Jorge Martin 16 Kali Jatuh, Tapi Tetap Puncaki Klasemen MotoGP 2026
Jorge Martin memimpin klasemen MotoGP 2026, tapi juga pembalap paling sering jatuh dengan 16 kali crash.
Timnas Meksiko/Instagram: miseleccionmx_en
Harianjogja.com, JOGJA— Timnas Meksiko mengambil langkah tegas di tengah persiapan menghadapi laga penting babak 16 besar Piala Dunia 2026. Seluruh pemain dan staf El Tri sepakat mengembalikan hadiah jam tangan Rolex senilai sekitar US$1 juta atau setara Rp17,9 miliar yang diberikan oleh YouTuber asal Amerika Serikat, Stephen Deleonardis atau SteveWillDoIt.
Keputusan tersebut diambil setelah muncul kekhawatiran bahwa pemberian hadiah bernilai sangat besar itu dapat bertentangan dengan ketentuan etika yang berlaku di lingkungan FIFA.
? The Mexican National Team ended up returning all the Rolex watches that YouTuber and streamer SteveWillDoIt had gifted them after winning a multimillion-dollar bet. pic.twitter.com/CesHJqZx33
— All Fútbol MX (@AllFutbolMX) July 3, 2026
Dalam Pasal 21 Kode Etik FIFA disebutkan bahwa hadiah hanya dapat diterima apabila bernilai simbolis atau tidak signifikan. Ketentuan tersebut bertujuan menjaga independensi, integritas, dan profesionalisme seluruh pihak yang terlibat dalam sepak bola internasional.
Kontroversi bermula ketika SteveWillDoIt bertemu skuad Timnas Meksiko pada Senin (29/6/2026), sehari sebelum mereka menjalani pertandingan babak 32 besar melawan Ekuador.
Dalam pertemuan tersebut, YouTuber yang dikenal melalui berbagai konten ekstrem dan aksi filantropinya itu memberikan jam tangan Rolex kepada seluruh pemain dan staf tim nasional sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan Meksiko di Piala Dunia 2026.
Nilai hadiah yang mencapai sekitar Rp17,9 miliar langsung memicu perhatian publik dan memunculkan pertanyaan terkait kesesuaiannya dengan aturan FIFA.
Di tengah perdebatan yang berkembang, para pemain Meksiko memilih mengambil langkah yang dianggap paling aman dan profesional dengan mengembalikan seluruh hadiah tersebut.
Keputusan resmi diumumkan melalui akun media sosial resmi Timnas Meksiko pada Minggu (5/7/2026).
Dalam pernyataan tersebut, federasi menegaskan bahwa hadiah diberikan sepenuhnya atas inisiatif pribadi SteveWillDoIt dan tidak pernah diminta oleh anggota tim.
"Seluruh pemain sepakat untuk mengembalikan jam tangan tersebut," demikian pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui akun resmi tim nasional Meksiko.
Langkah tersebut mendapat respons positif dari banyak pengamat sepak bola karena menunjukkan komitmen skuad Meksiko dalam menjaga integritas kompetisi di tengah sorotan dunia.
Keputusan itu juga dinilai penting untuk menghindari gangguan yang berpotensi mengalihkan konsentrasi tim menjelang pertandingan besar melawan Inggris.
Saat ini skuad asuhan Javier Aguirre tengah bersiap menghadapi Inggris dalam duel babak 16 besar yang digelar di Stadion Azteca, Meksiko.
Laga tersebut menjadi salah satu pertandingan paling dinanti pada fase gugur Piala Dunia 2026 karena mempertemukan dua tim dengan sejarah panjang di sepak bola internasional.
Bagi Meksiko, pertandingan ini menjadi kesempatan untuk melangkah ke perempat final sekaligus memanfaatkan dukungan penuh puluhan ribu suporter yang akan memadati Stadion Azteca.
Dengan polemik hadiah Rolex yang telah diselesaikan, fokus El Tri kini sepenuhnya tertuju pada upaya mengamankan tiket ke delapan besar dan melanjutkan perjalanan mereka di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jorge Martin memimpin klasemen MotoGP 2026, tapi juga pembalap paling sering jatuh dengan 16 kali crash.
KPK tegaskan pengembalian amplop oleh Menhut tidak menghapus pidana, penyidikan dugaan suap kawasan hutan Kuansing terus berjalan.
Konser Slank di Bandung hadirkan nostalgia dan dorong musisi lokal serta ekonomi kreatif berbasis komunitas.
Danais DIY bangun 146,3 km jalan desa dan rehab ratusan RTLH, dorong ekonomi serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Penembakan saat perayaan 4 Juli di Brooklyn New York melukai 8 orang termasuk anak-anak, satu korban kritis. Polisi selidiki motif.
Awan panas guguran Merapi terjadi 5 Juli 2026 ke arah Kali Putih. Status masih Siaga, warga diminta jauhi zona bahaya.