Indonesia U-19 Kalah dari Malaysia Gara-Gara Kartu Kuning

Jumali
Jumali Kamis, 04 Juni 2026 11:27 WIB
Indonesia U-19 Kalah dari Malaysia Gara-Gara Kartu Kuning

Pemain Timnas Indonesia U-19 Arkhan Kaka/Instagram

Harianjogja.com, JOGJA— Persaingan memperebutkan tiket semifinal Piala AFF U-19 2026 mulai memanas. Timnas Indonesia U-19 untuk sementara menempati posisi kedua dalam klasemen runner-up terbaik meski memiliki catatan yang sama dengan Malaysia U-19.

Kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin dan selisih gol +3 dari laga perdana. Namun, Garuda Muda kalah dalam perhitungan poin fair play karena menerima kartu kuning lebih banyak dibandingkan Malaysia.

Situasi ini membuat peluang Indonesia menuju semifinal masih terbuka lebar, tetapi setiap pertandingan berikutnya akan menjadi sangat menentukan.

Sesuai regulasi turnamen, hanya juara dari masing-masing grup yang otomatis lolos ke semifinal. Satu tiket tersisa diberikan kepada tim runner-up terbaik dari seluruh grup.

Artinya, Indonesia tidak hanya harus bersaing di Grup A, tetapi juga harus memantau hasil pertandingan dari grup lain yang dapat memengaruhi posisi klasemen runner-up terbaik.

Pada laga pembuka, Indonesia U-19 meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Myanmar U-19 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Senin (1/6/2026) malam.

Hasil tersebut sebenarnya cukup menjanjikan. Namun, pada pertandingan lain di Grup A, Vietnam U-19 juga mencatat kemenangan identik 3-0 atas Timor Leste U-19.

Karena memiliki poin dan selisih gol yang sama, Vietnam untuk sementara berada di puncak klasemen Grup A berkat keunggulan dalam aspek fair play. Indonesia pun harus menempati posisi kedua.

Kondisi serupa terjadi dalam klasemen runner-up terbaik. Malaysia U-19 memimpin setelah menang 3-0 atas Singapura U-19 di Grup B.

Malaysia mengoleksi tiga poin dengan selisih gol +3, sama seperti Indonesia. Namun, Malaysia unggul karena tidak menerima kartu kuning dalam laga pembuka.

Sebaliknya, Indonesia mendapatkan dua kartu kuning sehingga kalah dalam perhitungan disiplin. Faktor tersebut membuat Malaysia berada di atas Garuda Muda meski statistik utama keduanya identik.

Sementara itu, posisi ketiga klasemen runner-up terbaik masih ditempati Kamboja U-19 dengan nol poin. Tim tersebut belum memainkan pertandingan karena Grup C baru memulai kompetisi pada hari berikutnya.

Bagi Indonesia, pertandingan berikutnya melawan Timor Leste U-19 menjadi sangat penting. Selain memburu kemenangan untuk menekan Vietnam dalam perebutan juara grup, Garuda Muda juga harus menjaga disiplin permainan.

Setiap kartu kuning berpotensi menjadi penentu jika nantinya terjadi kesamaan poin dan selisih gol dengan tim lain. Dalam situasi seperti sekarang, faktor fair play terbukti mampu mengubah posisi klasemen.

Persaingan menuju semifinal diperkirakan akan semakin ketat seiring berjalannya fase grup. Karena itu, Indonesia tidak hanya membutuhkan kemenangan, tetapi juga harus menjaga produktivitas gol dan meminimalkan pelanggaran yang berujung kartu.

Peluang Garuda Muda masih sangat terbuka. Namun, hasil dari grup lain dan faktor disiplin akan menjadi bagian penting yang menentukan langkah Indonesia di Piala AFF U-19 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online