Masuk 4 Besar di Open R4-2026, Arung Jeram Sleman Punya Modal Bagus

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Selasa, 26 Mei 2026 17:37 WIB
Masuk 4 Besar di Open R4-2026, Arung Jeram Sleman Punya Modal Bagus

Tim Sleman dalam Kejuaraan Arung Jeram Open R4-2026 di Sungai Oya, Gunungkidul, Minggu (24/5/2026). - Harian Jogja/Ist

Harianjogja.com, SLEMAN—Tim arung jeram Sleman yang bermaterikan lima atlet muda berhasil masuk empat besar dalam Kejuaraan Arung Jeram Open R4-2026 di Sungai Oya, Kapanewon Patuk, Gunungkidul, Minggu (24/5/2026).

Di nomor R4 Open Rafting Race Sprint, Farel Setya Ananta, Fransisco Johan Mahendra, Raditya Putra Winasis, Junanta Eka Saputra dan Raditya Ananda Yuwana finish di urutan keempat.

Di nomor R4 Open Rafting Race Head to Head, kelima atlet yang mewakili Sleman itu juga finish di urutan keempat. Kedua hasil itu membawa Bumi Sembada duduk di peringkat empat klasemen umum dalam kejuaraan yang diikuti 10 tim di DIY.

Perwakilan Pengurus Cabang Federasi Arung Jeram Indonesia (Pengcab FAJI Sleman), Hardi Zul Fadli, menuturkan peringkat empat menjadi hasil yang mengejutkan mengingat kelima atlet itu masih tergolong pemula.

Apalagi, sebagian besar materi atletnya masih duduk di bangku sekolah. Raditya Putra dan Raditya Ananda sama-sama masih belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Berbah.

Untuk Junanta belajar di SMP Muhammadiyah 3 Depok, Johan duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Jogja sedangkan Farel merupakan tamatan SMK.

“Kelimanya juga baru berlatih sekitar sembilan hari sebelum kejuaraan berlangsung. Ini menjadi modal yang bagus bagi para atlet Sleman untuk berlaga di kejuaraan-kejuaraan berikutnya,” ujar Angelo, sapaan akrab Hardi, Selasa (26/5/2026).

Di klasemen umum, Sleman berada di bawah FAJI Bantul di urutan pertama, Mapala Trigasana ITDA Jogja di urutan kedua dan Tim Yuyu Kangkang FAJI Gunungkidul di urutan ketiga.

Di urutan keempat, Sleman mengumpulkan total skor 246 dari raihan poin 82 di nomor Sprint dan skor 164 di nomor Head to Head. Terpaut 30 poin dari Bantul yang ada di urutan pertama.

Angelo mengungkapkan kejuaraan di Oya Gunungkidul merupakan turnamen pertama yang diikuti para atlet Sleman sehingga mental bertanding benar-benar ditempa dalam pertandingan yang berlangsung selama sehari itu.

“Anak-anak masih terlihat khawatir melakukan hal yang keliru yang bisa memengaruhi skor. Ini mental bertanding yang perlu terus diasah di kejuaraan-kejuaraan selanjutnya agar rasa khawatir itu diubah jadi pelecut semangat menang,” paparnya.

Selanjutnya, atlet-atlet Sleman kembali menjalani sejumlah program latihan rutin yang biasanya digelar di Embung PIAT UGM maupun di kawasan wisata Pasiraman Opak Kalitirto, Berbah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online