Modal Kekalahan Vs Ekuador, Jerman Waspadai Paraguay

Jumali
Jumali Senin, 29 Juni 2026 18:07 WIB
Modal Kekalahan Vs Ekuador, Jerman Waspadai Paraguay

Jerman vs Paraguay/Instagram: germanfootball_dfb


Harianjogja.com, JOGJA— Babak 32 besar Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua tim dengan karakter berbeda, yakni Jerman dan Paraguay, di Stadion Houston, Selasa (30/6/2026) pukul 03.30 WIB. Laga ini menjadi duel hidup-mati untuk memperebutkan tiket ke babak 16 besar, dengan pemenang sudah menanti dari partai Prancis kontra Swedia.

Pertandingan ini diprediksi berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit awal. Jerman datang sebagai juara Grup E dengan enam poin hasil dua kemenangan besar atas Curacao dan Pantai Gading, meski sempat terpeleset saat takluk dari Ekuador di laga terakhir. Sementara itu, Paraguay melaju sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik Grup D dengan catatan empat poin dan performa yang naik turun sepanjang fase grup.

Pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, menegaskan timnya harus segera memperbaiki kelemahan di lini belakang yang sempat terlihat rapuh pada laga terakhir. Kekalahan dari Ekuador menjadi bahan evaluasi penting jelang fase gugur yang tidak memberi ruang kesalahan. Ia menekankan pentingnya koordinasi pertahanan agar tidak memberi celah pada serangan balik lawan.

Di sisi lain, Paraguay yang ditangani Gustavo Alfaro datang dengan pendekatan pragmatis. Mereka diperkirakan akan bermain lebih defensif dan mengandalkan kecepatan transisi melalui Miguel Almirón serta kreativitas Julio Enciso. Kembalinya Almirón dari skorsing menjadi tambahan kekuatan penting bagi lini serang Paraguay yang selama fase grup masih belum konsisten dalam penyelesaian akhir.

Jerman sendiri masih mengandalkan lini serang kreatif yang dihuni Jamal Musiala, Florian Wirtz, hingga Kai Havertz. Kombinasi ini menjadi senjata utama Die Mannschaft untuk membongkar pertahanan rapat Paraguay. Namun absennya Nico Schlotterbeck akibat cedera membuat Nagelsmann harus melakukan penyesuaian di lini belakang, dengan Antonio Rüdiger dan Jonathan Tah kembali diandalkan sebagai duet bek tengah.

Secara historis, kedua tim terakhir kali bertemu di fase gugur Piala Dunia pada 2002, saat Jerman menang tipis 1-0 di babak 16 besar. Meski unggul kualitas individu dan pengalaman, Jerman tetap harus waspada terhadap gaya bermain Paraguay yang dikenal disiplin dan efektif dalam memanfaatkan peluang kecil.

Laga ini diprediksi akan berjalan dengan dominasi penguasaan bola oleh Jerman, sementara Paraguay akan menunggu momen melalui serangan balik cepat. Efektivitas penyelesaian akhir serta ketenangan di momen krusial akan menjadi faktor penentu siapa yang melangkah ke babak selanjutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online