Beasiswa Santri Baznas 2026 Dibuka untuk 2.500 Santri Dhuafa
Beasiswa Santri Baznas 2026 dibuka untuk 2.500 santri dhuafa berprestasi. Setiap penerima mendapat bantuan Rp4 juta dan pembinaan.
Novak Djokovic. - Harian Jogja/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Novak Djokovic secara mengejutkan tersingkir pada babak pertama US Open 2026 setelah kalah dari petenis Argentina Mariano Navone dalam pertandingan lima set di New York, Senin WIB. Djokovic yang sempat unggul dua set berbanding satu dan memiliki satu break pada set keempat akhirnya menyerah dengan skor 6-7 (5/7), 7-5, 6-4, 2-6, 1-6.
Kondisi fisik menjadi kendala besar bagi juara Grand Slam 24 kali tersebut. Djokovic mengaku beberapa kali muntah selama pertandingan, sebelum mengalami kram dan rasa sakit di sekujur tubuh yang kemudian menjalar ke punggung dan bahunya.
"Saya pikir sudah jelas bahwa saya merasakan kondisi yang sangat buruk di lapangan. Sayangnya, itu adalah sesuatu yang saya alami hampir di setiap pertandingan tahun ini," kata Djokovic, dikutip dari ATP.
Djokovic Sempat Pertimbangkan Mundur
Petenis Serbia berusia 39 tahun itu mengatakan muntah menjadi persoalan serius dalam pertandingan tersebut. Setelah itu, kondisi tubuhnya semakin menurun akibat kram dan rasa sakit.
"Muntah menjadi masalah serius. Kemudian seluruh tubuh saya mulai tidak berfungsi, kram dan rasa sakit," ujar Djokovic.
Djokovic bahkan sempat mempertimbangkan untuk mengundurkan diri. Namun, setelah berhasil memenangi set kedua dan ketiga, ia melihat masih ada peluang untuk membalikkan keadaan.
"Saya sempat mempertimbangkannya. Tetapi kemudian saya memenangi satu set, lalu set ketiga, sehingga saya berpikir mungkin masih ada peluang," kata Djokovic.
Meski kondisi fisiknya memburuk, Djokovic memilih terus bertanding hingga akhir.
"Saya tidak ingin menyerah pada set keempat atau kelima. Saya ingin menyelesaikan pertandingan."
Navone kemudian memanfaatkan kondisi Djokovic untuk merebut dua set terakhir sekaligus memastikan kemenangan mengejutkan tersebut.
Kekalahan Pertama di Babak Pertama Grand Slam sejak 2006
Kekalahan dari Navone menjadi yang pertama bagi Djokovic pada babak pertama turnamen Grand Slam sejak Australian Open 2006. Sebelumnya, ia juga pernah tersingkir pada babak pertama Australian Open 2005.
Djokovic tidak terlalu memikirkan catatan tersebut setelah pertandingan. Fokusnya lebih tertuju pada kondisi fisik yang baru saja dialaminya.
"Tentu saya sangat bangga dengan semua pencapaian pada masa lalu, tetapi sekarang adalah sekarang. Saya baru saja keluar dari lapangan dan masih berusaha mengatasi kondisi tubuh saya," ujar Djokovic.
Hasil tersebut sekaligus membuat perjalanan Djokovic di US Open 2026 berakhir jauh lebih cepat dari perkiraan. Kekalahan ini juga menggagalkan upayanya melanjutkan perburuan gelar Grand Slam ke-25.
Air Mata Djokovic di Set Penentuan
Pada set penentuan ketika Djokovic tertinggal 1-3, penonton di New York berusaha memberikan dukungan untuk membangkitkan semangatnya. Djokovic tampak tersentuh hingga meneteskan air mata.
Ia mengaku sangat menghargai dukungan penonton meski harus mengakhiri perjalanannya di US Open lebih cepat dari perkiraan.
"Dari perspektif pertandingan dan bagaimana kondisi tubuh serta permainan saya, ini benar-benar tidak menyenangkan. Saya hampir membenci setiap momen yang saya habiskan di lapangan," kata Djokovic.
"Namun, dari perspektif penonton dan dukungan mereka, sungguh luar biasa sejak awal. Mereka berusaha mengangkat semangat saya pada momen-momen penting."
Djokovic kemudian meminta maaf kepada para pendukungnya karena merasa tidak mampu memberikan penampilan terbaik dalam pertandingan tersebut.
"Saya sangat menyesal tidak tampil sebaik yang seharusnya, yang sebenarnya bisa saya lakukan, atau yang saya inginkan untuk mereka. Tetapi cinta dan penghargaan yang mereka berikan pada akhir pertandingan benar-benar menyentuh hati saya,” ujar Djokovic.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Beasiswa Santri Baznas 2026 dibuka untuk 2.500 santri dhuafa berprestasi. Setiap penerima mendapat bantuan Rp4 juta dan pembinaan.
Vonis Ibrahim Arief dalam kasus korupsi Chromebook diperberat menjadi 5 tahun penjara. Ia juga dijatuhi uang pengganti Rp5 miliar.
PT Pegadaian (Persero) berkolaborasi dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) meluncurkan Program Merdeka Stunting 2026
Sebanyak 785 lansia di Kulonprogo terindikasi judol dari 3.336 penerima bansos. Dinsos membuka mekanisme sanggahan dan pemutakhiran data.
Kejagung menyita Rp401 miliar dari PT CNI terkait dugaan korupsi tata kelola nikel 2017–2020. Uang dititipkan di RPL Bank Mandiri.
Regol Ayom di sirip Malioboro menyulitkan pengguna kursi roda. Pemda DIY akan mengevaluasi desain portal agar akses difabel tetap tersedia.