Tak Ada Team Orders, Martin dan Bezzecchi Bebas Bertarung

Jumali
Jumali Jum'at, 25 September 2026 09:57 WIB
Tak Ada Team Orders, Martin dan Bezzecchi Bebas Bertarung

Marco Bezzecchi/Instagram

Harianjogja.com, JOGJA— Aprilia Racing belum akan menerapkan team orders dalam persaingan gelar MotoGP 2026. CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menegaskan Jorge Martin dan Marco Bezzecchi tetap diberi kesempatan bertarung selama keduanya masih memiliki peluang matematis untuk menjadi juara dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Rivola setelah GP Austria di Red Bull Ring. Hasil balapan membuat Martin kembali memimpin klasemen dengan keunggulan 12 poin atas Marc Marquez, sedangkan Bezzecchi berada di posisi ketiga dengan selisih 42 poin dari rekan setimnya.

"Selama para pembalap masih memiliki hitungan matematis di pihak mereka, adalah hal yang benar untuk memberikan mereka kesempatan bertarung," kata Rivola, dikutip dari Crash.net, Jumat (25/9/2026).

Rivola bahkan berharap kedua pembalap Aprilia tersebut tetap memiliki peluang merebut gelar hingga seri terakhir. Dengan demikian, tim belum melihat alasan untuk meminta salah satu pembalap memberikan keuntungan kepada rekan setimnya.

Bezzecchi masih dalam perburuan gelar

Bezzecchi memang berada di belakang Martin dan Marquez dalam klasemen, tetapi selisih poinnya belum membuat peluang juara dunia tertutup.

Setelah GP Austria, Martin mengoleksi 306 poin, disusul Marc Marquez dengan 294 poin dan Bezzecchi 264 poin. Acosta berada di posisi keempat dengan 234 poin setelah meraih kemenangan perdananya di kelas MotoGP pada balapan utama Austria.

Di Red Bull Ring, Martin dan Bezzecchi sama-sama naik podium. Martin finis kedua di belakang Acosta, sedangkan Bezzecchi menempati posisi ketiga. Martin sebelumnya juga memenangi Sprint Austria sehingga berhasil memperlebar keunggulannya dalam klasemen.

Kondisi tersebut membuat Aprilia masih memiliki dua pembalap yang secara matematis berada dalam persaingan perebutan gelar. Karena itu, Rivola memilih mempertahankan kebebasan kedua pembalap untuk bertarung di lintasan.

Rivola minta Aprilia tidak cepat puas

Di tengah performa positif Aprilia, Rivola juga mengingatkan timnya agar tidak terlena dengan posisi saat ini.

Menurut dia, target utama Aprilia bukan sekadar menikmati posisi puncak klasemen, tetapi mempertahankannya hingga kejuaraan berakhir. Aprilia memang berada dalam posisi kuat setelah Martin kembali memimpin klasemen pembalap.

"Kami kurang terbiasa berada di posisi puncak dibandingkan pabrikan lain, jadi kami tidak boleh melupakan hal ini dan tidak boleh terlalu berlebihan merayakan hasil baik," ujar Rivola.

Ia menilai Aprilia masih harus menghadapi persaingan ketat dari sejumlah rival. Karena itu, hasil bagus di satu seri belum cukup untuk memastikan keberhasilan pada akhir musim.

Acosta ikut meramaikan persaingan

Selain Martin, Marquez, dan Bezzecchi, performa Pedro Acosta membuat persaingan papan atas semakin menarik.

Pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu meraih kemenangan perdana di kelas MotoGP pada GP Austria. Acosta finis di depan Martin dan Bezzecchi dalam balapan utama di Red Bull Ring.

Hasil tersebut mengantarkan Acosta ke posisi keempat klasemen dengan 234 poin. Ia terpaut 30 poin dari Bezzecchi dan 72 poin dari Martin.

Rivola pun mengakui Acosta menjadi salah satu pembalap yang perlu diperhitungkan dalam sisa musim.

"Saya harus katakan ini akan menjadi kejuaraan dunia yang luar biasa karena Marquez tetaplah Marquez, dan kemudian ada Pedro. Hati-hati, karena Pedro ada di sana dan sangat termotivasi," kata Rivola.

MotoGP kemudian memasuki rangkaian balapan berikutnya di Jepang. GP Jepang di Mobility Resort Motegi menjadi seri berikutnya dalam kalender setelah Austria.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online