Kasus Kematian Naura di RSUD Prambanan Berakhir Damai
Kasus kematian Naura di RSUD Prambanan disepakati selesai secara damai. Keluarga menerima penjelasan medis dan akan mencabut laporan ke Polda DIY.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya ditemui di Stadion Maguwoharjo pada Minggu (3/5/2026) malam./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Keberhasilan PSS Sleman promosi ke Super League disambut syukur oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya. Ia menyebut capaian ini sebagai berkah dari doa masyarakat dan kekompakan tim Super Elja.
Euforia promosi PSS Sleman ke Super League terasa kuat di Stadion Maguwoharjo, Minggu (3/5/2026) malam. Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menilai keberhasilan ini menjadi bukti nyata sinergi antara tim dan dukungan penuh masyarakat Bumi Sembada.
Menurut Harda, kemenangan PSS Sleman atas PSIS Semarang tidak hanya memastikan langkah ke final, tetapi juga mengunci satu tiket promosi langsung ke Super League musim depan.
Ia mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut, baik secara pribadi maupun mewakili Pemerintah Kabupaten Sleman.
"Tentu yang pertama, selaku saya Pemerintah Kabupaten Sleman dan pribadi, amat bersyukur, alhamdulillahirabbil'alamin kita haturkan kepada Allah SWT atas nikmat ini," tutur Harda ditemui di Stadion Maguwoharjo pada Minggu (3/5/2026) malam.
Harda menegaskan, keberhasilan PSS Sleman promosi ke Super League tidak terlepas dari doa masyarakat Sleman yang selama ini menginginkan tim kebanggaannya kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
"Doa seluruh masyarakat Sleman untuk PSS kembali ke Liga 1 dikabulkan, bahkan dimudahkan. Dari hasil kompetisi langsung masuk, wah ini sesuatu yang luar biasa," ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kekompakan tim yang terbentuk sejak awal musim, termasuk berbagai masukan yang diberikan untuk memperkuat soliditas skuad.
"Nah, itu tidak lepas dari semangat masyarakat Sleman dan tim yang kompak, yang kemarin pada awal-awal kita memberi masukan bagaimana tim ini bisa kompak, alhamdulillah dimudahkan untuk terwujud sehingga hari ini keinginan itu, mimpi itu terwujud. Tentu sekali lagi Pemerintah Kabupaten Sleman dan masyarakat Sleman amat sangat bersyukur," imbuhnya.
Terkait apresiasi, Harda memastikan Pemerintah Kabupaten Sleman akan memberikan dukungan kepada PSS Sleman sesuai ketentuan yang berlaku, baik dalam bentuk fasilitas maupun dukungan moral bagi manajemen tim.
"Tentu apresiasi kami lakukan terus sesuai dengan aturan yang ada. Kami tentunya kan support dari berbagai fasilitas dan dukungan moral untuk manajemen PSS," tandasnya.
Dalam waktu dekat, ia juga berencana menggelar pertemuan dengan pemilik serta pemegang saham mayoritas PSS Sleman guna membahas persiapan menghadapi Super League musim depan.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya memastikan tim dapat tampil lebih siap dan kompetitif, sekaligus menghindari pengalaman pahit terdegradasi seperti yang pernah dialami sebelumnya.
"Ini saya juga sudah merencanakan untuk ketemu pemilik, ya pemegang saham mayoritas, bagaimana rencana nanti menghadapi putaran Liga 1 ke depan," tuturnya.
"Karena saya berharap pengalaman kemarin turun kasta itu sesuatu yang sangat menyakitkan, nah itu jangan sampai terulang," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kematian Naura di RSUD Prambanan disepakati selesai secara damai. Keluarga menerima penjelasan medis dan akan mencabut laporan ke Polda DIY.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 6 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Polresta Sleman menangkap pelaku pembegalan bersenjata tajam yang merampas motor, ponsel, dan dompet milik pekerja di Pakem. Polisi segera menggelar rilis kasus
Memberi minum kepada korban kecelakaan ternyata bisa berbahaya. Simak penjelasan medis mengenai risiko tersedak, aspirasi, hingga gangguan penanganan darurat.
Gaji baru masuk tetapi saldo rekening cepat menipis? Simak empat cara mengelola pengeluaran rutin agar keuangan tetap aman hingga akhir bulan.
Amerika Serikat memberlakukan visa bond permanen hingga Rp327 juta bagi pemohon dari 50 negara, termasuk Indonesia.