Tunda Beli HP Dulu, Banyak Ponsel Baru Meluncur Bulan Depan
Agustus 2026 diramaikan peluncuran smartphone baru dari Google, Poco, Honor, Vivo, iQoo, dan Oppo dengan spesifikasi unggulan.
Foto ilustrasi Motogp. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Memasuki pertengahan musim MotoGP 2026, peta persaingan di kelas premier semakin menarik untuk disimak. Hampir semua pembalap yang berlaga di grid musim ini sudah mencatatkan namanya sebagai pemenang balapan, menyusul keberhasilan Ai Ogura meraih kemenangan perdana di GP Belanda. Namun, masih ada empat nama pembalap yang hingga kini belum pernah sekalipun merasakan podium tertinggi.
Salah satu dari empat pembalap tersebut bahkan akan menjadi rekan setim Marc Marquez di Ducati Lenovo pada musim depan, sebuah fakta yang tentu menarik perhatian para penggemar balap motor di Indonesia. Siapa sajakah mereka? Berikut ulasan lengkapnya.
1. Pedro Acosta - Harapan Besar yang Belum Terwujud
Nama Pedro Acosta mungkin menjadi yang paling mengejutkan dalam daftar ini. Sejak promosi ke MotoGP pada tahun 2024, pembalap asal Spanyol yang dijuluki El Tiburon de Mazarron ini digadang-gadang sebagai calon juara dunia berikutnya. Bakat dan prestasinya di kelas-kelas sebelumnya membuat banyak pihak yakin bahwa ia akan segera meraih kemenangan perdananya di kelas premier.
Namun, kenyataan berkata lain. Hingga pertengahan musim 2026, yang berarti sudah 3,5 musim Acosta berkarier di MotoGP, ia sama sekali belum berhasil memenangi satu balapan pun. Fakta ini cukup mengejutkan mengingat pembalap-pembalap seangkatannya yang masih eksis di grid telah mencatatkan kemenangan. Fermin Aldeguer berhasil menang di GP Mandalika 2025, Raul Fernandez menangi GP Australia 2025, dan terakhir Ai Ogura meraih kemenangan perdananya di GP Belanda 2026.
Ketertinggalan Acosta dari rekan-rekan seangkatannya ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat dan penggemar MotoGP. Banyak yang mempertanyakan mengapa pembalap dengan bakat sebesar Acosta belum mampu memecahkan telur di kelas premier. Apakah ini masalah adaptasi, motor, atau faktor lain, tentu menjadi teka-teki yang menarik untuk diikuti ke depannya.
2. Luca Marini - Pengalaman Tanpa Kemenangan
Luca Marini, adik tiri dari legenda Valentino Rossi, sudah mengaspal di MotoGP sejak tahun 2021. Dengan pengalaman selama itu, wajar jika publik menaruh ekspektasi bahwa ia sudah seharusnya meraih setidaknya satu kemenangan. Namun, dari 94 kali start balapan yang telah dijalaninya, Marini hanya mampu meraih dua kali podium, keduanya terjadi saat ia membela tim VR46 Racing Team.
Dua musim terakhir justru menjadi masa yang berat bagi pembalap yang akrab disapa Maro tersebut. Ia lebih sering bertarung di luar posisi 10 besar, jauh dari persaingan di barisan depan. Kondisi ini semakin menjauhkan asanya untuk meraih kemenangan perdana di MotoGP, meskipun ia memiliki darah pembalap yang mengalir dalam keluarganya.
Bagi penggemar MotoGP di Indonesia, nama Marini tentu sudah tidak asing. Namun, catatan prestasinya yang masih nihil kemenangan menjadi bahan perbandingan yang menarik dengan pembalap-pembalap lain yang lebih muda namun sudah meraih sukses lebih awal.
3. Diogo Moreira - Rookie dengan Potensi Besar
Berbeda dengan dua nama sebelumnya, Diogo Moreira masih berstatus pendatang baru atau rookie di MotoGP. Pembalap asal Brasil ini promosi ke kelas premier dengan membawa titel juara dunia Moto2 2025, sebuah prestasi yang tidak bisa dianggap remeh. Dengan usia yang masih 22 tahun, wajar jika Moreira tidak dibebani ekspektasi berlebih untuk langsung meraih kemenangan di musim perdananya.
