Wisatawan Mancanegara Ramai Berburu Hidden Gems di Indonesia
Tren wisata di Indonesia bergeser ke destinasi luar kota besar. Lombok mencatat kenaikan lama menginap 68 persen, sementara Nabire mulai menarik perhatian wisat
Wasit Omar Artan/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA — Sebuah kabar mengejutkan datang menimpa wasit Omar Artan menjelang bergulirnya turnamen sepak bola terakbar di dunia.
Sosok pengadil lapangan hijau berpaspor Somalia ini dipastikan batal mengambil peran penting di Piala Dunia 2026. Hal ini terjadi setelah dirinya mendapatkan penolakan resmi untuk menginjakkan kaki di Amerika Serikat (AS).
Meskipun harus menerima kenyataan pahit tersebut, sang pengadil menegaskan bahwa dirinya enggan larut dalam kekecewaan. Ia memilih untuk tetap memelihara pola pikir positif dalam menghadapi situasi pelik ini.
Melalui sebuah rilis resmi yang dikeluarkan oleh FIFA, wasit Omar Artan menyatakan komitmennya untuk tetap tegak berdiri demi menatap kelanjutan karier profesionalnya.
“Terlepas dari keadaan yang terjadi, saya tetap dalam suasana hati yang baik dan fokus pada tantangan berikutnya dalam karier perwasitan saya,” tutur Artan, dikutip Selasa (9/6/2026).
Aksi pencekalan terhadap pria asal Afrika ini dilakukan secara langsung oleh petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP). Momen tersebut berlangsung ketika dirinya baru saja mendarat di Bandara Internasional Miami setelah menempuh penerbangan panjang dari Istanbul.
Petugas berwenang mengklaim sang pengadil tidak berhasil melewati kriteria kelayakan dokumen di area pemeriksaan tambahan. Kendati demikian, pihak agensi perbatasan sama sekali tidak membeberkan alasan spesifik di balik keputusan penolakan tersebut.
Dampak dari insiden keimigrasian ini membuat FIFA segera mengambil sikap tegas dengan mencoret namanya. Organisasi tertinggi sepak bola tersebut memastikan bahwa ia tidak akan dilibatkan dalam sesi pembekalan taktis maupun mandat memimpin laga sepanjang turnamen.
Pihak FIFA juga menggarisbawahi bahwa penegakan hukum di area perbatasan merupakan hak mutlak milik kedaulatan negara penyelenggara. Oleh sebab itu, federasi sejagat ini tidak memiliki ruang intervensi hukum untuk mencampuri kebijakan domestik tersebut.
Di balik ujian berat yang menimpanya, sang pengadil mengaku sangat tersentuh oleh besarnya gelombang simpati yang mengalir. Secara khusus, ia mengapresiasi loyalitas yang ditunjukkan oleh FIFA serta Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) selama masa sulit ini.
Ungkapan rasa terima kasih juga ia sematkan kepada pihak internal keluarga besar serta jejaring pencinta sepak bola di seluruh dunia.
“Saya berjanji akan terus menjaga standar perwasitan saya dan fokus pada masa depan,” ujarnya penuh optimisme.
Semangat tinggi yang berkobar dalam diri wasit Omar Artan menjadi bukti profesionalitasnya sebagai korps baju hitam di level internasional. Ia pun menaruh harapan besar agar dedikasinya di atas rumput hijau kelak dapat membuka pintu kesempatan emas pada ajang bergengsi lain di masa yang akan datang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tren wisata di Indonesia bergeser ke destinasi luar kota besar. Lombok mencatat kenaikan lama menginap 68 persen, sementara Nabire mulai menarik perhatian wisat
Rekonstruksi kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha diwarnai teriakan orang tua korban. Mereka menuntut hukuman maksimal bagi para tersangka.
Timnas Iran harus keluar masuk AS pada hari pertandingan selama Piala Dunia 2026. Akibat aturan imigrasi tersebut, Iran memilih bermarkas di Tijuana, Meksiko.
Bank Indonesia menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen. Kebijakan ini diambil guna memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan menarik investasi a
FIFA dan The Rolling Stones berkolaborasi menyambut Piala Dunia 2026 dengan merilis vinyl edisi terbatas, lagu remix, dan merchandise eksklusif.
Gunungkidul akan membangun dua Kampung Nelayan Merah Putih di Drini dan Sadeng dengan bantuan hingga Rp22 miliar dari KKP untuk peningkatan ekonomi nelayan.