Timnas Indonesia Menang 2-0, John Herdman Bicara Pemain Diaspora

Newswire
Newswire Sabtu, 26 September 2026 07:47 WIB
Timnas Indonesia Menang 2-0, John Herdman Bicara Pemain Diaspora

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman. /Instagram-pssi.

Harianjogja.com, JAKARTA— Pelatih kepala Timnas Indonesia John Herdman menegaskan tidak ada perbedaan antara pemain lokal dan diaspora dalam skuad Garuda. Menurut dia, seluruh pemain yang mengenakan seragam Timnas Indonesia merupakan orang Indonesia dan memiliki tanggung jawab yang sama.

Pernyataan tersebut disampaikan Herdman dalam jumpa pers setelah Indonesia menang 2-0 atas Singapura pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat.

Dalam pertandingan tersebut, Herdman menurunkan susunan pemain starter tanpa satu pun pemain yang lahir di Indonesia. Meski demikian, dia menegaskan tidak melihat adanya perbedaan berdasarkan latar belakang kelahiran pemain.

"Saya pikir tidak ada perbedaan antara pemain lokal. Tidak ada pemain lokal, tidak ada diaspora. Kami adalah Indonesia. Kami mewakili bendera, kami menyanyikan lagu kebangsaan, dan kami berdiri bersama setiap saat," kata Herdman.

Menurut Herdman, pemain yang dipilih masuk skuad merupakan mereka yang memiliki keinginan kuat untuk mewakili Indonesia. Mereka juga dituntut memberikan seluruh kemampuan ketika berada di lapangan.

Dia menegaskan tidak membeda-bedakan pemain lokal, pemain diaspora, maupun pemain naturalisasi. Menurutnya, pola pikir mengenai perbedaan tersebut perlu diubah karena seluruh pemain yang mengenakan seragam Timnas Indonesia memiliki tanggung jawab yang sama untuk tim Garuda.

“Ini adalah susunan pemain yang ingin mewakili negara ini, yang bersedia naik pesawat dan bekerja keras, melakukan tekel 50-50, bermain dengan semangat, api, dan hati untuk para suporter di sini," tegas dia.

Perjuangan di Lapangan Jadi Ukuran

Lebih lanjut, Herdman menyebut persoalan mengenai latar belakang pemain mungkin relevan dipertanyakan apabila ada pemain yang tidak menunjukkan perjuangan ketika diturunkan.

Menurut dia, para pemain yang kini memperkuat Timnas Indonesia telah menjadi bagian dari negara yang mereka wakili. Karena itu, komitmen mereka di lapangan menjadi hal yang penting.

"Orang-orang ini sekarang adalah orang Indonesia. Mereka senang bermain untuk kalian. Dan ketika mereka mulai menghindari tekel, ketika mereka berhenti berlari dalam pertandingan, barulah Anda bisa mempertanyakan hal itu," tegas pelatih berusia 51 tahun itu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online