Prancis vs Spanyol: Rodri Minta Yamal Tenang, Konate Ogah Terpancing

Jumali
Jumali Selasa, 14 Juli 2026 08:07 WIB
Prancis vs Spanyol: Rodri Minta Yamal Tenang, Konate Ogah Terpancing

Prancis vs Spanyol/Instagram: sefutbol

Harianjogja.com, JOGJA—Pertemuan Timnas Spanyol dan Timnas Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026 diperkirakan berlangsung jauh berbeda dibanding duel terakhir kedua negara. Jika pertemuan sebelumnya menghasilkan pesta gol, kali ini laga diprediksi berubah menjadi pertarungan taktik yang ketat dengan minim ruang bagi kedua tim untuk menyerang secara bebas.

Kapten Spanyol, Rodri Hernandez, menilai pengalaman menghadapi Prancis di masa lalu menjadi pelajaran berharga bagi La Roja. Ia tidak melihat kemungkinan pertandingan kembali berlangsung terbuka seperti saat kedua tim bertemu di UEFA Nations League yang berakhir dengan skor 5-4.

Menurut Rodri, konteks turnamen menjadi faktor utama yang membuat pertandingan kali ini berbeda. Semifinal Piala Dunia memiliki tekanan dan konsekuensi yang jauh lebih besar sehingga kedua tim diyakini akan bermain lebih sabar serta mengurangi risiko melakukan kesalahan.

"Kita tidak bisa membandingkan pertandingan di Nations League, di mana laga berakhir 5-4 setelah kami unggul 5-1, mengalihkan realita bahwa kita sekarang berada di Piala Dunia. Pertandingan Piala Dunia adalah sesuatu yang sangat berbeda," kata Rodri, dikutip dari Reuters.

Gelandang Manchester City tersebut meyakini Spanyol telah belajar dari kelemahan yang muncul pada pertemuan sebelumnya, terutama dalam menjaga keseimbangan permainan saat menghadapi serangan balik lawan.

"Saya tidak berpikir pertandingan Piala Dunia akan berjalan seterbuka Nations League dan saya tidak merasa kami akan memberi mereka terlalu banyak peluang," paparnya.

Rodri juga menyadari tantangan besar yang menanti timnya. Prancis datang ke semifinal dengan status salah satu tim terkuat di turnamen dan memiliki kualitas pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan dalam sekejap.

"Kami juga akan menghadapi Prancis yang akan tampil sangat tangguh dan sulit ditembus. Jadi saya memprediksi pertandingan akan berjalan berbeda," bebernya.

Selain membahas strategi tim, Rodri turut memberikan dukungan kepada bintang muda Spanyol, Lamine Yamal. Meski baru mencetak satu gol sepanjang Piala Dunia 2026, pemain muda Barcelona itu tetap dianggap memiliki peran vital dalam permainan La Roja.

Rodri menilai Yamal terkadang terlalu bersemangat untuk membuktikan kualitasnya. Karena itu, ia meminta rekan setimnya tersebut tetap tenang saat menghadapi laga besar melawan Prancis.

"Saya pikir ia hanya perlu lebih tenang, kadang ia terlalu cemas untuk membuktikan diri. Dia adalah pemain yang sangat penting bagi kami karena apa yang ia lakukan dengan dan tanpa bola dan ia adalah pemain yang sangat pintar," kata Rodri.

Menurutnya, kematangan Yamal terus berkembang meski usianya masih sangat muda.

"Ia memang masih 19 tahun dan itu kenapa kami harus membantunya tetap tenang dalam beberapa momen di pertandingan. Saya pikir ia menunjukkan kedewasaannya ketika tampil di Piala Eropa dan sekarang ia dua tahun lebih dewasa dan tidak terlalu terkejut dengan apa yang bisa ia lakukan," urainya.

Rodri juga memuji sikap Yamal yang dinilai selalu terbuka menerima masukan dari pemain senior.

"Dia adalah anak muda yang sangat dewasa dan masih punya ruang untuk berkembang dalam membaca pertandingan, yang merupakan hal wajar di usianya, tapi kami sudah tahu levelnya. Ia adalah anak muda yang mau mendengar, mau belajar, dan memberi contoh dengan sikapnya," pungkasnya.

Di sisi lain, suasana jelang semifinal semakin panas setelah Yamal mengeluarkan pernyataan yang menyita perhatian publik sepak bola Eropa. Pemain muda itu menegaskan Spanyol tidak memiliki alasan untuk takut menghadapi Prancis.

Kepercayaan diri tersebut didasarkan pada catatan pertemuan terbaru kedua tim yang berhasil dimenangkan La Roja.

“Dua pertemuan terakhir kami melawan mereka, kami selalu menang. Kami tidak takut. Hanya ada dua opsi, apakah mereka lolos ke final Piala Dunia tiga kali beruntun, atau kami mengalahkan mereka tiga kali secara beruntun,” kata Yamal.

Komentar itu kemudian mendapat respons dari bek Prancis, Ibrahima Konate. Pemain Liverpool tersebut menegaskan Les Bleus tidak terpengaruh oleh perang kata yang muncul menjelang pertandingan.

“Apakah Prancis takut dengan Spanyol? Tidak. Sejujurnya, kami tidak memperhatikan apapun yang dikatakan jelang pertandingan. Kami tidak perlu takut dengan siapa pun,” tegas Konate dikutip dari Goal.com.

Konate justru menilai kerendahan hati menjadi modal utama yang harus dijaga Prancis untuk tetap fokus menghadapi laga penting tersebut.

“Hal terpenting adalah mempertahankan kerendahan hati seperti saat kami memulai turnamen ini dan tidak jatuh dalam perangkap-perangkap semacam ini. Dia boleh saja bilang apapun,” kata Ibou, sapaan akrab Konate.

Bek berusia 27 tahun itu juga memastikan Prancis tidak dibayangi kekalahan 1-2 dari Spanyol pada semifinal Euro 2024. Menurutnya, fokus tim saat ini tertuju pada kekuatan kolektif La Roja, bukan hanya kepada satu pemain.

“Sejujurnya, kami belum memikirkan soal itu. Spanyol adalah tim yang bagus dengan banyak pemain di level top. Tapi, fokus kami tidak hanya satu orang pemain, tetapi seluruh tim bisa melukai Anda,” tutupnya.

Dengan saling lempar pernyataan dan kualitas pemain yang dimiliki kedua tim, semifinal Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di turnamen. Namun berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya yang berlangsung terbuka, duel kali ini berpotensi lebih banyak ditentukan oleh disiplin taktik, efektivitas memanfaatkan peluang, dan ketenangan menghadapi tekanan di panggung terbesar sepak bola dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online