Laga 72 Menit Berakhir, Yusuf Gagal ke Babak Utama Malaysia Masters

Jumali
Jumali Selasa, 19 Mei 2026 14:37 WIB
Laga 72 Menit Berakhir, Yusuf Gagal ke Babak Utama Malaysia Masters

Ilustrasi bulu tangkis atau badminton - Foto dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, JOGJA— Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Muhammad Yusuf, harus menghentikan langkahnya di babak kualifikasi Malaysia Masters 2026 setelah kalah dramatis dari wakil Tiongkok, Zhu Xuan Chen, di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Selasa (19/5/2026).

Pertandingan yang berlangsung selama 72 menit itu berakhir dengan skor ketat 21-19, 16-21, dan 19-21, membuat langkah Yusuf menuju babak utama turnamen BWF Super 500 tersebut harus terhenti lebih awal.

Malaysia Masters 2026 menjadi panggung ujian berat bagi pemain muda berusia 20 tahun itu, yang tampil sebagai satu-satunya wakil Indonesia di sektor tunggal putra pada babak kualifikasi.

Sejak awal pertandingan, Yusuf sebenarnya tampil menjanjikan. Ia mampu mengimbangi permainan cepat lawannya dan bahkan berhasil mengamankan gim pertama dengan skor tipis 21-19.

Pada gim kedua, Zhu Xuan Chen mulai meningkatkan tempo permainan dan mengambil alih kendali. Yusuf dipaksa bermain lebih bertahan dan akhirnya kehilangan gim kedua dengan skor 16-21, sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke rubber game.

Di gim penentuan, pertarungan berlangsung semakin ketat. Kedua pemain saling kejar poin hingga akhir laga, namun Yusuf akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 19-21.

Selisih dua poin di gim ketiga menjadi penentu akhir pertandingan, sekaligus menggambarkan ketatnya persaingan di level turnamen internasional tersebut.

PBSI sebelumnya menurunkan sejumlah pemain muda untuk tampil di turnamen ini, termasuk Muhammad Yusuf, sebagai bagian dari regenerasi dan pembinaan atlet menuju level elite dunia.

Selain Yusuf, Indonesia juga mengirimkan wakil lain seperti Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi di sektor tunggal putri serta pasangan ganda campuran Verrel Yustin Mulia/Aisyah Salsabila Putri Pranata untuk bersaing di ajang yang sama.

Meski gagal melangkah ke babak utama, pengalaman bertanding melawan lawan tangguh dari Tiongkok dalam durasi panjang menjadi catatan penting bagi perkembangan karier Yusuf.

Pemain berusia 20 tahun itu masih memiliki peluang besar untuk berkembang di level internasional, mengingat usia muda dan kesempatan bertanding yang masih terbuka luas di berbagai turnamen BWF berikutnya.

Kekalahan ini juga menjadi bagian dari proses pembentukan mental bertanding, terutama saat menghadapi tekanan di arena besar dengan dukungan publik tuan rumah yang kuat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online