Italia Tunjuk Maldini Pimpin Revolusi Besar Menuju Piala Dunia 2030

Jumali
Jumali Senin, 13 Juli 2026 09:07 WIB
Italia Tunjuk Maldini Pimpin Revolusi Besar Menuju Piala Dunia 2030

Paolo Maldini/Instagram: azzurri

Harianjogja.com, JOGJA—Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) resmi memulai era baru setelah menunjuk Paolo Maldini sebagai Direktur Teknis Tim Nasional Italia. Penunjukan legenda AC Milan itu menjadi bagian dari proyek besar pembenahan sepak bola Italia menyusul kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026.

Keputusan tersebut menjadi salah satu langkah strategis pertama di bawah kepemimpinan Presiden FIGC Giovanni Malago yang menggantikan Gabriele Gravina. Pergantian kepemimpinan terjadi setelah tekanan besar muncul akibat hasil buruk yang kembali membuat Italia absen dari panggung sepak bola terbesar dunia.

Maldini tidak hanya bertanggung jawab terhadap tim nasional senior. Ia akan memegang kendali pengembangan sektor teknis di seluruh kelompok umur, mulai dari pembinaan usia muda hingga integrasi menuju tim senior.

Peran tersebut menjadikan Maldini sebagai figur sentral dalam proyek jangka panjang kebangkitan Gli Azzurri.

Untuk menjalankan tugasnya, Maldini akan didampingi mantan pemain Brasil dan AC Milan, Leonardo Araujo, yang ditunjuk sebagai penasihat teknis. Kehadiran Leonardo disebut sebagai permintaan langsung dari Maldini karena kompleksitas pekerjaan yang harus dilakukan dalam proses reformasi sepak bola Italia.

Presiden FIGC Giovanni Malago menegaskan bahwa Maldini memang menjadi pilihan utamanya sejak awal menerima mandat memimpin federasi.

"Maldini selalu jadi tujuan utama saya. Saya pikir dia akan jadi orang yang tepat untuk memimpin sektor teknis di FIGC, yang tidak hanya melibatkan tim senior saja, tetapi juga semua kelompok umur," kata Malago seperti dikutip dari Football Italia.

Menurut Malago, diskusi mengenai proyek jangka panjang Italia telah berlangsung intensif selama beberapa pekan. Dalam pembicaraan tersebut, Maldini juga mengusulkan keterlibatan Leonardo sebagai bagian penting dari tim pembangunan sepak bola nasional.

"Selama dua pekan, kami bicara soal proyek-proyek, bahkan secara spesifik, dan Paolo langsung meminta saya untuk melibatkan Leonardo sebagai konsultan karena pekerjaan ini sangat menuntut," ujar Malago.

Ia menambahkan bahwa proyek tersebut tidak hanya berorientasi pada Piala Dunia 2030, tetapi juga mencakup persiapan menuju Euro 2028.

"Saya senang karena saya punya rasa hormat mendalam kepada Leonardo. Ini adalah komitmen bersama mulai dari sekarang sampai 2030, Piala Dunia berikutnya, juga Euro," lanjutnya.

Penunjukan Maldini menjadi sinyal bahwa Italia ingin memperbaiki persoalan mendasar yang selama beberapa tahun terakhir menghambat prestasi tim nasional.

Sebagai salah satu negara tersukses dalam sejarah sepak bola dunia dengan empat gelar Piala Dunia, kegagalan tampil di dua dari tiga edisi terakhir menjadi pukulan besar bagi reputasi Italia.

Sebelumnya, Italia juga gagal lolos ke Piala Dunia 2018 sebelum akhirnya kembali tampil pada edisi berikutnya. Ketidakkonsistenan tersebut memunculkan kritik terhadap sistem pembinaan pemain muda, regenerasi skuad, hingga arah pengembangan sepak bola nasional.

Maldini diharapkan mampu membawa perubahan melalui pendekatan yang lebih terintegrasi antara akademi, tim kelompok umur, dan tim senior.

Pengalamannya sebagai pemain elite dunia serta kiprahnya di level manajemen sepak bola menjadi modal penting dalam membangun fondasi baru bagi Gli Azzurri.

Selain memperbaiki sistem pembinaan, pekerjaan besar lainnya adalah menentukan sosok pelatih baru tim nasional. Italia masih harus mencari figur yang akan melanjutkan tongkat estafet kepelatihan setelah era Gennaro Gattuso berakhir.

Sejumlah nama mulai dikaitkan dengan posisi tersebut, mulai dari Roberto Mancini hingga Luciano Spalletti. Bahkan, opsi mendatangkan pelatih asing juga mulai menjadi bahan diskusi di kalangan pengamat sepak bola Italia.

Meski tantangan yang dihadapi tidak ringan, kehadiran Maldini memberikan harapan baru bagi publik Italia. Sosok yang selama puluhan tahun menjadi simbol profesionalisme dan loyalitas itu kini dipercaya memimpin upaya membangun kembali kekuatan sepak bola nasional.

Dengan dukungan penuh federasi serta proyek jangka panjang yang telah disusun hingga 2030, Italia berharap dapat mengakhiri periode sulit dan kembali menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online