BBM Cepat Habis Saat Macet? Kebiasaan Eco-Driving Ini Bisa Dicoba
Simak 9 cara menghemat BBM saat berkendara di tengah kemacetan dengan eco-driving, mulai dari menjaga kecepatan hingga mengurangi idling.
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra memimpin latihan PSS./Istimewa-PSS
Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman resmi kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah hanya satu musim berlaga di divisi dua. Menyambut kompetisi Super League 2026/2027, manajemen klub langsung mengambil langkah strategis dengan menunjuk kembali Pieter Huistra sebagai pelatih kepala.
Keputusan tersebut diumumkan secara resmi oleh manajemen PSS Sleman di Omah PSS pada Kamis (18/6/2026) malam. Penunjukan ini menjadi bagian dari upaya klub menjaga kesinambungan pembangunan tim setelah sukses meraih promosi.
Manajemen menilai Huistra sebagai sosok yang memahami karakter, identitas, serta arah pengembangan PSS Sleman dalam jangka panjang.
Direktur PT Putra Sleman Sembada, Yoni Arseto, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan kebutuhan menjaga konsistensi tim.
“Kami meyakini bahwa tim yang kuat dibangun melalui konsistensi, kerja keras, dan proses yang berkelanjutan. Coach Pieter merupakan bagian penting dari proses tersebut dan memiliki pemahaman yang baik terhadap identitas, karakter, serta visi misi yang ingin diwujudkan oleh PSS Sleman,” ujar Yoni dikutip dari laman resmi klub.
Perubahan Struktur Kepelatihan
Penunjukan kembali Huistra juga diikuti penataan ulang struktur kepelatihan. Ia kini kembali memegang kendali sebagai pelatih kepala setelah sebelumnya menjabat Direktur Teknik.
Sementara itu, posisi asisten pelatih diisi oleh Ansyari Lubis, yang sebelumnya menjadi pelatih kepala saat PSS sukses promosi dari Liga 2. Perubahan ini dilakukan karena keterbatasan lisensi AFC Pro yang dimiliki staf kepelatihan.
Pada musim sebelumnya, regulasi kompetisi yang melarang pelatih asing menangani tim di kasta kedua membuat posisi Huistra dialihkan menjadi direktur teknik klub.
Rekam Jejak Pieter Huistra
Huistra bukan sosok baru di sepak bola Indonesia. Ia memiliki pengalaman panjang baik di level klub maupun tim nasional.
Sebelumnya, ia pernah menjabat Direktur Teknik Timnas Indonesia pada 2014 dan sempat menjadi pelatih interim skuad Garuda.
Di level klub, Huistra juga sukses membawa Borneo FC menjuarai seri reguler Liga 1 2023–2024, yang memperkuat reputasinya sebagai pelatih berpengalaman di kompetisi Indonesia.
Fokus Menuju Super League 2026/2027
Manajemen PSS Sleman berharap kembalinya Huistra dapat membawa stabilitas dan peningkatan performa tim di kasta tertinggi.
Yoni Arseto menegaskan bahwa seluruh elemen tim kini harus fokus pada persiapan menghadapi musim baru.
“Kini saatnya seluruh elemen tim fokus bekerja keras, mempersiapkan diri sebaik mungkin, dan menatap Super League 2026/2027 dengan optimisme serta tekad untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik bagi PSS Sleman dan seluruh pendukungnya,” katanya.
Bagi pendukung setia PSS Sleman atau Slemania, keputusan ini menjadi sinyal kuat bahwa klub ingin tampil lebih kompetitif setelah kembali ke level tertinggi sepak bola nasional. Dengan kombinasi pengalaman Huistra dan semangat promosi, Super Elja kini bersiap menghadapi tantangan baru di Super League 2026/2027.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak 9 cara menghemat BBM saat berkendara di tengah kemacetan dengan eco-driving, mulai dari menjaga kecepatan hingga mengurangi idling.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.