Prabowo dan Narendra Modi Disambut Antusias Pelajar dan Warga Sleman
Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi disambut ratusan pelajar dan warga di Sleman saat menuju Candi Prambanan, Rabu.
PSS Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Manajemen PSS Sleman mulai menyusun kekuatan menghadapi kompetisi Super League 2026/2027 dengan mempertahankan sejumlah pemain yang berperan besar membawa Super Elang Jawa kembali promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Sejumlah nama yang dipastikan tetap berseragam PSS di antaranya Frederic Injai, Saiful Djoge, Junior Haqi, serta empat pemain lainnya.
Kepastian tersebut diumumkan langsung oleh Executive Representative PSS Sleman, Vita Subiyakti, pada Selasa (14/7/2026). Menurutnya, keputusan mempertahankan para pemain itu merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi mereka selama mengantarkan PSS kembali ke Super League.
"PSS Sleman mempertahankan sejumlah pemain yang menjadi bagian dari perjuangan Super Elja pada musim 2025/2026 hingga berhasil kembali promosi ke Super League," kata Vita.
Frederic Injai Tetap Jadi Andalan Lini Tengah
Salah satu pemain yang dipastikan bertahan adalah gelandang asal Prancis, Frederic Injai. Berdasarkan catatan laman ileague.id, Injai menjadi salah satu motor permainan PSS sepanjang musim lalu.
Dari 23 pertandingan yang dijalani pada Championship 2025/2026, Injai mencetak sembilan gol untuk Super Elja.
Produktivitasnya juga ditopang kemampuan mengalirkan bola. Ia membukukan 535 umpan sukses dari 687 operan serta menyumbangkan empat assist sepanjang musim.
Saiful Djoge Tampil Solid di Sektor Pertahanan
PSS juga memastikan bek muda asal Halmahera Utara, Saiful Djoge, tetap menjadi bagian skuad musim depan.
Pemain berusia 20 tahun itu tampil dalam 24 pertandingan Championship 2025/2026 dan lebih banyak dipercaya mengisi posisi bek kanan.
Kontribusinya di lini belakang cukup menonjol dengan catatan 30 tekel, 55 intersepsi, dan 31 sapuan. Selain itu, Djoge menghasilkan 524 umpan sukses, serta menyumbangkan satu gol dan satu assist.
Junior Haqi Tetap Dipertahankan
Nama lain yang masuk daftar pemain bertahan adalah Junior Haqi. Penyerang muda asal Tanjung Priok itu tampil dalam 14 pertandingan pada musim lalu.
Meski beberapa kali dimainkan sebagai supersub, Haqi mampu memberikan dampak positif bagi permainan PSS, bahkan menjadi pembeda pada sejumlah pertandingan.
Sepanjang musim 2025/2026, Haqi mencetak tiga gol, melepaskan empat tembakan tepat sasaran dari sembilan percobaan, serta menyumbangkan satu assist.
Arda, Kanu, Salman, dan Fariz Juga Dipastikan Bertahan
Selain Frederic Injai, Saiful Djoge, dan Junior Haqi, manajemen PSS Sleman juga memastikan Arda, Kanu, Salman, dan Fariz tetap memperkuat tim pada musim 2026/2027.
Vita menegaskan keputusan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap dedikasi para pemain selama menjalani musim promosi.
"Kepercayaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi, kerja keras, dan komitmen yang telah mereka tunjukkan sepanjang musim," ujarnya.
Ia berharap pengalaman yang telah dibangun bersama dapat menjadi modal penting bagi PSS dalam menghadapi persaingan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
"Dengan pengalaman yang telah dibangun bersama, kami berharap mereka dapat terus memberikan kontribusi dan menjadi bagian penting dalam menyongsong tantangan di musim 2026/2027," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi disambut ratusan pelajar dan warga di Sleman saat menuju Candi Prambanan, Rabu.
Kemarau memicu krisis air di Padukuhan Kemesu, Rongkop. Warga membeli air Rp120.000 per tangki sambil menunggu pasokan PDAM membaik.
Ajang bergengsi Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 resmi dibuka oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X pada Rabu (15/7/2026)
Realisasi investasi 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, melampaui target pemerintah dan menyerap 2,71 juta tenaga kerja, kata Rosan Roeslani.
Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas membahas Koperasi Desa Merah Putih. Sejumlah menteri dan pimpinan lembaga hadir di Istana.
Penelitian doktoral UI mengungkap lumut epifit berpotensi menjadi bioindikator kualitas lingkungan di kawasan urban yang terdampak polusi udara.