Indonesia 0-0 Malaysia, Media Vietnam Puji Penampilan Maarten Paes

Jumali
Jumali Selasa, 29 September 2026 11:57 WIB
Indonesia 0-0 Malaysia, Media Vietnam Puji Penampilan Maarten Paes

Aksi Maarten Paes (ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA)

Harianjogja.com, JOGJA— Maarten Paes menjadi salah satu pemain Timnas Indonesia yang mendapat sorotan setelah Garuda menahan Malaysia 0-0 pada FIFA ASEAN Cup 2026. Media Vietnam, Giaitri, menilai penampilan kiper tersebut berperan dalam menjaga gawang Indonesia tetap tidak kebobolan meski tim harus bermain dengan 10 pemain.

Indonesia dan Malaysia berbagi satu poin dalam matchday kedua Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026). Situasi menjadi lebih sulit bagi tuan rumah setelah Thom Haye menerima kartu merah pada menit ke-37 dan Indonesia harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Kondisi tersebut membuat lini pertahanan Indonesia mendapat tekanan lebih besar dari Malaysia. Dalam situasi itu, Maarten Paes beberapa kali harus mengamankan gawang dari peluang yang datang ke area pertahanan Garuda.

Giaitri menilai Indonesia mampu mempertahankan skor tanpa gol salah satunya karena refleks Maarten Paes di bawah mistar. Media tersebut menyoroti kemampuan kiper FC Dallas itu dalam menghadapi tekanan Malaysia setelah Indonesia kehilangan satu pemain.

"Meski harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah Thom Haye menerima kartu merah, Indonesia tetap tampil gigih menahan imbang Malaysia 0-0 berkat refleks luar biasa kiper Maarten Paes," tulis Giaitri.

Paes sudah bekerja sejak babak pertama

Salah satu momen yang mendapat perhatian terjadi pada babak pertama ketika Paes menggagalkan peluang Malaysia. Dalam laporan Giaitri, penyelamatan tersebut terjadi pada menit ke-16 saat Bergson menyambut umpan silang Faisal Halim dengan sundulan.

"Pada menit ke-16, Bergson melepaskan sundulan berbahaya menyambut umpan silang akurat dari Faisal Halim, yang memaksa kiper Maarten Paes melakukan penyelamatan spektakuler," tulis laporan tersebut.

Catatan pertandingan juga menunjukkan Paes menjadi bagian penting dari upaya Indonesia menjaga gawangnya tetap bersih. FIFA mencatat kiper Indonesia tersebut melakukan penyelamatan penting pada fase akhir pertandingan, sementara Justin Hubner juga melakukan sapuan di garis gawang untuk menggagalkan peluang Malaysia.

Sebelum Indonesia kehilangan Thom Haye, Justin Hubner sebenarnya sempat membawa Garuda mencetak gol pada menit-menit awal. Namun, gol tersebut dianulir setelah wasit menilai terjadi pelanggaran dalam proses terjadinya gol.

Situasi kemudian berubah setelah kartu merah Haye. Indonesia harus bertahan dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah gelandang tersebut mendapat kartu merah melalui tinjauan VAR.

Indonesia bertahan hingga menit akhir

Giaitri turut menyoroti perubahan permainan Indonesia setelah kartu merah Haye. Dengan jumlah pemain yang lebih sedikit, Garuda menghadapi tekanan lebih besar dan harus menjaga organisasi pertahanan agar Malaysia tidak menemukan celah.

"Kartu merah yang merugikan bagi gelandang Thom Haye memaksa Timnas Indonesia menjalani laga yang sangat berat selama hampir satu jam," lanjut laporan tersebut.

Meski unggul jumlah pemain, Malaysia tidak mampu mengubah tekanan menjadi gol. FIFA mencatat Indonesia masih berusaha mencari peluang melalui serangan balik, sedangkan Malaysia beberapa kali menciptakan peluang melalui bola-bola di area pertahanan Garuda.

Dukungan puluhan ribu suporter di SUGBK juga membuat pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi. Giaitri menggambarkan atmosfer stadion sebagai salah satu unsur yang membuat duel Indonesia dan Malaysia berlangsung sengit.

"Tekanan dari tribun yang dipadati penonton membuat setiap jengkal lapangan menjadi arena persaingan yang sengit," tulis Giaitri.

Tekanan Malaysia berlanjut hingga penghujung laga, tetapi Paes kembali mendapat sorotan. Pada masa injury time, kiper kelahiran Belanda tersebut disebut melakukan penyelamatan untuk menggagalkan peluang Stuart Wilkin.

"Drama memuncak pada masa injury time ketika Maarten Paes melakukan penyelamatan gemilang dengan meregangkan tubuh sepenuhnya untuk menepis tendangan voli berbahaya Stuart Wilkin," tulis Giaitri.

FIFA juga mencatat penyelamatan Paes pada fase akhir pertandingan menjadi salah satu momen yang membantu Indonesia mempertahankan skor 0-0. Selain itu, Justin Hubner melakukan clearance penting di garis gawang ketika Malaysia terus mencari gol kemenangan.

Indonesia tetap di posisi kedua Grup A

Hasil imbang membuat Indonesia mengoleksi empat poin dari dua pertandingan dan tetap berada di posisi kedua Grup A. Malaysia juga mengumpulkan empat poin dan berada di puncak karena keunggulan selisih gol.

Giaitri menilai penampilan Paes membantu Indonesia mempertahankan catatan belum terkalahkan sekaligus menjaga peluang Garuda pada pertandingan terakhir fase grup.

"Performa luar biasa Maarten Paes membantu tim tuan rumah mempertahankan rekor tak terkalahkan dan mengamankan posisi kedua di grup dengan raihan empat poin. Malaysia juga tetap menempati posisi puncak Grup A berkat keunggulan selisih gol menjelang laga terakhir," tulis Giaitri.

Indonesia selanjutnya menghadapi Bangladesh pada laga terakhir Grup A, Kamis (1/10/2026). Pada hari dan waktu yang sama, Malaysia akan berhadapan dengan Singapura. Kedua pertandingan dijadwalkan berlangsung pukul 19.30 WIB.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online