Kisah Kiper 16 Tahun Motoran dari Gunungkidul Demi Latihan PSIM Jogja
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Panitia Disiplin Asprov PSSI DIY, Ediyanto (kiri) bersama Sekretaris Umum Asprov PSSI DIY, Wendy Umar Seno Aji saat memberikan pernyataan di Asprov PSSI DIY, pada Sabtu (22/8/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Panitia Disiplin Asprov PSSI DIY menjatuhkan sanksi kepada pemain Mataram Utama U-13, Firmansyah Purbo Wicaksono, setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Baturetno FC, Adskhan Jarrar, dalam pertandingan Piala Soeratin U-13 regional DIY.
Firmansyah dijatuhi hukuman larangan bermain hingga kompetisi Piala Soeratin 2026 berakhir. Selain itu, pemain tersebut juga dikenai denda Rp10 juta dan tidak diperbolehkan mengajukan banding atas keputusan tersebut.
Insiden terjadi saat Mataram Utama menghadapi Baturetno FC dalam babak enam besar Piala Soeratin U-13 regional DIY di Stadion Dwi Windu, Bantul, Kamis (20/8/2026) sore.
Dalam rekaman video yang beredar, Firmansyah terlihat melakukan tendangan dengan kaki yang mengenai bagian kepala Adskhan. Pemain Baturetno FC tersebut kemudian terjatuh setelah terkena tendangan.
Panitia Disiplin Asprov PSSI DIY, Ediyanto, mengatakan sanksi diberikan berdasarkan Kode Disiplin PSSI Tahun 2025 Pasal 48 juncto Pasal 49 dan Pasal 78. Pelanggaran serupa yang kembali dilakukan dapat berujung pada hukuman lebih berat.
"Pemain Mataram Utama FC U-13 nomor punggung 17 atas nama Firmansyah Purbo Wicaksono dikenakan sanksi larangan bermain sampai dengan kompetisi Piala Soeratin tahun 2026 berakhir. Selain itu juga terdapat denda sebesar Rp10 juta," kata Ediyanto dalam jumpa pers, Sabtu (22/8/2026).
Ediyanto menambahkan keputusan tersebut bersifat final dan tidak dapat diajukan banding. Ketentuan itu mengacu pada Pasal 117 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025.
Ia berharap sanksi tersebut menjadi pembelajaran bagi pemain, ofisial, dan seluruh perangkat pertandingan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi serta sportivitas dalam kompetisi tetap terjaga.
PSSI DIY Tekankan Aspek Pembinaan
Sekretaris Umum Asprov PSSI DIY, Wendy Umar Seno Aji, mengatakan hukuman terhadap Firmansyah bukan dimaksudkan untuk menghentikan karier pemain tersebut. Apalagi, Firmansyah masih berada dalam usia pembinaan pemain muda.
Menurut Wendy, sanksi harus dipandang sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan pembinaan pemain.
"Ini sifatnya kalau kami sampaikan bukan hukuman, tetapi pembinaan. Anak ini dapat pembinaan Rp10 juta, ini juga sudah beban yang luar biasa untuk dia, sehingga kami juga sampaikan kepada Mataram Utama terutama pendampingan kepada anak ini agar nantinya anak ini tidak merasa dia dimatikan kariernya," ujar Wendy.
Selain memberikan hukuman kepada pemain, Asprov PSSI DIY meminta Mataram Utama memberikan pendampingan kepada Firmansyah selama menjalani sanksi.
Adskhan Jalani Pemeriksaan CT Scan
Sementara itu, Wendy memastikan Adskhan tidak mengalami cedera serius setelah terkena tendangan dalam pertandingan tersebut.
Adskhan sempat melanjutkan pertandingan hingga laga berakhir. Namun, setelah meninggalkan stadion, pemain Baturetno FC itu mengalami mual dan pusing sehingga dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit.
"Setelah pulang, perjalanan pulang merasa mual, agak pusing, akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan perawatan lanjutan di rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan, termasuk CT Scan, kondisi Adskhan tidak mengalami cedera serius," katanya.
Asprov PSSI DIY juga berkoordinasi mengenai kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan pemain untuk memastikan Adskhan memperoleh penanganan medis sesuai haknya.
Mataram Utama Diminta Perkuat Pendidikan Karakter
Tak hanya menjatuhkan sanksi kepada pemain, Asprov PSSI DIY juga meminta Mataram Utama memperkuat pendidikan karakter bagi pihak-pihak yang terlibat dalam pembinaan sepak bola di klub tersebut.
Program pendidikan karakter itu akan dilaksanakan selama enam bulan. Mataram Utama diwajibkan memberikan laporan secara berkala setiap bulan kepada Asprov PSSI DIY.
"Mataram Utama selama periode enam bulan kami minta selalu melaksanakan dan setiap bulan secara periodik mengirimkan laporan kepada kami. Ke depan, Asprov PSSI DIY akan mengajak semua pihak di bawah Asprov DIY untuk melakukan pendidikan karakter," kata Wendy.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Asprov PSSI DIY memperkuat pembinaan pemain usia muda agar aspek teknik dan prestasi berjalan beriringan dengan kedisiplinan serta karakter di lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Pemkot Jogja mendorong UMK batik bergabung dalam koperasi sektor riil untuk memperkuat produksi, pemasaran, pembiayaan, dan branding.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan operasional LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai pada 26 Agustus 2026 mendatang.
BMKG memprakirakan curah hujan Kalsel mulai meningkat Oktober 2026, tetapi lahan masih sangat mudah terbakar pada 22-23 Agustus.
Prabowo menegaskan pelaku karhutla akan ditindak. Izin korporasi bisa dicabut jika terbukti melakukan pelanggaran hukum.
LRT Jabodebek mencatat rekor 3,06 juta penumpang pada Juli 2026, tertinggi sejak beroperasi dan tumbuh 21% secara tahunan.