kondisi netral, sementara tetap berupaya mempertahankan fokus dan motivasi tim.
Meski demikian, Van Gastel menegaskan bahwa PSIM datang ke Gianyar dengan tekanan tinggi, setelah menelan tiga kekalahan beruntun yang membuat posisi mereka merosot di klasemen. Hingga pekan ke‑28, Laskar Mataram tercatat di peringkat ke‑11 dengan 38 poin, posisi di mana mereka harus segera bangkit agar tidak terperosot ke papan bawah.
Ia mengungkapkan bahwa timnya kerap gagal mempertahankan keunggulan di paruh kedua musim, meski kondisi fisik pemain tetap bagus.
“Saya tidak khawatir soal kebugaran. Pemain dalam kondisi bagus, tapi hasil di paruh kedua musim ini harus segera diperbaiki,” katanya.
Sementara itu, gelandang Ze Valente mengakui waktu persiapan cukup singkat menjelang laga penting ini. Meski demikian, ia mengaku optimistis bahwa tim mampu bersaing melawan Persija, apalagi pertandingan bakal digelar pada sore hari di stadion yang memiliki reputasi mendukung.
“Kami hanya punya waktu pemulihan yang singkat, tapi kami siap. Ini akan jadi pertandingan yang menarik,” ujarnya.
Pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi ujian penting bagi PSIM untuk membalikkan tren negatif sekaligus menjaga peluang bertahan di papan tengah klasemen Super League.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menyiapkan program MALIKA setelah 31 dispensasi nikah diajukan pada 2024 untuk mendampingi keluarga muda dan menekan berbagai risiko.
KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Tim SAR mengevakuasi 173 orang, terdiri atas 172 korban selamat dan 1 meninggal dunia.
Bareskrim menetapkan delapan awak MV King Sun sebagai tersangka penyelundupan 1.298 kg ketamin di perairan Tanjung Berakit.
Makam mertua Djaduk Ferianto di Kuncen Lama dirusak. Ahli waris menyoroti biaya perawatan, Pemkot Jogja berencana menata pengelolaannya.
Gelombang pasang menerjang Pantai Pandansimo, Bantul, membuat tiga rumah rusak berat. Warga diminta waspada gelombang tinggi.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan jalan tol harus membuka akses ke pusat ekonomi untuk mendorong investasi dan pertumbuhan.