Baterai Mobil Listrik Mahal, Hindari 3 Kesalahan Ini dari Sekarang
Cara merawat baterai mobil listrik agar lebih awet. Hindari kesalahan pengisian, suhu panas, dan kerusakan fisik pada kendaraan listrik.
Herve Renard./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA— Timnas Tunisia menjadi negara pertama yang melakukan pergantian pelatih di tengah gelaran Piala Dunia 2026. Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF) resmi menunjuk Herve Renard sebagai pelatih kepala hingga akhir turnamen setelah memutus kontrak Sabri Lamouchi.
Keputusan itu diambil menyusul kekalahan telak Tunisia dengan skor 1-5 dari Swedia pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Estadio BBVA, Minggu (14/6/2026) waktu setempat.
Pergantian tersebut sekaligus mencatatkan sejarah baru dalam putaran final Piala Dunia. Lamouchi menjadi pelatih pertama yang dipecat setelah hanya memimpin satu pertandingan pada edisi 2026.
Sebelumnya, kasus serupa terakhir terjadi pada Piala Dunia 1998 ketika Henryk Kasperczak kehilangan jabatannya setelah Tunisia menelan kekalahan beruntun dari Inggris dan Kolombia.
Meski sempat terlihat memimpin sesi latihan sehari setelah kekalahan dari Swedia, FTF akhirnya mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan Lamouchi melalui kesepakatan bersama.
Hasil Buruk Jadi Pemicu
Lamouchi sejatinya baru ditunjuk sebagai pelatih Tunisia pada Januari 2026 untuk menggantikan Sami Trabelsi. Namun, performa tim di bawah kepemimpinannya gagal menunjukkan perkembangan signifikan.
Menjelang Piala Dunia, Tunisia lebih dulu kalah 0-1 dari Austria dan dibantai 0-5 oleh Belgia dalam laga uji coba.
Dari lima pertandingan yang dijalani bersama Lamouchi, Tunisia hanya mampu meraih satu kemenangan, yakni saat menundukkan Haiti dengan skor 1-0 pada laga debut sang pelatih.
Usai kekalahan dari Swedia, Lamouchi mengakui timnya tampil jauh dari ekspektasi.
"Memulai kompetisi dengan kekalahan sebesar ini tentu sangat sulit. Kami membuat terlalu banyak kesalahan, dan itu tidak boleh terjadi," katanya dikutip dari BBC.
Menurutnya, kesalahan-kesalahan mendasar membuat Tunisia gagal bersaing dan justru menghukum diri sendiri di pertandingan penting tersebut.
Renard Dapat Misi Menyelamatkan Tunisia
Penunjukan Herve Renard membawa harapan baru bagi Tunisia. Pelatih berusia 57 tahun itu dikenal memiliki pengalaman luas di level internasional, termasuk saat menangani Maroko dan Arab Saudi.
Renard juga memiliki reputasi sebagai pelatih yang mampu membangkitkan tim dalam situasi sulit, sehingga dipercaya untuk memperbaiki performa Tunisia yang kini terdampar di dasar klasemen Grup F dengan selisih gol minus empat.
Tugas yang dihadapi Renard tidak ringan. Tunisia masih harus menjalani dua pertandingan krusial untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Mereka dijadwalkan menghadapi Jepang pada 20 Juni 2026 di Guadalupe sebelum menantang Belanda pada 25 Juni 2026 di Kansas City.
Dua laga tersebut akan menjadi penentu apakah Tunisia mampu bangkit atau justru harus mengakhiri perjalanan lebih cepat di Piala Dunia 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cara merawat baterai mobil listrik agar lebih awet. Hindari kesalahan pengisian, suhu panas, dan kerusakan fisik pada kendaraan listrik.
Enam wakil Asia belum terkalahkan di Piala Dunia 2026. Korea Selatan dan Australia menang, Jepang hingga Qatar sukses mencuri poin dari lawan kuat.
Mouse atau touchpad laptop rusak? Simak 5 cara restart laptop menggunakan keyboard dengan mudah dan cepat tanpa bantuan mouse.
Gempa M6,7 Palu tidak mengganggu distribusi BBM dan LPG. Pertamina pastikan stok aman, sementara delapan BTS terdampak telah kembali beroperasi.
Jadwal libur sekolah Juni 2026 lengkap. Siswa menikmati libur semester 15 hari mulai 27 Juni hingga 11 Juli ditambah dua hari libur nasional.
Kylian Mbappe hanya berjarak satu gol dari rekor Lionel Messi di Piala Dunia. Laga Prancis vs Senegal bisa menjadi momen bersejarah bagi sang bintang.