Jogja Inspira Hadirkan Kolaborasi Musik, Puisi dan Sketsa
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero Mulyadi (tengah) menghadang tendangan penalti pesepak bola Timnas Oman Hatem Sultan Alrushadi (kanan) saat FIFA Match Day di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Indonesia menang atas Oman dengan skor akhir 3-0. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/agr
Harianjogja.com, JAKARTA – Kiper Emil Audero menjadi sorotan utama saat Timnas Indonesia meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Oman pada FIFA Match Day di Stadion Utama Gelora Bung Karno (Stadion Utama Gelora Bung Karno), Jumat (5/6/2026).
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menilai Emil berperan besar dalam menjaga momentum kemenangan, terutama setelah menggagalkan penalti Hatem Al-Rushadi pada menit ke-38.
“Ketika seorang kiper melakukan penyelamatan saat tim unggul 2-0, itu adalah penyelamatan yang sangat penting karena gol berikutnya bisa mengubah momentum pertandingan dengan sangat cepat,” ujar Herdman.
Selain penyelamatan penalti, Herdman juga menyoroti kemampuan Emil dalam distribusi bola yang menjadi awal dari sejumlah serangan Indonesia. Menurutnya, kiper berusia 29 tahun itu tidak hanya kuat dalam menghalau tembakan, tetapi juga aktif membangun permainan dari belakang.
Namun demikian, Herdman menegaskan bahwa kemenangan ini merupakan kerja kolektif seluruh pemain. “Saya melihat sebagian besar pemain kami benar-benar mendorong diri mereka hingga batas maksimal. Dan itu yang selalu saya minta: memberikan usaha terbaik,” katanya.
Di sisi lain, Emil Audero mengaku kuncinya adalah tetap fokus sepanjang pertandingan. Ia mencatat empat penyelamatan penting, termasuk momen krusial saat menepis penalti.
“Mengenai penyelamatan penalti itu sendiri, bagi saya yang paling penting adalah tetap fokus dan tetap berada dalam permainan,” ujar Emil.
Ia juga menekankan kerja sama lini pertahanan yang membuatnya lebih mudah menjaga gawang tetap aman. Kiper yang musim ini dipinjamkan Como ke Cremonese itu menyebut penampilannya malam ini tak lepas dari kerja keras pemain-pemain lain.
“Hari ini saya pikir kami, sebagai unit pertahanan, melakukan pekerjaan yang sangat baik,” kata kiper berusia 29 tahun itu.
“Sebagai contoh, sering kali seorang kiper melakukan penyelamatan, tetapi kemudian siapa yang lebih dulu datang menyambut bola muntah? Jika penyerang lawan yang lebih dulu datang, berarti lini pertahanan belum cukup siap,” tambah dia.
Kemenangan ini semakin bersejarah karena mengakhiri penantian panjang Indonesia yang terakhir kali mengalahkan Oman sekitar 38 tahun lalu. Tiga gol Garuda dicetak oleh Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen.
Selanjutnya, Indonesia dijadwalkan menghadapi Mozambik pada Selasa (9/6/2026) pukul 20.00 WIB di SUGBK dalam laga lanjutan FIFA Match Day.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Uni Eropa mulai mewajibkan produsen melaporkan kerentanan siber aktif dalam 24 jam dan notifikasi lengkap maksimal 72 jam.
Janice Tjen absen di Asian Games 2026 karena bentrok dengan WTA 1000 Beijing. Simak alasan dan rekam jejaknya bersama Indonesia.
Timnas Indonesia dijadwalkan melawan Yordania di Amman pada 13 November dalam persiapan menuju Piala Asia 2027.
Veda Ega Pratama bangkit dari posisi ke-15 dan finis kelima di FP2 Moto3 San Marino 2026. Brian Uriarte menjadi yang tercepat.
Memetri Kaistimewan menandai 14 tahun UUK DIY dengan kegiatan budaya, edukasi, dan kolaborasi agar nilai keistimewaan dekat dengan masyarakat.