Kemenag Siapkan Rp4,1 Triliun untuk BOS Madrasah Tahap II 2026
Kemenag menyiapkan Rp4,1 triliun untuk BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026. Bantuan menyasar 52.000 madrasah swasta dan 31.000 RA.
Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan melakukan angkatan clean and jerk kelas 65kg putra saat SEA Games 2025 di Chon Buri Sports Schools, Chon Buri, Thailand, Minggu (14/12/2025).ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/agr
Harianjogja.com, JAKARTA—Lifter senior Indonesia Eko Yuli Irawan berpeluang mencatatkan penampilan keenam di Asian Games setelah masuk dalam tim angkat besi yang disiapkan menuju Aichi-Nagoya 2026 di Jepang, 19 September-4 Oktober.
Berdasarkan daftar atlet yang terkonfirmasi ANTARA di Jakarta, Minggu, Eko yang kini berusia 37 tahun diproyeksikan turun di kelas 65kg putra. Jika tampil, perjalanan Eko di pesta olahraga terbesar Asia akan berlangsung selama dua dekade sejak debutnya di Doha, Qatar, pada 2006.
Saat pertama kali tampil di Asian Games Doha, Eko masih berusia 17 tahun. Ia turun di kelas 56kg dan menempati peringkat keenam dengan total angkatan 271kg, hasil dari 121kg snatch dan 150kg clean and jerk.
Dari Perunggu hingga Emas Asian Games
Empat tahun setelah debut, Eko mulai meraih medali Asian Games. Pada Guangzhou 2010, ia merebut perunggu kelas 62kg dengan total angkatan 311kg, yang terdiri atas 141kg snatch dan 170kg clean and jerk.
Eko kembali membawa pulang medali perunggu dari kelas yang sama ketika tampil di Incheon 2014. Saat itu, ia membukukan total angkatan 308kg, dengan rincian 142kg snatch dan 166kg clean and jerk.
Prestasi tertinggi Eko di Asian Games kemudian tercipta di Jakarta-Palembang 2018. Tampil di depan publik sendiri, ia menjadi yang terbaik dan merebut medali emas dengan total angkatan 311kg, terdiri atas 141kg snatch dan 170kg clean and jerk.
Catatan selalu membawa pulang medali sejak Guangzhou tersebut terhenti pada Asian Games Hangzhou 2022 yang berlangsung pada 2023.
Eko ketika itu tampil di kelas 67kg. Ia hanya mencatatkan angkatan snatch 145kg dan gagal dalam tiga kesempatan clean and jerk sehingga tidak membukukan total angkatan.
Memburu Medali Keempat
Aichi-Nagoya 2026 kini menjadi kesempatan Eko untuk kembali ke podium Asian Games sekaligus memburu medali keempat sepanjang kariernya di ajang tersebut.
Eko menjadi salah satu dari empat lifter putra yang disiapkan Indonesia menuju Asian Games 2026. Tiga lifter lainnya adalah Ricko Saputra pada kelas 60kg, Rahmat Erwin Abdullah (75kg), dan Rizki Juniansyah (85kg).
Indonesia juga menyiapkan empat lifter pada sektor putri. Mereka adalah Luluk Diana Tri Wijayana pada kelas 49kg, Juliana Klarisa (53kg), Natasya Beteyob (61kg), dan Indah Afriza (69kg).
Jika tampil di Aichi-Nagoya, perjalanan Eko di Asian Games akan membentang selama dua dekade. Rangkaian tersebut dimulai dari Doha 2006, dilanjutkan Guangzhou 2010, Incheon 2014, Jakarta-Palembang 2018, Hangzhou 2022, hingga Aichi-Nagoya 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenag menyiapkan Rp4,1 triliun untuk BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026. Bantuan menyasar 52.000 madrasah swasta dan 31.000 RA.
Pasporia hadir di Alun-Alun Wates dalam rangka HUT Ke-81 RI. Imigrasi DIY menyediakan 25 kuota bagi pemohon paspor.
Karhutla TNBTS dipadamkan dengan strategi darat hingga udara. Dua helikopter melakukan water bombing dari Ranu Regulo.
Mario Suryo Aji finis ke-22 di Moto2 GP Inggris 2026. Filip Salac menjadi pemenang setelah unggul 0,303 detik atas Ivan Ortola.
Layanan paspor hadir di CFD Sudirman Jogja dengan 30 kuota. Simak cara daftar, jadwal layanan, hingga lokasi berikutnya.
PKB Bantul menargetkan 9-10 kursi pada Pemilu 2029 dan membidik pemilih muda melalui penguatan kaderisasi lintas kelompok.