Agar Cuan, Hitung Modal Ternak Kurban Sebelum Iduladha 2026
Bisnis ternak sapi dan kambing jelang Iduladha 2026 masih menjanjikan, tetapi peternak harus menghitung modal dan risiko secara matang.
Veda Ega Pratama /Instagram
Harianjogja.com, JOGJA— Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama kembali menunjukkan performa impresif di ajang Moto3 2026 setelah berhasil finis di posisi kedelapan pada seri Catalunya. Hasil tersebut terasa spesial karena Veda memulai balapan dari posisi ke-20.
Pembalap asal Gunungkidul itu tampil konsisten sepanjang balapan dan mampu menembus persaingan ketat di kelompok depan hingga mengamankan tambahan poin penting untuk klasemen sementara.
Veda gagal menembus sesi kualifikasi kedua atau Q2 pada Sabtu (16/5/2026), sehingga harus memulai balapan dari posisi ke-20 di grid.
Namun sejak start dimulai, pembalap Honda Team Asia itu langsung tampil agresif. Pada lap pertama, ia sukses merangsek naik hingga posisi ke-13.
Performa konsisten membuat Veda terus memperbaiki posisi. Pada lap keempat ia sudah masuk 10 besar, lalu naik ke posisi kesembilan dua lap kemudian.
Persaingan ketat sempat membuatnya turun ke posisi ke-11 pada lap ke-11 setelah disalip Matteo Bertelle dan Casey O'Gorman.
Namun momentum kembali berpihak kepada Veda setelah Jesus Rios mengalami kecelakaan pada lap-lap akhir. Situasi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Veda hingga akhirnya finis di posisi kedelapan.
Usai balapan, Veda mengaku puas dengan hasil yang diraih karena mampu bangkit dari posisi start yang kurang ideal.
“Hari ini adalah balapan yang sangat bagus dan penting bagi saya. Memulai dari belakang dan berjuang kembali ke kelompok depan adalah sesuatu yang sangat positif bagi saya,” ujar Veda.
Ia menilai kecepatannya cukup kompetitif sejak awal balapan. Namun, pembalap muda Indonesia tersebut juga mengakui sempat terlalu memaksakan performa motornya.
“Saya perlu mengaturnya dengan hati-hati karena masih ada banyak lap tersisa. Memasuki lap-lap terakhir saya kembali berusaha untuk bergabung dengan rombongan depan dan berjuang hingga akhir,” katanya.
Posisi Lima Besar Klasemen Bertahan
Hasil finis kedelapan membuat Veda memperoleh tambahan delapan poin. Kini ia mengoleksi total 58 poin dan tetap bertahan di posisi kelima klasemen sementara Moto3 2026.
Sementara itu, pembalap Malaysia Hakim Danish yang finis di posisi ketujuh mengumpulkan 27 poin dan berada di posisi ke-11 klasemen.
Veda masih unggul cukup jauh dari rival Asia Tenggara tersebut dengan selisih 31 poin.
Hasil 10 Besar Moto3 Catalunya 2026
Berikut hasil 10 besar Moto3 Catalunya 2026:
- Maximo Quiles – 32 menit 28,964 detik
- Alvaro Carpe – +0,094
- David Munoz – +0,098
- Brian Uriarte – +0,128
- David Almansa – +0,552
- Marco Morelli – +0,581
- Hakim Danish – +0,623
- Veda Ega Pratama – +0,984
- Adrian Fernandez – +1,011
- Casey O'Gorman – +1,151
Bidik Hasil Lebih Baik di Mugello
Penampilan impresif di Catalunya menjadi bukti perkembangan performa Veda Ega di level internasional.
Keberhasilan finis delapan besar dari posisi start ke-20 memperlihatkan kemampuan adaptasi dan mental balap yang semakin matang dari pembalap muda Indonesia tersebut.
Seri berikutnya di Sirkuit Mugello, Italia, akan menjadi tantangan baru bagi Veda untuk kembali meraih poin penting dan menjaga persaingan di papan atas klasemen Moto3 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bisnis ternak sapi dan kambing jelang Iduladha 2026 masih menjanjikan, tetapi peternak harus menghitung modal dan risiko secara matang.
Kali ini, Astra Motor Yogyakarta hadir dalam kompetisi basket, "Basket in the Mall", yang diselenggarakan di atrium Jogja City Mall (JCM) (14-17/5).
WhatsApp iPhone kini mendukung dua akun dalam satu aplikasi lewat update versi 26.17.76 serta menghadirkan fitur Meta AI dan passkey.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Liga 1 2025/2026 usai menang dramatis atas PSM Makassar dan unggul dari Borneo FC.
Rangkaian hari kedua Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 mencatat sejarah menjadi tuan rumah International Cycling History Conference (ICHC)
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.