Pemain PSIM Jogja Ungkap Momen Naik Barracuda Seusai Lawan Persib
Pemain PSIM Jogja menceritakan pengalaman unik naik barracuda usai menghadapi Persib Bandung di Stadion GBLA.
Suasana nobar PSIM Jogja vs Persija Jakarta di Taman Budaya Embung Giwangan, Umbulharjo, Kota Jogja, pada Rabu (22/4/2026) sore. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA — Ribuan suporter PSIM Jogja dan Persija Jakarta menunjukkan kebersamaan tanpa sekat saat menggelar nonton bareng (nobar) di Taman Budaya Embung Giwangan, Rabu (22/4/2026) sore.
Meski pertandingan yang dinanti harus dipindahkan ke Gianyar, Bali akibat kendala perizinan, antusiasme suporter tetap tinggi. Mereka hadir mengenakan atribut masing-masing tim, bernyanyi bersama, dan menciptakan atmosfer layaknya di stadion.
Hujan yang sempat mengguyur lokasi tidak menyurutkan semangat para suporter. Mereka tetap bertahan hingga pertandingan usai, menikmati momen kebersamaan yang jarang terjadi antara dua kelompok suporter besar tersebut.
Kegiatan nobar ini diinisiasi oleh kelompok suporter PSIM, Brajamusti, sebagai bentuk respon atas perubahan lokasi pertandingan dari Stadion Sultan Agung Bantul ke Stadion Kapten I Wayan Dipta. Selain itu, acara ini juga menjadi bentuk penyambutan bagi suporter Persija yang sudah lebih dulu datang ke Jogja.
Koordinator wilayah Jakmania Kemayoran, Anas Malik, mengungkapkan bahwa rombongannya tetap berangkat ke Jogja meski laga tidak digelar di kota ini. Ia menyebut sekitar 200 orang datang bersama menggunakan kereta api, belum termasuk suporter lain yang datang secara mandiri.
Menurutnya, keputusan tetap berangkat diambil karena seluruh persiapan telah dilakukan jauh hari, mulai dari pengajuan cuti kerja hingga pemesanan tiket dan akomodasi. Banyak suporter bahkan telah memesan penginapan dan kendaraan sewa untuk menunjang aktivitas selama berada di Jogja.
“Daripada dibatalkan dan merugi, akhirnya kami tetap berangkat. Sekalian menikmati suasana Jogja,” ujarnya.
Momentum ini pun dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi antara Jakmania dan suporter PSIM. Selain menikmati pertandingan bersama, para suporter juga memanfaatkan waktu untuk berwisata dan mencicipi kuliner khas Jogja.
Pendukung Persija asal Bekasi, Nail Akmal, mengapresiasi sambutan hangat dari suporter PSIM yang telah memfasilitasi kegiatan nobar. Ia menilai kebersamaan ini menjadi pengganti momen menonton langsung di stadion.
Sementara itu, Presiden Brajamusti, Muslich Burhanuddin, memastikan pihaknya menyambut seluruh suporter Persija sebagai bagian dari keluarga. Ia menegaskan Jogja selalu terbuka bagi Jakmania yang datang berkunjung.
Kebersamaan ini menjadi bukti bahwa rivalitas di lapangan tidak menghalangi persaudaraan di luar pertandingan. Nobar di Giwangan pun menjadi simbol kuatnya solidaritas antar suporter sepak bola di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemain PSIM Jogja menceritakan pengalaman unik naik barracuda usai menghadapi Persib Bandung di Stadion GBLA.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan