Baru 30 Bangunan Berdiri, DPRD Bantul Ingatkan Pengelolaan KDMP
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.
Sejumlah peserta saat mengikuti ajang Kejurda Esports 2026 yang digelar Pengda ESI DIY, Senin (28/9/2026) di JEC. /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, BANTUL—Kejuaraan Daerah (Kejurda) Esports DIY 2026 menjadi bagian dari upaya Pengda Esports Indonesia (ESI) DIY menjaring bibit atlet potensial untuk menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2027 di Kulon Progo hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Ketua Umum Pengda ESI DIY, Brigjen TNI Firyawan mengatakan Kejurda menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi sekaligus pembinaan atlet. Ajang tersebut diharapkan dapat melahirkan talenta baru yang mampu memperkuat kontingen DIY pada berbagai kejuaraan mendatang.
“Kejurda ini sebagai ajang seleksi. Tahun depan ada Porda yang dilaksanakan di Kulon Progo dan juga kualifikasi PON. Jadi, beberapa momen kejuaraan ini menjadi bagian menjaring atlet-atlet DIY untuk bisa berkiprah pada PON 2028,” kata Firyawan seusai membuka Kejurda Esports DIY di JEC, Senin (28/9/2026).
Menurut Firyawan, ESI DIY tidak hanya mengandalkan atlet yang selama ini telah aktif. Kejurda juga menjadi kesempatan untuk menemukan talenta baru sekaligus mengukur kemampuan mereka dalam kompetisi.
“Kami berharap tumbuh bibit-bibit talenta baru selain memang atlet yang sudah lama ada di DIY,” ujarnya.
Diikuti 209 Atlet
Kejurda Esports DIY 2026 diikuti 209 atlet yang berasal dari empat kabupaten dan satu kota di DIY. Empat nomor dipertandingkan dalam kejuaraan tersebut, yakni Free Fire, PUBG Mobile, Mobile Legends: Bang Bang, dan eFootball.
Free Fire diikuti 10 tim, sedangkan PUBG Mobile diikuti 12 tim. Mobile Legends: Bang Bang diikuti lima tim.
Sementara itu, eFootball yang dimainkan secara perorangan diikuti 79 atlet.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI DIY, Wesley Heince mengatakan Kejurda menjadi bagian dari proses pembinaan cabang olahraga sekaligus barometer awal dalam menyiapkan atlet menghadapi agenda olahraga yang lebih besar.
“Pada 2027 nanti ada Porda di Kulon Progo dan babak kualifikasi PON menuju PON 2028. Kejurda ini menjadi barometer awal untuk atlet esports dalam persiapan menuju Porda, bahkan babak kualifikasi PON dan PON 2028,” kata Wesley.
Atlet Didorong Aktif Berkompetisi
Wesley berharap atlet yang terjaring melalui Kejurda tidak berhenti setelah kejuaraan berakhir. Para atlet didorong terus mengikuti berbagai kompetisi agar pengalaman dan kemampuan bertanding semakin matang.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi atlet sebelum menghadapi Porda 2027 maupun rangkaian menuju PON 2028.
“Kami berharap cabor esports bisa menjadi cabor yang nantinya dapat menyumbangkan medali untuk DIY pada PON 2028,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Masinis KA Argo Bromo Anggrek ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan di Bekasi. Ancaman hukuman maksimal 5 hingga 12 tahun penjara.
Pilur Gunungkidul di 31 kalurahan berlangsung aman. Lurah terpilih ditargetkan dilantik 26 November 2026 setelah tahapan administrasi selesai.
Paus Leo XIV menyerukan Eropa memperkuat peran menjaga perdamaian global dan mendorong dialog untuk menghentikan perang Rusia-Ukraina.
Defisit APBD-P Bantul 2026 membesar menjadi Rp154 miliar. Bupati Abdul Halim Muslih meminta OPD memperketat efisiensi anggaran.