Piala Presiden 2026 Libatkan 64 Klub, Erick: Ini Kekuatan Grassroot

Newswire
Newswire Kamis, 14 Mei 2026 16:57 WIB
Piala Presiden 2026 Libatkan 64 Klub, Erick: Ini Kekuatan Grassroot

Piala Presiden - Pialapresiden.id

Harianjogja.com, JAKARTA — Gelaran Piala Presiden 2026 dipastikan menjadi panggung besar bagi sepak bola akar rumput Indonesia. Turnamen edisi kedelapan ini menghadirkan 64 klub dari Liga 4 yang mewakili 38 provinsi, menjadikannya salah satu kompetisi paling masif dalam sejarah pembinaan sepak bola nasional.

Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan bahwa Piala Presiden 2026 bukan sekadar turnamen biasa, melainkan fondasi penting dalam membangun sepak bola Indonesia dari level paling bawah.

“Piala Presiden tahun ini adalah bukti sepak bola jadi alat pemersatu dan harus dibangun dari akar rumput (grassroot),” ujarnya di Jakarta, Kamis (15/5/2026).

Drawing yang telah digelar pada Rabu (13/5/2026) membagi 64 klub ke dalam 16 grup (A–P). Seluruh pertandingan fase grup akan berlangsung serentak di 16 kota mulai 30 Mei hingga 11 Juni 2026.

Dari Daerah Menuju Panggung Nasional

Menurut Erick, turnamen ini menjadi titik temu bagi klub-klub terbaik dari berbagai kompetisi daerah—mulai level kabupaten, kota, hingga provinsi. Klub-klub tersebut sebelumnya telah melalui proses panjang di liga lokal, sehingga keikutsertaan mereka di Piala Presiden menjadi bentuk apresiasi sekaligus seleksi kualitas.

“Piala Presiden bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga ruang konsolidasi pembinaan. Klub-klub yang selama ini menjadi tulang punggung pembinaan usia muda akhirnya punya panggung nasional,” jelasnya.

Ia menambahkan, sistem berjenjang seperti ini menjadi strategi utama untuk memperkuat fondasi sepak bola nasional secara berkelanjutan.

Benchmark Internasional dan Kualitas Klub

Tak hanya fokus pada kompetisi domestik, Erick Thohir juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas klub melalui perbandingan dengan standar internasional.

“Kami berpikir bagaimana sepak bola ini tidak hanya dibangun dari grassroot, tetapi kita juga harus melakukan benchmarking kualitas klub kita dengan negara-negara lain,” tegasnya.

Langkah ini dinilai penting agar klub-klub Indonesia mampu bersaing di level Asia Tenggara bahkan Asia, sekaligus mempercepat transformasi sepak bola nasional.

Buka Jalan Talenta Muda dari Daerah

Keterlibatan 64 klub dari seluruh provinsi membuka peluang besar bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka di level nasional. Piala Presiden 2026 diharapkan menjadi etalase bakat, sekaligus pintu masuk bagi talenta potensial menuju kompetisi yang lebih tinggi seperti Liga 3, Liga 2, hingga Liga 1.

Dengan skala yang semakin besar dan sistem kompetisi yang lebih terstruktur, Piala Presiden 2026 diproyeksikan menjadi tulang punggung regenerasi pemain sepak bola Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online