PSIM Bungkam Madura United, Van Gastel Soroti Babak Pertama

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Minggu, 17 Mei 2026 22:47 WIB
PSIM Bungkam Madura United, Van Gastel Soroti Babak Pertama

Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel bersama bek PSIM, Jop van der Avert saat konferensi pers usai laga versus Madura United di SSA, Bantul, pada Minggu (17/5/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, BANTUL—PSIM Jogja menutup laga kandang terakhir musim ini dengan kemenangan penting setelah menundukkan Madura United FC dengan skor 2-1 di Stadion Sultan Agung, Minggu (17/5/2026).

Kemenangan tersebut menjaga peluang Laskar Mataram untuk finis di 10 besar klasemen akhir Super League 2025/2026. Tambahan tiga poin membuat PSIM tetap bertahan di posisi ke-11 dengan koleksi 45 poin menjelang pekan terakhir musim ini.

PSIM langsung tampil agresif sejak menit awal pertandingan. Dominasi tuan rumah terlihat jelas pada babak pertama melalui permainan menyerang yang membuat Madura United kesulitan mengembangkan pola permainan.

Gol pembuka PSIM lahir pada menit ke-17 lewat aksi Pulga Vidal. Keunggulan tuan rumah kemudian bertambah setelah Muhammad Iqbal mencetak gol spektakuler melalui tendangan salto pada menit ke-33.

Skor 2-0 bertahan hingga turun minum, meski Madura United sempat mencoba keluar dari tekanan di penghujung babak pertama.

Memasuki babak kedua, Madura United tampil lebih berani demi menghindari ancaman kekalahan yang dapat memengaruhi posisi mereka di papan bawah klasemen.

Tim tamu akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-61 melalui gol yang dicetak Brandao.

Gol tersebut membuat pertandingan berjalan lebih menegangkan hingga menit akhir. Madura United terus menekan pertahanan PSIM, namun tuan rumah tetap mampu menjaga keunggulan sampai peluit panjang dibunyikan.

Van Gastel Puji Penampilan PSIM

Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel, menilai penampilan anak asuhnya pada babak pertama menjadi faktor utama kemenangan atas Madura United.

"Saya rasa di babak pertama kami bermain dengan sangat luar biasa. Kami bermain dengan sangat bagus, menciptakan banyak peluang, dan mencetak dua gol," kata Van Gastel seusai pertandingan.

Pelatih asal Belanda tersebut mengaku menikmati permainan timnya dari bangku cadangan saat PSIM tampil dominan sepanjang babak pertama.

"Jadi saya benar-benar menikmati pertandingan dari bangku cadangan. Sementara di babak kedua, kami tahu kalau mereka pasti akan tampil habis-habisan karena hasil pertandingan di Solo," katanya.

Menurut Van Gastel, PSIM mulai mengalami kesulitan menjaga ritme permainan setelah Madura United tampil lebih agresif di babak kedua.

"Alhasil, kami sedikit kesulitan untuk bermain seperti yang kami tunjukkan di babak pertama. Tapi pada akhirnya kami harus berjuang keras demi mempertahankan tiga poin ini," ucapnya.

Suporter Jadi Energi Tambahan PSIM

Bek PSIM, Jop van der Avert, turut mengapresiasi dukungan ribuan suporter yang memenuhi Stadion Sultan Agung pada laga kandang terakhir musim ini.

Menurut Jop, atmosfer stadion yang dipadati sekitar 8.000 penonton memberikan energi besar bagi para pemain sejak awal pertandingan.

"Kami tahu kalau pertandingan hari ini sold out dan kami sudah membicarakan hal itu bersama tim sebelum pertandingan dimulai. Jadi, menurut saya di babak pertama Anda bisa melihat dengan jelas bahwa para suporter memberikan kami energi yang sangat besar," kata Jop.

Ia menilai PSIM mampu membayar dukungan suporter melalui permainan efektif di babak pertama yang menghasilkan dua gol penting.

"Dan kami membalasnya dengan mencetak dua gol yang sangat bagus. Jadi, ya seperti yang dikatakan pelatih, babak pertama berjalan sangat baik," katanya.

Jop menyebut tekanan Madura United pada babak kedua sebenarnya sudah diperkirakan sejak awal pertandingan. Namun, PSIM tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga akhir laga.

"Tapi kami tetap berhasil memenangkan pertandingan ini, jadi menurut saya ini adalah tiga poin yang sangat berharga bagi kami. Tentu saja ini juga untuk para suporter," ucapnya.

Pada laga terakhir musim ini, PSIM masih memiliki peluang menembus posisi 10 besar klasemen akhir saat menghadapi Arema FC.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online