iPhone Air 2 Bocor, Bawa Chip 2nm dan Kamera Ultrawide 48 MP
iPhone Air 2 bocor: chip A20 Pro 2nm, kamera ultrawide 48 MP, Dynamic Island lebih kecil. Rilis kuartal I 2027. Simak detailnya.
Herve Renard./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA— Timnas Tunisia menjadi negara pertama yang melakukan pergantian pelatih di tengah gelaran Piala Dunia 2026. Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF) resmi menunjuk Herve Renard sebagai pelatih kepala hingga akhir turnamen setelah memutus kontrak Sabri Lamouchi.
Keputusan itu diambil menyusul kekalahan telak Tunisia dengan skor 1-5 dari Swedia pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Estadio BBVA, Minggu (14/6/2026) waktu setempat.
Pergantian tersebut sekaligus mencatatkan sejarah baru dalam putaran final Piala Dunia. Lamouchi menjadi pelatih pertama yang dipecat setelah hanya memimpin satu pertandingan pada edisi 2026.
Sebelumnya, kasus serupa terakhir terjadi pada Piala Dunia 1998 ketika Henryk Kasperczak kehilangan jabatannya setelah Tunisia menelan kekalahan beruntun dari Inggris dan Kolombia.
Meski sempat terlihat memimpin sesi latihan sehari setelah kekalahan dari Swedia, FTF akhirnya mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan Lamouchi melalui kesepakatan bersama.
Hasil Buruk Jadi Pemicu
Lamouchi sejatinya baru ditunjuk sebagai pelatih Tunisia pada Januari 2026 untuk menggantikan Sami Trabelsi. Namun, performa tim di bawah kepemimpinannya gagal menunjukkan perkembangan signifikan.
Menjelang Piala Dunia, Tunisia lebih dulu kalah 0-1 dari Austria dan dibantai 0-5 oleh Belgia dalam laga uji coba.
Dari lima pertandingan yang dijalani bersama Lamouchi, Tunisia hanya mampu meraih satu kemenangan, yakni saat menundukkan Haiti dengan skor 1-0 pada laga debut sang pelatih.
Usai kekalahan dari Swedia, Lamouchi mengakui timnya tampil jauh dari ekspektasi.
"Memulai kompetisi dengan kekalahan sebesar ini tentu sangat sulit. Kami membuat terlalu banyak kesalahan, dan itu tidak boleh terjadi," katanya dikutip dari BBC.
Menurutnya, kesalahan-kesalahan mendasar membuat Tunisia gagal bersaing dan justru menghukum diri sendiri di pertandingan penting tersebut.
Renard Dapat Misi Menyelamatkan Tunisia
Penunjukan Herve Renard membawa harapan baru bagi Tunisia. Pelatih berusia 57 tahun itu dikenal memiliki pengalaman luas di level internasional, termasuk saat menangani Maroko dan Arab Saudi.
Renard juga memiliki reputasi sebagai pelatih yang mampu membangkitkan tim dalam situasi sulit, sehingga dipercaya untuk memperbaiki performa Tunisia yang kini terdampar di dasar klasemen Grup F dengan selisih gol minus empat.
Tugas yang dihadapi Renard tidak ringan. Tunisia masih harus menjalani dua pertandingan krusial untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Mereka dijadwalkan menghadapi Jepang pada 20 Juni 2026 di Guadalupe sebelum menantang Belanda pada 25 Juni 2026 di Kansas City.
Dua laga tersebut akan menjadi penentu apakah Tunisia mampu bangkit atau justru harus mengakhiri perjalanan lebih cepat di Piala Dunia 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
iPhone Air 2 bocor: chip A20 Pro 2nm, kamera ultrawide 48 MP, Dynamic Island lebih kecil. Rilis kuartal I 2027. Simak detailnya.
Pemkab Gunungkidul memastikan gaji ASN dan PPPK aman hingga akhir 2026 meski belanja pegawai masih mencapai sekitar 39 persen APBD.
Hakim AS melanjutkan gugatan Reddit terhadap Perplexity AI terkait dugaan penyedotan data ilegal untuk pengembangan AI.
INDEF menilai keberhasilan pajak marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop bergantung pada integrasi data serta pengawasan pemerintah.
Basarnas mengerahkan KN SAR 249 Permadi untuk mengevakuasi penumpang KMP Mutiara Santosa 2 yang terbakar di perairan utara Sumenep.
Ketahui empat penyebab akun WhatsApp tiba-tiba logout atau terblokir serta cara mengamankannya agar terhindar dari pembajakan.