Super League Diundur, Erick Tegaskan Klub Wajib Dukung Timnas

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Kamis, 09 Juli 2026 15:17 WIB
Super League Diundur, Erick Tegaskan Klub Wajib Dukung Timnas

Ketua PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir saat ditemui di Stadion Mandala Krida, Jogja, pada Rabu (8/7/2026) sore. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA—Klub-klub peserta kompetisi sepak bola Indonesia dipastikan tidak memiliki alasan untuk menolak pemanggilan pemain ke Timnas Indonesia menjelang ASEAN Championship 2026. Ketua PSSI Erick Thohir menegaskan kepastian itu setelah jadwal Super League musim 2026/2027 dimundurkan sehingga tidak lagi berbenturan dengan agenda tim nasional.

Menurut Erick, penyesuaian kalender kompetisi merupakan langkah yang disepakati agar kepentingan liga dan Timnas Indonesia dapat berjalan selaras. Dengan perubahan tersebut, pelatih memiliki keleluasaan memanggil pemain dari klub-klub domestik tanpa kendala jadwal.

"Yang saya tahu liga sudah memundurkan jadwalnya jadi September, jadi tidak ada alasan klub-klub yang ada di Indonesia menolak pemanggilan Timnas. Kita sudah undurkan dan sudah ada kesepakatan bahwa liga dan tim nasional jalan berkesinambungan," ujar Erick saat ditemui di Stadion Mandala Krida, Jogja, pada Rabu (8/7/2026).

Pemilihan Pemain Diserahkan kepada John Herdman

Erick menegaskan PSSI tidak akan mencampuri proses penentuan pemain yang akan memperkuat skuad Garuda. Seluruh keputusan mengenai komposisi tim sepenuhnya berada di tangan pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman.

PSSI, kata dia, memberikan kewenangan penuh kepada tim pelatih untuk memilih pemain terbaik berdasarkan kebutuhan tim, termasuk dari kompetisi domestik yang kini tidak lagi berbenturan dengan agenda Timnas.

Peluang Pemain Diaspora di ASEAN Championship Terbatas

Di sisi lain, Erick mengakui peluang pemain diaspora yang berkarier di kompetisi Eropa untuk tampil pada ASEAN Championship 2026 tidak sebesar agenda resmi FIFA. Hal itu karena turnamen tersebut tidak masuk dalam kalender FIFA Match Day sehingga klub luar negeri tidak memiliki kewajiban melepas pemainnya.

"Untuk pemain yang di Eropa memang karena bukan FIFA Match Day mereka tidak bisa bergabung. Mungkin satu atau dua pemain kalau memang diizinkan klubnya bisa saja," katanya.

Meski demikian, Erick menyebut peluang bergabungnya pemain diaspora akan lebih terbuka pada agenda FIFA Match Day yang dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober mendatang. Dengan status pertandingan resmi FIFA, klub-klub di luar negeri memiliki dasar yang lebih kuat untuk melepas pemainnya.

Timnas Jalani TC di Bali

Saat ini Timnas Indonesia sedang menjalani pemusatan latihan di Gianyar, Bali, sebagai bagian dari persiapan menghadapi ASEAN Championship 2026 yang berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus.

Sebanyak 50 pemain mengikuti proses seleksi sebelum pelatih menetapkan skuad final. Indonesia dijadwalkan memulai perjalanan di turnamen tersebut dengan menghadapi Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor, pada 27 Juli.

Kiper PSIM Jogja Masuk Seleksi

Salah satu pemain yang mendapat kesempatan mengikuti pemusatan latihan adalah kiper PSIM Jogja, Cahya Supriadi. Penjaga gawang asal Karawang itu mengikuti TC yang digelar pada 5–12 Juli sebagai bagian dari seleksi menuju skuad utama Timnas Indonesia.

Cahya mengaku bersyukur kembali memperoleh kepercayaan mengenakan seragam Merah Putih dalam agenda pemusatan latihan. Fokus utamanya saat ini adalah memaksimalkan kesempatan selama berada di Bali tanpa memikirkan lebih dulu peluang masuk skuad akhir.

“Selama seminggu di Bali, saya bakal kerja keras, fokus, dan serap semua ilmu yang dikasih. Pastinya ingin masuk skuad utama buat ASEAN Championship nanti, tapi itu urusan nanti. Yang penting, saya akan bekerja keras dan menunjukkan yang terbaik,” ucap Cahya.

Persaingan di posisi penjaga gawang disebutnya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan. Kiper utama PSIM Jogja itu juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen, rekan setim, dan suporter yang terus memberikan dukungan.

Ia berharap kesempatan mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia menjadi kebanggaan sekaligus membawa nama PSIM Jogja semakin dikenal di level internasional.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online