In This Ekonomi, Ini Cara Efektif Mengelola Keuangan di Tengah Inflasi
Biaya hidup yang terus meningkat menuntut pengelolaan keuangan yang lebih disiplin. Simak delapan langkah praktis agar kondisi finansial tetap aman hingga akhir
Ilustrasi balapan Formula 1 - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Kontroversi besar mengguncang Formula 1 setelah hasil Grand Prix Monako 2026 terancam kembali berubah.
Motorsports melaporkan, McLaren resmi mengajukan banding terhadap keputusan FIA yang membatalkan penalti pit-lane speeding milik pembalap Alpine, Pierre Gasly, sementara Red Bull mengambil langkah serupa demi memperjuangkan hak pembalap mudanya, Isack Hadjar.
Perselisihan ini muncul setelah pengadilan balap FIA memutuskan mencabut dua penalti lima detik yang sebelumnya dijatuhkan kepada Gasly.
Keputusan tersebut mengangkat pembalap Prancis itu kembali ke posisi ketiga dan merebut satu tempat podium yang semula menjadi milik Hadjar.
BBC mengungkapkan, dampaknya tidak hanya dirasakan Red Bull. Pembalap McLaren, Oscar Piastri, yang sebelumnya naik ke posisi keempat harus turun lagi ke posisi kelima dan kehilangan dua poin berharga dalam persaingan klasemen musim 2026.
Kesalahan Pengukuran Jadi Pangkal Masalah
Akar kontroversi berasal dari kesalahan teknis pada sistem pengukuran kecepatan di jalur pit Monako.
Berdasarkan temuan yang diajukan Formula One Management (FOM), terdapat perubahan posisi barrier di pintu masuk pit lane yang membuat panjang lintasan berkurang sekitar 77 sentimeter. Perubahan kecil tersebut ternyata berdampak besar terhadap perhitungan kecepatan otomatis.
Karena sistem menghitung batas kecepatan berdasarkan waktu tempuh pada jarak tertentu, pengurangan panjang lintasan membuat sejumlah pembalap terdeteksi melaju melebihi batas 60 km/jam, meskipun secara nyata mereka tidak melakukan pelanggaran.
Beberapa tim disebut telah menemukan kejanggalan tersebut sejak sesi latihan bebas pada Jumat. Namun, persoalan itu tidak segera diperbaiki sehingga penalti tetap dijatuhkan selama akhir pekan balapan berlangsung.
Mengapa Hanya Gasly yang Diuntungkan?
Inilah titik yang memicu kemarahan sejumlah tim. Gasly menerima penalti setelah balapan berakhir. Karena hukuman belum dijalankan saat lomba berlangsung, Alpine masih memiliki kesempatan menggunakan mekanisme peninjauan ulang atau right of review.
Sebaliknya, pembalap lain seperti Oscar Piastri, Lewis Hamilton, George Russell, dan Franco Colapinto sudah menjalani hukuman masing-masing selama balapan berlangsung. Kondisi tersebut membuat mereka kehilangan kesempatan mengajukan pembelaan serupa.
Situasi itu dinilai menciptakan ketidakadilan karena pelanggaran yang berasal dari kesalahan sistem justru menghasilkan konsekuensi berbeda bagi pembalap yang terdampak.
McLaren Soroti Integritas Kompetisi
McLaren menegaskan banding yang diajukan bukan ditujukan kepada Gasly maupun Alpine. Tim asal Inggris itu menilai persoalan utama terletak pada konsistensi penerapan regulasi. Menurut mereka, pencabutan penalti terhadap satu pembalap sementara peserta lain tetap menanggung hukuman akibat kesalahan sistem dapat merusak integritas kompetisi.
Pandangan serupa juga muncul dari Red Bull yang kehilangan peluang podium perdana bagi Isack Hadjar. Sementara Mercedes ikut mengajukan permohonan peninjauan karena George Russell dinilai kehilangan poin penting akibat hukuman drive-through yang diterimanya.
| Pembalap | Tim | Status Penalti |
|---|---|---|
| Pierre Gasly | Alpine | Penalti dibatalkan, kembali finis P3 |
| Oscar Piastri | McLaren | Penalti tetap berlaku |
| George Russell | Mercedes | Drive-through tetap berlaku |
| Lewis Hamilton | Ferrari | Penalti tetap berlaku |
| Franco Colapinto | Alpine | Penalti tetap berlaku |
Menariknya, Planet F1 menilai sebagian besar hukuman diberikan karena pelanggaran yang hanya tercatat sekitar 0,1 km/jam di atas batas kecepatan pit lane.
Menunggu Putusan Pengadilan Banding FIA
Kasus ini kini berada di tangan Pengadilan Banding FIA sebagai otoritas hukum tertinggi dalam olahraga otomotif internasional.
Keputusan yang akan diambil berpotensi berdampak besar terhadap hasil resmi GP Monako 2026, distribusi poin kejuaraan dunia, hingga kredibilitas sistem pengawasan balapan Formula 1.
Jika banding dikabulkan, FIA bisa saja dipaksa mengevaluasi seluruh penalti yang dijatuhkan akibat kesalahan pengukuran tersebut. Namun jika ditolak, kontroversi mengenai konsistensi regulasi dan keadilan kompetisi kemungkinan masih akan terus menjadi perdebatan panjang di paddock Formula 1.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Biaya hidup yang terus meningkat menuntut pengelolaan keuangan yang lebih disiplin. Simak delapan langkah praktis agar kondisi finansial tetap aman hingga akhir
Bupati Sleman Harda Kiswaya menilai konsultan pajak berperan penting mendampingi wajib pajak dan mendukung optimalisasi pendapatan negara.
Wayah Dalem HB X, RM Drasthya Wironegoro, mengajak generasi muda belajar aksara Jawa dalam Setu Sinau di kawasan Malioboro.
Putra Mahkota Arab Saudi menyampaikan kekhawatiran kepada Donald Trump terkait laporan rencana serangan besar-besaran AS terhadap Iran.
Bank Bantul memeriahkan BCE 2026 dengan layanan perbankan, hiburan, dan dukungan bagi UMKM serta literasi keuangan masyarakat.
Airbus A380 Emirates akan perdana mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada 8 Agustus 2026 untuk mendukung tur pramusim Chelsea vs AC Milan.