Inggris vs Kongo: The Three Lions Diuji Parkir Bus
Inggris vs RD Kongo di 32 besar Piala Dunia 2026. Kongo dengan strategi "parkir bus" siap uji ketajaman Harry Kane.
Pertandingan Jerman vs Paraguai/ Instagram: Reuterssport
Harianjogja.com, JOGJA—Gelombang panas ekstrem diperkirakan melanda sejumlah kota di Amerika Serikat saat Piala Dunia 2026 memasuki fase gugur. Fenomena heat dome membuat suhu terasa di beberapa wilayah berpotensi menembus lebih dari empat puluh tiga derajat Celsius, sehingga memunculkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan pemain, suporter, hingga petugas pertandingan.
Sejumlah kota besar seperti Boston, Philadelphia, dan Kansas City disebut menjadi wilayah yang paling terdampak. Badan Cuaca Nasional Amerika Serikat atau National Weather Service telah mengeluarkan peringatan gelombang panas ekstrem untuk kawasan tersebut, dengan suhu yang dirasakan diperkirakan mencapai level berbahaya dalam beberapa hari ke depan.
Asisten Kepala Meteorolog Video AccuWeather, Geoff Cornish, menyebut kondisi ini sebagai salah satu gelombang panas paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Minggu ini akan sangat, sangat panas. Ini akan menjadi gelombang panas yang signifikan, sesuatu yang tidak terjadi setiap tahun,” ujarnya.
Boston juga diperkirakan mengalami kondisi serupa dengan suhu yang terasa mendekati rekor tertinggi. Situasi ini membuat banyak pihak mulai menyoroti dampaknya terhadap kelancaran turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut, yang melibatkan ribuan pemain, ofisial, dan jutaan penonton.
Ancaman bagi pemain di lapangan
Cuaca panas ekstrem bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membawa risiko kesehatan serius bagi atlet. Kondisi yang dikenal sebagai exertional heat illness dapat menyebabkan kelelahan ekstrem, dehidrasi, pusing, hingga penurunan performa secara signifikan.
Dalam kondisi lebih parah, atlet dapat mengalami exertional heat stroke yang berpotensi mengancam nyawa. Meski FIFA telah menerapkan kebijakan jeda pendinginan di tengah pertandingan, para ahli menilai risiko tetap tidak dapat diabaikan sepenuhnya.
Survei World Athletics pada 2023 mencatat sekitar tujuh puluh lima persen atlet mengaku perubahan iklim telah berdampak negatif terhadap kesehatan serta performa mereka. Dalam kondisi panas ekstrem, intensitas lari pemain cenderung menurun, tempo permainan melambat, dan risiko kelelahan meningkat lebih cepat.
Suporter dan petugas paling rentan
Selain pemain, kelompok yang dinilai paling rentan adalah suporter, relawan, dan petugas yang berada di area luar stadion. Zona penggemar, area antrean, hingga transportasi publik menjadi titik rawan paparan panas berkepanjangan.
Kondisi ini diperparah dengan aktivitas luar ruangan yang berlangsung lama, termasuk antrean masuk stadion dan kegiatan nonton bersama di ruang terbuka. FIFA sendiri dilaporkan telah menyesuaikan jadwal sejumlah fan festival di Philadelphia untuk menghindari jam-jam dengan suhu tertinggi.
Sejumlah kota penyelenggara juga mulai menambah fasilitas seperti area teduh, titik pendinginan, serta akses air minum di sekitar stadion dan lokasi publik. Namun, para ahli menegaskan bahwa kesiapan individu tetap menjadi faktor penting dalam mencegah risiko kesehatan akibat panas ekstrem.
Imbauan kesehatan
Para pakar kesehatan dan meteorologi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama gelombang panas berlangsung. Langkah pencegahan yang disarankan antara lain memperbanyak konsumsi air putih, menghindari paparan langsung sinar matahari, serta mencari tempat berpendingin.
Penggunaan pakaian longgar dan berwarna terang juga dianjurkan untuk membantu tubuh tetap sejuk. Gejala seperti pusing, mual, kelelahan berlebihan, atau berhentinya keringat harus segera diwaspadai sebagai tanda awal gangguan panas serius.
Profesor Klinis Kinesiologi Universitas Miami, Maggie Aldousany, menekankan pentingnya hidrasi sejak awal.
“Sangat penting untuk tidak menunggu sampai haus. Jika akan berada di luar ruangan dalam waktu lama, pastikan tubuh sudah terhidrasi sejak sebelumnya,” ujarnya.
Ujian baru bagi Piala Dunia
Dengan kondisi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi, Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi sepak bola, tetapi juga ujian nyata terhadap dampak perubahan iklim. Gelombang panas ini menjadi pengingat bahwa keselamatan manusia kini menjadi tantangan penting di tengah kemeriahan olahraga global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inggris vs RD Kongo di 32 besar Piala Dunia 2026. Kongo dengan strategi "parkir bus" siap uji ketajaman Harry Kane.
Studi terbaru ungkap anak lahir musim panas berisiko lebih tinggi terkena flu akibat jadwal vaksin yang tidak optimal.
Kasus DBD di Gunungkidul turun saat kemarau, namun warga tetap diminta waspada karena potensi penularan masih ada.
Maroko menyingkirkan Belanda lewat adu penalti 3-2 setelah bermain imbang 1-1 dan melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 menghadapi Kanada.
Cari city car bekas di bawah Rp100 juta? Honda Brio, Toyota Agya, Honda Jazz, Toyota Yaris, dan lainnya bisa jadi pilihan. Simak tips membeli mobil bekas!
Tiga pasangan resmi menikah dalam nikah bareng di atas moge Harley Davidson di KUA Sewon Bantul.