WhatsApp Tak Bisa Dipakai di HP Lama, Cek Daftarnya
WhatsApp memperbarui syarat minimum OS. Cek daftar HP Android dan iPhone yang tak lagi didukung serta cara mengecek versi sistem.
Saleem Al-Ashqar/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA— Kabar duka datang dari dunia sepak bola Palestina. Penjaga gawang Palestina, Saleem Al-Ashqar, dilaporkan meninggal dunia di Jalur Gaza pada awal pekan ini. Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (1/7/2026).
PFA menyebut Al-Ashqar tewas akibat tembakan yang dilepaskan pasukan Israel di wilayah Gaza. Kematian pemain berusia 32 tahun itu menambah panjang daftar korban dari kalangan olahraga Palestina sejak konflik berkepanjangan di wilayah tersebut pecah pada Oktober 2023.
Al Jazeera mengungkapkan, kepergian Al-Ashqar tidak hanya menjadi kehilangan bagi sepak bola Palestina, tetapi juga bagi keluarganya. Berdasarkan keterangan yang disampaikan PFA, ia baru menikah sekitar lima bulan lalu dan tengah menantikan kelahiran anak pertamanya. Sang istri saat ini diketahui sedang mengandung.
Kisah tersebut memicu simpati luas dari masyarakat dan komunitas olahraga internasional. Ucapan belasungkawa mengalir dari keluarga, rekan setim, hingga berbagai organisasi olahraga yang mengikuti perkembangan situasi di Gaza.
Salah satu ungkapan duka datang dari klub sepak bola asal Chile, Deportivo Palestino. Klub yang memiliki ikatan historis dengan komunitas Palestina itu menyampaikan kesedihan mendalam atas kematian Al-Ashqar.
Dalam pernyataannya, klub tersebut menyebut kematian sang kiper sebagai tragedi yang menyakitkan dan menyerukan terciptanya keadilan serta perdamaian.
PFA juga menyatakan bahwa Al-Ashqar merupakan salah satu dari ratusan tokoh olahraga Palestina yang meninggal sejak perang di Gaza berlangsung. Federasi tersebut menyebut lebih dari 1.000 atlet Palestina telah menjadi korban selama periode konflik tersebut.
Anadolu Agency mengungkapkan, sebelum meninggal dunia, Al-Ashqar dikenal sebagai penjaga gawang yang bermain untuk klub Khadamat Khan Younis di Gaza. Dalam perjalanan kariernya, ia juga sempat memperkuat sejumlah klub lokal lainnya dan menjadi bagian dari komunitas sepak bola yang terus berusaha bertahan di tengah kondisi konflik berkepanjangan.
Kematian Al-Ashqar kembali menyoroti dampak konflik terhadap dunia olahraga Palestina. Selain korban jiwa dari kalangan atlet, berbagai fasilitas olahraga di wilayah Gaza juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat perang yang masih berlangsung.
Bagi banyak penggemar sepak bola, kisah Al-Ashqar menjadi pengingat bahwa di balik kompetisi dan gemerlap olahraga dunia, masih banyak atlet yang harus menjalani karier di tengah situasi yang jauh dari kata normal. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam sekaligus harapan agar perdamaian dapat segera terwujud bagi masyarakat yang terdampak konflik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WhatsApp memperbarui syarat minimum OS. Cek daftar HP Android dan iPhone yang tak lagi didukung serta cara mengecek versi sistem.
Harga pakan ayam petelur melonjak hingga Rp8.155 per kg, membuat HPP telur Rp26.911, sementara harga jual hanya Rp19.000-Rp21.000.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta seluruh sekolah meningkatkan pengawasan siswa untuk mencegah perundungan dan mewujudkan zero bullying.
DPRD Kota Jogja mendorong pariwisata diperluas ke wilayah selatan melalui penguatan kampung wisata berbasis budaya dan ekonomi warga.
Distribusi MBG sistem prasmanan membuat istirahat kedua siswa SDN Soprayan dipangkas dari 30 menit menjadi sekitar 10 menit.
WJNC 2026 berlangsung di Malioboro hingga Titik Nol Jogja. Wisatawan memadati sepanjang rute untuk menyaksikan parade budaya.