Moreira saat ini membela tim satelit LCR Honda, yang secara teknis bukanlah motor tercepat di grid. Meski demikian, ia sudah mencatatkan hasil finis terbaik di posisi keenam pada balapan MotoGP Hungaria 2026. Capaian ini menunjukkan bahwa ia memiliki potensi untuk terus berkembang, dan kemenangan perdana mungkin hanya masalah waktu baginya.
Perjalanan Moreira di MotoGP masih panjang, dan ia memiliki kesempatan besar untuk mencatatkan namanya sebagai pemenang balapan di masa depan.
4. Toprak Razgatlioglu - Juara Dunia Superbike yang Kesulitan di MotoGP
Nama Toprak Razgatlioglu mungkin sudah sangat familiar di telinga pecinta balap motor. Pembalap asal Turki ini adalah tiga kali juara dunia World Superbike, sebuah prestasi yang sangat mengesankan. Namun, keputusannya untuk pindah ke MotoGP pada tahun 2026 membawanya ke tantangan yang sangat berbeda.
Bersama tim Pramac Racing Yamaha, Razgatlioglu harus berhadapan dengan motor Yamaha YZR-M1 yang dikenal kurang kompetitif dibandingkan motor-motor pabrikan lain seperti Ducati atau Aprilia. Kondisi ini membuat pembalap berusia 29 tahun tersebut lebih sering bertarung di luar 10 besar, jauh dari persaingan podium.
Sebagai seorang rookie di MotoGP, wajar jika Razgatlioglu membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Namun, dengan reputasi yang ia bawa dari World Superbike, banyak pihak berharap ia bisa memberikan kejutan lebih cepat. Sayangnya, kenyataan di lintasan berkata lain, dan ia masih harus berjuang keras untuk meraih kemenangan perdananya di kelas premier.
Tantangan Menuju Kemenangan Perdana
Keempat pembalap ini memiliki cerita dan tantangan masing-masing dalam upaya mereka meraih kemenangan perdana di MotoGP. Bagi Acosta, ini adalah tentang bagaimana mengubah potensi besar menjadi hasil nyata. Bagi Marini, ini tentang bagaimana bangkit dari masa sulit dan menemukan kembali performa terbaiknya. Sementara bagi Moreira dan Razgatlioglu, ini adalah tentang proses adaptasi dan pembelajaran di kelas tertinggi balap motor dunia.
Perjalanan menuju kemenangan perdana di MotoGP memang tidak pernah mudah. Banyak pembalap berbakat yang harus menunggu bertahun-tahun sebelum akhirnya merasakan podium tertinggi. Namun, setiap balapan adalah kesempatan baru, dan siapa tahu, salah satu dari empat nama ini akan segera memecahkan rekor nihil mereka dalam waktu dekat. Penggemar MotoGP di Indonesia tentu akan terus menyimak perjuangan mereka di setiap seri balapan yang bergulir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Agustus 2026 diramaikan peluncuran smartphone baru dari Google, Poco, Honor, Vivo, iQoo, dan Oppo dengan spesifikasi unggulan.
UBS Global Wealth Report 2026 mencatat kekayaan dunia tumbuh 10,8 persen pada 2025. Swiss masih menjadi negara dengan rata-rata kekayaan tertinggi.
Meta gelontorkan Rp2.617 triliun untuk bangun infrastruktur AI. Laba turun, saham sempat merosot. Visi personal superintelligence Zuckerberg harus dibayar mahal
Lansia berusia 70 tahun ditemukan meninggal di hotel kawasan Parangtritis, Bantul. Polisi menyebut tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Daftar laptop baterai paling awet versi CNET: HP OmniBook 3 16 rekor 34 jam! Persaingan ketat antara Qualcomm, Intel, dan Apple. Simak selengkapnya di sini.
Perdebatan mengenai sponsor ARTJOG ramai bergulir di media sosial menjelang pembukaan pameran pada 19 Juni 2026 lalu. Warganet menyebut lebaran seni ini mulai k