Pemain PSIM Jogja Ungkap Momen Naik Barracuda Seusai Lawan Persib
Pemain PSIM Jogja menceritakan pengalaman unik naik barracuda usai menghadapi Persib Bandung di Stadion GBLA.
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel. - Harian Jogja/Ariq Fajar
Harianjogja.com, JOGJA— PSIM Jogja harus tampil “di rumah orang lain” saat menghadapi Persija Jakarta dalam lanjutan Super League 2025/2026. Laga yang semula dijadwalkan di Stadion Sultan Agung, Bantul, dialihkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (22/4/2026) pukul 15.30 WIB, karena kendala perizinan dan aspek keamanan di Yogyakarta.
Pemindahan venue ini memicu kekecewaan tim pelatih dan pemain, karena laga melawan tim besar seperti Persija seharusnya menjadi daya tarik sekaligus momentum penting bagi klub dan pendukung lokal. Pelatih PSIM, Jean‑Paul Van Gastel, secara terbuka menyayangkan keputusan tersebut karena timnya gagal tampil di hadapan suporter sendiri.
“Sangat mengecewakan pertandingan ini tidak bisa digelar di Jogja. Ini momen yang sudah lama ditunggu untuk melawan tim besar seperti Persija,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (21/4/2026).
Van Gastel menilai atmosfer kandang dengan dukungan suporter dari kedua kubu seharusnya menjadi nilai tambah tersendiri. Namun, dengan laga digelar di Bali, PSIM terpaksa beradaptasi pada kondisi netral, sementara tetap berupaya mempertahankan fokus dan motivasi tim.
Meski demikian, Van Gastel menegaskan bahwa PSIM datang ke Gianyar dengan tekanan tinggi, setelah menelan tiga kekalahan beruntun yang membuat posisi mereka merosot di klasemen. Hingga pekan ke‑28, Laskar Mataram tercatat di peringkat ke‑11 dengan 38 poin, posisi di mana mereka harus segera bangkit agar tidak terperosot ke papan bawah.
Ia mengungkapkan bahwa timnya kerap gagal mempertahankan keunggulan di paruh kedua musim, meski kondisi fisik pemain tetap bagus.
“Saya tidak khawatir soal kebugaran. Pemain dalam kondisi bagus, tapi hasil di paruh kedua musim ini harus segera diperbaiki,” katanya.
Sementara itu, gelandang Ze Valente mengakui waktu persiapan cukup singkat menjelang laga penting ini. Meski demikian, ia mengaku optimistis bahwa tim mampu bersaing melawan Persija, apalagi pertandingan bakal digelar pada sore hari di stadion yang memiliki reputasi mendukung.
“Kami hanya punya waktu pemulihan yang singkat, tapi kami siap. Ini akan jadi pertandingan yang menarik,” ujarnya.
Pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi ujian penting bagi PSIM untuk membalikkan tren negatif sekaligus menjaga peluang bertahan di papan tengah klasemen Super League.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemain PSIM Jogja menceritakan pengalaman unik naik barracuda usai menghadapi Persib Bandung di Stadion GBLA.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan