Jadi Wajah Promosi Piala Dunia, Diego Luna Justru Dicoret

Jumali
Jumali Kamis, 25 Juni 2026 13:17 WIB
Jadi Wajah Promosi Piala Dunia, Diego Luna Justru Dicoret

Diego Luna/Instagram: diegsterz

Harianjogja.com, JOGJA—Di tengah euforia Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, satu nama justru menjadi sorotan karena ketidakhadirannya. Diego Luna, pemain yang selama berbulan-bulan tampil dalam berbagai materi promosi turnamen, gagal masuk skuad final Timnas Amerika Serikat untuk ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Keputusan itu mengejutkan banyak pihak. Selama hampir setahun terakhir, wajah Luna muncul di berbagai kampanye pemasaran, mulai dari iklan olahraga, papan reklame berukuran besar, hingga materi promosi resmi yang tersebar di sejumlah kota di Amerika Serikat. Pemain berusia 22 tahun tersebut bahkan dianggap mewakili generasi baru sepak bola Amerika.

Namun saat pelatih Mauricio Pochettino mengumumkan daftar 26 pemain yang akan membela Amerika Serikat di Piala Dunia 2026, nama Luna tidak tercantum. Keputusan tersebut langsung memunculkan perdebatan di kalangan suporter maupun pengamat sepak bola.

Padahal, sepanjang 2025 Luna dinilai menjadi salah satu pemain yang cukup berpengaruh dalam proyek pengembangan Timnas Amerika Serikat. Bersama klubnya, Real Salt Lake, ia menunjukkan perkembangan signifikan sebagai gelandang serang yang kreatif dan agresif.

Pelatih Real Salt Lake, Pablo Mastroeni, mengaku terkejut dengan keputusan tersebut. Menurutnya, Luna bukan hanya memberikan kontribusi secara teknis, tetapi juga membawa energi positif bagi tim.

“Pada 2025, tim nasional benar-benar mengandalkannya, baik sebagai pemain menyerang maupun dari sisi mentalitas,” ujar Mastroeni, dikutip dari AP. 

Luna dikenal sebagai pemain yang berani mengambil risiko, aktif membantu serangan, dan tidak canggung tampil dalam pertandingan bertekanan tinggi. Karakter tersebut membuat banyak pihak memperkirakan dirinya akan menjadi bagian dari skuad Amerika Serikat di turnamen ini.

Meski demikian, Pochettino menegaskan bahwa keputusan pemilihan pemain tidak hanya didasarkan pada kualitas individu. Menurut pelatih asal Argentina itu, keseimbangan tim menjadi faktor utama dalam menyusun skuad.

“Keputusan akhir tidak hanya didasarkan pada bakat individu, tetapi juga keseimbangan tim, peran spesifik, dan chemistry kolektif,” kata Pochettino.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa pencoretan Luna lebih berkaitan dengan kebutuhan taktik dibandingkan performa pemain itu sendiri.

Posisi yang sebelumnya diperkirakan bisa ditempati Luna akhirnya diberikan kepada Giovanni Reyna. Gelandang yang berkarier di Eropa itu dinilai memiliki karakter permainan yang lebih sesuai dengan kebutuhan strategi Pochettino, terutama menghadapi lawan-lawan kuat di fase grup maupun babak gugur.

Selain pengalaman bermain di level kompetisi elite Eropa, Reyna juga dianggap memiliki fleksibilitas lebih besar karena mampu dimainkan di beberapa posisi berbeda. Faktor tersebut menjadi nilai tambah dalam turnamen singkat seperti Piala Dunia.

Absennya Luna menjadi bukti bahwa popularitas tidak selalu menjamin tempat di tim nasional. Meski menjadi salah satu wajah paling dikenal dalam promosi Piala Dunia 2026, ia tetap harus menerima kenyataan pahit menyaksikan turnamen dari luar lapangan.

Kini perhatian publik beralih kepada performa Amerika Serikat di Piala Dunia 2026. Sementara bagi Luna, kegagalan masuk skuad bisa menjadi motivasi untuk kembali membuktikan kualitasnya dan memperjuangkan tempat di tim nasional pada turnamen-turnamen mendatang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online