Rahasia Mobil Lebih Irit Ternyata Ada pada Tekanan Angin Ban
Tekanan angin ban yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat membuat mobil boros BBM dan meningkatkan risiko kecelakaan. Simak tekanan ban ideal dan manfaat
Nguyen Xuan Son atau Rafaelson Bezerra Fernandes. (Nomor 12)/Instagram: aseanutdfc
Harianjogja.com, JOGJA— Status Timnas Indonesia sebagai skuad dengan nilai pasar tertinggi di Piala AFF 2026 memicu perbincangan di kalangan pencinta sepak bola Asia Tenggara. Data Transfermarkt yang menempatkan Skuad Garuda di posisi teratas bahkan mendapat respons langsung dari striker naturalisasi Vietnam, Nguyen Xuan Son atau yang lebih dikenal sebagai Rafaelson Bezerra Fernandes.
Penyerang kelahiran Brasil tersebut mempertanyakan penilaian yang diberikan Transfermarkt terhadap para pemain Vietnam. Menurutnya, nilai pasar yang tercantum belum menggambarkan kualitas sebenarnya dari rekan-rekannya di Timnas Vietnam.
Perdebatan mengenai market value kedua tim mencuat setelah Indonesia dan Vietnam sama-sama menjadi sorotan pada ajang Piala AFF 2026.
Indonesia Jadi Tim dengan Nilai Pasar Tertinggi
Berdasarkan data Transfermarkt, Timnas Indonesia memiliki total nilai pasar mencapai 9,43 juta euro atau sekitar Rp195,16 miliar.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan seluruh peserta Piala AFF 2026.
Sementara itu, Timnas Vietnam berada di bawah Indonesia dengan total market value sebesar 6,63 juta euro atau setara Rp137,21 miliar.
Meski fase grup telah berakhir, perbandingan nilai pasar kedua tim masih menjadi topik hangat yang ramai dibahas di media sosial.
Rafaelson Minta Transfermarkt Koreksi Data
Respons menarik datang dari Rafaelson setelah akun Instagram @seasiagoal mengunggah informasi mengenai nilai pasar tim-tim peserta Piala AFF 2026.
Striker Vietnam tersebut secara terbuka menyampaikan keberatannya melalui kolom komentar.
"Hallo, Transfermarkt. Saya rasa Anda perlu mengoreksi market value tersebut. Itu tidak benar. Tolong lihatlah nilai dari rekan-rekan saya," tulis Rafaelson.
Komentar itu langsung menarik perhatian penggemar sepak bola Asia Tenggara karena datang dari pemain dengan nilai pasar tertinggi di skuad Vietnam.
Pernyataan Rafaelson juga muncul tidak lama setelah Vietnam sukses mengalahkan Indonesia dengan skor 3-0 pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 yang berlangsung pada 3 Agustus 2026.
Naturalisasi Dongkrak Nilai Pasar Timnas Indonesia
Tingginya market value Timnas Indonesia tidak lepas dari komposisi pemain yang dimiliki skuad asuhan John Herdman.
Dalam daftar pemain yang dipanggil ke Piala AFF 2026, terdapat sedikitnya 12 pemain naturalisasi yang berkontribusi besar terhadap total nilai pasar Garuda.
Nama yang memiliki nilai pasar tertinggi sebenarnya adalah Justin Hubner, bek keturunan Indonesia-Belanda yang saat ini berstatus pemain Fortuna Sittard.
Namun Hubner tidak tampil di Piala AFF 2026 karena tidak mendapatkan izin dari klubnya.
Thom Haye hingga Sandy Walsh Masuk Daftar Teratas
Selain Justin Hubner, sejumlah pemain lain juga menjadi penyumbang besar nilai pasar Timnas Indonesia.
Beberapa di antaranya adalah:
Kehadiran pemain-pemain tersebut membuat Timnas Indonesia memiliki total nilai pasar yang melampaui negara-negara lain di Asia Tenggara.
Rafaelson Jadi Pemain Termahal Vietnam
Di kubu Vietnam, Rafaelson masih menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi.
Penyerang yang kini menggunakan nama Vietnam Nguyen Xuan Son itu memiliki nilai pasar sebesar 550 ribu euro atau sekitar Rp11,38 miliar.
Di bawahnya terdapat kapten Timnas Vietnam Nguyen Quang Hai dengan nilai pasar 400 ribu euro atau sekitar Rp8,27 miliar.
Sementara Tien Anh Truong menempati posisi berikutnya dengan nilai pasar 275 ribu euro atau sekitar Rp5,6 miliar.
Meski menjadi pemain termahal Vietnam, Rafaelson tetap menilai harga pasar yang diberikan kepada rekan-rekan setimnya belum mencerminkan kemampuan mereka secara menyeluruh.
Nilai Pasar Tak Selalu Menentukan Hasil
Perbandingan market value Indonesia dan Vietnam menjadi salah satu cerita menarik di Piala AFF 2026.
Namun hasil di lapangan menunjukkan bahwa nilai pasar bukan satu-satunya faktor yang menentukan kekuatan tim.
Vietnam berhasil membuktikan kualitasnya dengan menaklukkan Indonesia 3-0 pada fase grup meski memiliki total nilai pasar lebih rendah.
Karena itu, perdebatan mengenai market value terus menjadi bahan diskusi di kalangan suporter kedua negara. Di satu sisi, Indonesia unggul secara nilai pasar, tetapi Vietnam mampu menunjukkan efektivitas dan performa yang lebih baik ketika kedua tim bertemu di lapangan.
Persaingan antara Timnas Indonesia dan Vietnam pun diperkirakan masih akan menjadi salah satu rivalitas paling menarik di sepak bola Asia Tenggara dalam beberapa tahun ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tekanan angin ban yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat membuat mobil boros BBM dan meningkatkan risiko kecelakaan. Simak tekanan ban ideal dan manfaat
Dinkes Bantul menegaskan anak yang sudah keluar dari kategori stunting tetap berisiko kembali mengalami stunting. Pemantauan dan intervensi berkelanjutan menjad
Marco Bezzecchi mengaku belum pulih 100 persen dari cedera jelang MotoGP Inggris 2026 di Silverstone. Rider Aprilia itu memilih memasang target realistis setela
Timnas Indonesia wajib menang lawan Singapura di laga pamungkas Grup A Piala AFF 2026. Hasil imbang atau kalah akan mengakhiri langkah Garuda.
Mobil PHEV menawarkan efisiensi bahan bakar, tetapi memiliki sejumlah kekurangan mulai dari harga mahal hingga perawatan baterai yang perlu diperhatikan.
Rafaelson memprotes nilai pasar Timnas Vietnam versi Transfermarkt setelah Indonesia tercatat sebagai skuad termahal di Piala AFF 2026.