Rupiah Menutup Hari di Rp17.890 Setelah Sempat Tertekan
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.890 per dolar AS pada Kamis. Tekanan berkurang dibanding pembukaan di tengah sentimen BI dan konflik AS-Iran.
Janice Tjen/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Petenis putri Indonesia Janice Tjen melanjutkan performa impresifnya di Birmingham Classic 2026. Berpasangan dengan petenis Australia Talia Gibson, Janice berhasil melaju ke perempat final nomor ganda usai menyingkirkan pasangan Tang Qianhui (Tiongkok) dan Mananchaya Sawangkaew (Thailand) dalam pertandingan yang berlangsung dominan.
Pasangan Janice/Gibson mengamankan kemenangan dua set langsung dengan skor 6-3, 6-0 hanya dalam waktu 47 menit. Hasil tersebut menjadi modal penting bagi keduanya dalam menghadapi persaingan pada turnamen lapangan rumput tersebut.
Keunggulan Janice dan Gibson terlihat sejak awal pertandingan. Berdasarkan statistik resmi WTA, mereka tampil efektif saat melakukan servis maupun saat menekan lawan dari area net. Pada set pertama, pasangan ini mampu meraih 94,1% poin dari servis pertama serta mencatatkan dua ace.
Dominasi berlanjut pada set kedua. Janice/Gibson memenangkan 90,9% poin dari servis pertama dan berhasil memaksimalkan seluruh peluang break point yang diperoleh. Mereka mengonversi tiga dari tiga kesempatan break untuk menutup set kedua tanpa memberi ruang bagi lawan mencuri gim.
Kemenangan tersebut mengantarkan Janice dan Gibson ke babak perempat final. Namun perjuangan mereka di Birmingham belum selesai. Setelah menyelesaikan laga babak pertama, pasangan ini kembali dijadwalkan bertanding menghadapi pasangan Australia-Inggris, Taylah Preston/Katie Swan, yang sebelumnya mengalahkan wakil tuan rumah Alicia Barnett/Samantha Murray Sharan.
Pertandingan perempat final ganda sempat dimulai dan berjalan selama 24 menit. Saat laga dihentikan, Janice/Gibson berada dalam posisi unggul 4-3 pada set pertama. Pertandingan kemudian ditunda dan akan dilanjutkan setelah Janice menyelesaikan agenda pertandingan di sektor tunggal.
Janice Masih Bertahan di Nomor Tunggal
Selain tampil di sektor ganda, Janice juga masih bersaing pada nomor tunggal Birmingham Classic 2026. Sebagai unggulan kedua turnamen, petenis Indonesia tersebut dijadwalkan menghadapi petenis Amerika Serikat Ashlyn Krueger pada babak 16 besar.
Krueger merupakan petenis berusia 22 tahun yang pernah menempati peringkat tertinggi karier di posisi 33 dunia. Saat ini, ia berada di peringkat 120 WTA dan berhasil melaju ke babak utama melalui jalur kualifikasi.
Sebelumnya, Janice membuka musim lapangan rumput tahun ini dengan kemenangan dramatis atas petenis Jepang Nao Hibino. Dalam pertandingan yang sempat terganggu hujan, Janice menang melalui tiga set dengan skor 6-4, 3-6, 6-2.
Keberhasilan Janice bertahan di dua sektor sekaligus menjadi ujian tersendiri dari sisi fisik maupun mental. Meski demikian, performa konsisten yang ditunjukkannya sepanjang turnamen memberikan harapan bagi tenis Indonesia untuk mencatat hasil positif di Birmingham Classic 2026.
Para pencinta tenis dapat mengikuti perkembangan pertandingan Janice melalui jadwal dan pembaruan resmi yang tersedia di kanal penyelenggara serta platform resmi WTA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.890 per dolar AS pada Kamis. Tekanan berkurang dibanding pembukaan di tengah sentimen BI dan konflik AS-Iran.
Presiden AS Donald Trump menggelontorkan dana US$5 miliar atau sekitar Rp81 triliun untuk memperluas Genesis Mission, program AI nasional yang mempercepat penem
Presiden Prabowo meminta perguruan tinggi menyiapkan SDM dan riset untuk mendukung pengembangan B50, B60, dan etanol guna memperkuat ketahanan energi.
Pemkab Bantul menargetkan 27.500 dosis vaksin PMK tuntas pada 2026 untuk menekan penyebaran penyakit pada ternak di seluruh kapanewon.
SMPN 1 Turi menyediakan loker HP di setiap kelas. Kebijakan ini membuat siswa lebih fokus belajar dan aktif bersosialisasi saat istirahat.
Mendikti Saintek Brian Yuliarto menegaskan pembentukan Universitas Republik Indonesia tidak mengubah fungsi Kemendikti Saintek.